10 Jenis-Jenis Harta dalam Islam

Rumahinfaq.or.id – Harta adalah bagian dari kepemilikan, baik itu berupa uang atau benda, sehingga pembahasannya sangat penting. Kita sudah mengetahui apa itu harta, tapi belum dengan jenis-jenis harta dalam Islam dan contohnya.

Kedudukan harta dalam perekonomian Islam merupakan bentuk ujian dari Allah untuk dapat diambil manfaatnya atau dapat dikatakan bahwa manusia memiliki hak penggunaan atas harta tersebut.

Terutama penggunaan harta yang sesuai dengan syari’at Islam dan ditempatkan pada penggunaan yang tepat, yaitu di jalan Allah. Alasan-alasan tersebutlah mengharuskan untuk mengetahui jenis-jenis harta dalam Islam.

Secara umum kita mengetahui bahwa memiliki harta itu ialah memiliki rumah, mobil, perusahaan, perhiasaan, motor, sepeda dan barang lainnya.

Memiliki uang berarti memiliki harta kalau tidak memiliki uang berarti tidak memiliki harta, dan beberapa pemikiran lainnya merupakan harta itu sendiri.

Tapi apakah kita tahu, bahwa harta-harta tersebut termasuk jenis harta apa yang ditetapkan dalam Islam.

Dan pernahkah kita sadar, bahwa harta itu tidak sebatas itu?

Untuk lebih menjawab semua pemikiran tersebut, ada baiknya kita mengenal pembangian harta dalam Islam menjadi 10 jenis, untuk lebih jelasnya perhatikan pemaparan berikut ini;

1. Harta Mutaqawwim dan Harta Ghair al-mutaqawwim

Harta mutaqawwim adalah segala sesuatu yang bisa bisa diambil kuasa atasnya dengan pekerjaan dan dapat diambil manfaat darinya sesuai yang diperbolehkan oleh syara’.

Dapat dikatakan juga bahwa harta mutaqawwin adalah semua harta, baik jenis atau pun cara memperoleh dan penggunaannya yang boleh diambil dari harta tersebut manfaatnya.

Sehingga yang dimaksud dengan harta Ghair al–mutaqawwim ialah kebalikan dari pengertian harta Mutaqawwim, yaitu segela sesuatu yang tidak boleh diambil kuasa atasnya dengan pekerjaan.

Dan secara syara’ tidak diperbolehkan untuk diambil manfaat darinya, baik itu jenis hartanya, cara memperolehnya ataupun dnegan cara penggunaannya.

2. Harta Mitsli dan harta Qimi

Harta mitsli dan qimi definisinkan sebagai sesuatu yang mempunyai kesetaraan atau persamaan di pasar, atau bisa dikatakan keduanya tidak memiliki perbedaan pada bagian-bagiannya.

Adapun harta mitsli ialah harta yang ada persamaannya atau bisa dilakukan pertukaran dengan harta yang serupa dan sama.Bisa juga diartikan sebagi sesuatu yang bisa berdiri seperti di tempat yang lain tanpa adanya perbedaan yang perlu.

Sedangkan harta qimi ialah harta yang tidak memiliki persamaan atau memiliki perbedaan yang tepat. Sebab harta qimi tidak bisa berdiri sebagiannya di tempat sebagian lainnya tanpa ada perbedaan.

3. Harta Istihlak dan harta Isti’mal

Harta istihlak apa yang tidak bisa diambil kegunaan dan manfaat darinya secara biasa kecuali dengan cara menghabiskannya. Sehingga disebut juga dengan harta yang penggunaannya hanya dengan sekali pakai.

Jenis harta ini terbagi menjadi dua macam, yaitu istihlak haqiqi dan istihlak buquqi. Istihlak haqiqi adalah sesuatu akan menjadi harta ketika telah habis digunakan zatnya dengan sekali pakai.

Adapun harta istihlak yang kedua, istihlak buquqi adalah nilai suatu harta akan habis ketika sudah dipergunakan, namun zat dari harta tersebut tetap ada.

Sedangkan harta isti’mal adalah harta yang dapat digunakan dengan pemakaian yang berulang kali dan materi dari hartanya tetap terpelihara atau penggunaannya bisa berkali-kali.

Sehingga jenis harta isti’mal ini tidak akan habis dengan sekali pemakaian, namun bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama sesuai dengan apa adanya.

4. Harta Manqul dan harta Ghair al-Manqul

Harta manqul ialah harta yang bisa dipindahkan dan diubah dari satu tempat dan bentuk ke tempat atau bentuk yang lainnya, baik tetap atau berubah bentuk dan keadaannya.

Sedangkan harta ghair al-manqul ialah harta yang tetap. Maksudnya, harta yang tidak bisa dipindahkan dan diubah posisi dan bentuknya dari asalnya ke asal yang lain.

Uang dan hewan adalah bagian dari contoh harta manqul, adapun kebun, rumah, sawah pabrik dan lainnya merupakan contoh-contoh dari harta ghair al-manqul.

5. Harta ‘Ain dan harta Dayn

Harta ‘ain adalah harta yang memiliki bentuk bendanya, seperti pakaian, rumah, beras, kendaraan dan lainnya. Harta jenis ‘ain ini ada 2 macam, yaitu ’ain dzati qimah dan ‘ain ghyar qimah.

Harta ’ain dzati qimah ialah benda yang berbentuk dan memiliki harta, seperti sekarung beras. Sedangkan harta ‘ain ghyar qimah adalah benda yang tidak bisa dikatakan harta karena tidak memiliki harga, seperti sebiji beras.

Adapun harta dayn yaitu ialah harta yang merupakan tanggungjawabnya, seperti dalam hal uang yang dititipkan kepada orang lain.

Mengenai jenis harta ini, ulama Hanafiyah memberi pendapat bahwa harta tidak bisa dibagi menjadi jenis harta ‘ain dan harta dayn. Hal itu disebabkan karena tidak berwujud.

Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bahwa harta adalah sesuatu yang berwujud. Seperti dalam masalah hutang, ulama Hanafiyah memandang hutang sebagai washf fi al-dhimmah bukan sebagai harta.

6. Harta Nafi’i

Harta nafi’i adalah harta yang tidak memiliki bentuk. Harta nafi’i juga disebut dengan a’radl yang secara berangsur-angsur mengalami pertumbuhan sesuai dengan perkembangan masa, seperti oksigen, listrik.

7. Harta Mamluk, Mubah dan Mahjur

Harta mamluk yaitu harta yang memiliki status kepemilikan, baik miliki perorangan, miliki umum atau milik Negara, seperti gedung rumah sakit.

Harta mubah adalah kebalikan dari harta mamluk ialah harta yang pada dasarnya tidak ada kepemilikan atasnya, seperti air pada mata air, laut dan pohon-pohon di hutan dan lain sebagainya.

Sedangkan harta mahjur adalah sesuatu yang tidak diperbolehkan untuk dimiliki sendiri dan dianjurkan untuk diberikan kepada orang lain sesuai dengan syari’at yang berlaku.

Pada masanya harta tersebut ialah harta wakaf seperti jalan raya, masjid-masjid dan lain sebagainya yang dikhususkan untuk masyarakat secara umum.

8. Harta Dapat Dibagi dan Tidak Dapat Dibagi

Pada dasarnya pembagian pada harta dilihat dari potensi harta dalam menimbulkan kerusakan atau kerugian ketika dilakukannya pembagian atas harta tersebut.

Sehingga harta yang bisa dibagi ialah harta yang ketika dilakukan pembagian atasnya tidak menimbulkan kerusakan atau kerugian, seperti beras, tepus dan lainnya.

Sedangkan harta yang apabila dilakukan pembagian atasnya mengalami kerugian atau kerusakan adalah harta yang tidak dapat dibagi, seperti gelas, kursi, mesin dan barang lainnya.

9. Harta Pokok dan Hasil

Harta pokok disebut juga dengan harta lain yang darinya memiliki kemungkinan untuk menumbuhkan harta yang lain darinya. Dan harta hasil ialah harta yang ada dikarenakan adanya harta yang lainnya.

10. Harta Khas dan ‘Am

Harta khas adalah harta yang dimiliki oleh individu dan manfaat dari harta tersebut tidak boleh diambil tanpa restu dari pemiliknya.

Sedangkan harta ‘am ialah harta yang dimiliki secara umum dan pengambilan manfaatnya dibebaskan atau dapat diambil oleh umum.

Demikian jenis-jenis harta dalam Islam yang perlu kita ketahui, selain dikarenakan kedudukan harta dalam perekonomian Islam sangatlah penting.

Harta juga merupakan objek dalam wakaf, shodaqoh, infaq, zakat dan beberapa amal ibadah lainnya yang menggunkan harta sebagai objeknya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk #sahabatrumi.



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?