3 Hal dan Syarat yang Perlu Diperhatikan agar Sedekah dan Infaq Diterima Allah

Rumahinfaq.or.id – Sedekah dan infaq adalah amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Walau demikian, kedua amalan tersebut tidak bisa sembarang dikerjakan, melainkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah agar sedekah dan infaq diterima Allah.

Hal itulah yang menjadikan sedekah dan infaq memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Sebab keduanya merupakan ibadah yang ringan dan terlihat sederhana, namun lebih jauhnya sedekah dan infaq merupakan ibadah yang menakjubkan.

sedekah yang diterima allah
sedekah yang diterima allah

Pernyataan yang demikian itu sudah dipertegas oleh sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wassalam Ummar ibnu Khaththab, yang menyatakan bahwa sedekah dna infaq akan menghapus dosa kecil yang pernah atau dilakukan.

Tidak hanya itu saja, sedekah dan infaq juga memiliki pahala yang akan dilipatgadakan ketika dikerjakan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam ayat ke-261 surah al-Baqarah.

Memang pada kenyataannya, sedekah dan infaq yang dikeluarkan oleh seseorang dari sebagian harta yang dimilikinya tidak akan mengikis harta kekayaan yang dimiliki.

Melainkan bagian dari harta yang dikeluarkan sedekah dan infaqnya itu akan bertambah dan tentunya berkah. Kabar ini sudah disampaikan Rasulullah melalui hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Hadits tersebut berisi bahwa malaikat akan mendoakan para pesedekah dan penginfaq agar hartanya bertambah, berkah dan melimpah.

Walaupun sering dianggap remeh, sedekah dan infaq yaitu tidak hanya sekedar memindahkan kepemilikan dari satu orang kepada orang lain. Dengan artian bahwa setelah harta diserahkan, maka urusannya selesai.

Akan tetapi, sedekah dna infaq memiliki nilai dan filosofi yang dalam , termasuk bagaimana caranya agara sedekah dan infaq yang dilakukan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Oleh karena itu, sedekah dan infaq harus dilakukan dengan benar agar meraih keberkahannya.

Dalam hal ini, Syekh Imad Hasan Abu al-Ainaini dalam sebuah esainya yang berjudul “Jumal Mukhtasharat fi Fawaid wa Adab as-Shadaqat”, menjabarkan beberapa hal yang penting untuk diperhatikan.

Baca juga: Bacaan Doa Menerima Infaq dan Sedekah Lengkap Versi Bahasa Arab

Apa saja itu?

Hal Pertama

Dalam bersedekah dan berinfaq, Syekh Imad menyampaikan kepada kita untuk memperhatikan hal yang paling utama dalam bersedekah dan berinfaq, yaitu niat dan motif untuk melakukan sedekah dan infaq.

Sedekah dan infaq tidak hanya sekedar untuk mendapatkan keuntungan dunia saja, melainkan untuk meraih ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sehingga dapat dikatakan bahwa infaq dan sedekah yang diterima Allah adalah sedekah yang diberikan secara ikhlas. Sebab keikhlasan dapat menentukan diterima atau tidaknya sedekah dan infaq yang dilakukan seseorang.

Salah satu tanda seseorang memiliki keikhlasan dalam bersedekah dan berinfaq adalah dengan tidak menyertai sedekah dan infaq yang dilakukannya dengan menyumbar-umbarnya.

Dan tidak juga diungkit-ungkit kembali tentang apa yang sudah disedekahkan dan diinfaqkannya.

Selain itu, dalam bersedekah dan berinfaq yang diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah dengan tidak dilakukan untuk riya’.

Sebab riya’ akan langsung menggugurkan pahala sedekah dan infaq seperti air yang menyapu bersih debu yang ada di atas batu.

Jika ketiga hal tersebut dilakukan, maka keikhlasan yang dimasuk dalam ayat 264 surah al-Baqarah sudah tercapai.

Begitu juga bagian atau hal perting pertama yang harus diperhatikan dalam bersedekah dan berinfaq telah terpenuhi. Dan dengan itu diharapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima sedekah dan infaq yang dilakukan.

Baca juga: Ini Dia Penjelasan Paling Lengkap Tentang Prioritas Utama Urutan Penerima Infaq

Hal Kedua

Hal kedua yang perlu diperhatikan dalam beirnfaq dan bersedekah adalah harta yang digunakan. Harta tersebut harus dipastikan kehalalannya dan berasal dari sumber yang halal pula.

Sebab, sedekah dan infaq dengan harta yang tidak dibenarkan dalam syariat Islam atau cara dan jalan yang haram, maka Allah tidak akan menerimanya.

Bahkan jika sedekah dan infaq yang dilakukan dengan niat untuk membantu sesama, sebab cara yang diambil tidak benar.

Hal ini sudah ditegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Allah Subahanahu Wa Ta’ala itu suci, maka akan menerima dari yang suci pula.

Hal Ketiga

Tidak menunda-nunda sedekah dan infaq ketika terbesit niat untuk melakukannya adalah bagian dari hal penting yang harus diperhatikan agar menjadi sedekah dan infaq yang diterima Allah Subahanahu Wa Ta’ala.

Selain itu dikarenakan kita tidak bisa memberi kepastian yang tepat tentang ekonomi yang kita miliki. Oleh karena itu sedekah dan infaq harus disegerakannya ketika keinginan itu ada dan harta juga ada di sisi kita.

Seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim untuk menyegerakan sedekah dan infaq ketika ada keinginan.

Sehingga kata “Seandainya….” Tidak lagi menjadi penyelasan dalam hidup kita. Ibnu Bathal juga mengatakan bahwa kebaikan haruslah dilakukan sesegera mungkin.

Sebab sedekah dan infaq tidak haruslah menungga memiliki kekayaan semata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, mencotohkan sedekah dengan sebutur kurma.

Contoh tersebut telah tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Menyegerakan juga akan memberi manfaat yang lebih besar, mungkin dengan kesegeraan dalam berinfaq dan bersedekah akan membantu para dhuafa, menjauhkan dari sifat kikir, dan mendapatkan keridhoan-Nya.

Selain ketiga hal di atas yang sudah dipaparkan, masih ada 3 syarat utama yang menjadikan sedekah dan infaq yang dilakukan sebagai sedekah dan infaq yang diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Berikut ini pemaparannya!

1. Memperhatikan Niat

Niat menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar sedekah dan infaq menjadi sedekah dan infaq yang diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ketika niat dalam sedekah dan berinfaq sudah benar, maka yang dilakukan hanya untuk mendapatkan keridhoan Allah semata bukan untuk yang lain seperti untuk mendapatkan pujian dari orang lain.

Karena ketika sedekah dan infaq dilakukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, maka yang demikian akan menjerumuskan kepada siksaan neraka kelak.

2. Memperioritaskan yang Wajib daripada yang Sunnah

Sedekah atau infaq yang diketahui sebagai amalan sunah, namun pengertian keduanya sangatlah luas dan dapat dilakukan baik dengan cara yang bersifat material ataupun non-material.

Karena maknanya yang sangat luas, maka akan ada yang bernilai wajib dan sunah.

Nah, dalam hal ini sedekah dan infaq harus diutamakan atau didahulukan yang wajib baru kemudian yang yang bersifat sunah. Seperti mendahulukan zakat daripada memberi yang bersifat sunah lainnya.

3. Mengetahui Golongan yang Berhak Mendapatkan Sedekah dan Infaq yang Dikeluarkan

Sedekah dan infaq dikeluarkan untuk membantu sesama, sehingga sangatlah perlu untuk mengetahui kepada siapa atau siapa yang berhak menerimanya. Sehingga sedekah dan infaq yang ditunjukan akan tercapai dengan tepat.

Seperti sedekah kepada orang tua, keluarga atau kerabat dekat, selain itu sedekah dan infaq juga berhak didapatkan oleh kaum dhuafa antara lain fakir msikin, diafabel dan beberapa golongan lainnya.

Ke-3 hal dan syarat di atas adalah yang harus diperhatikan dalam bersedekah dan berinfaq agar diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mendapatkan pahala di sisi-Nya.

Doa juga dapat menjadi pengiring agar sedekah dan infaq yang dilakukan menjadi sedekah dan infaq yang diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Berikut doa agar sedekah dan infaqnya diterima Allah.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami (Apa yang sudah disedekah dan diinfaqkan). Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Doa di atas disunahkan sebagaimana yang ditulisakan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar untuk diucapkan oleh mereka yang melakukan zakat, shodaqoh, nazar, kafarah atau yang lainnya.

Demikianlah pemaparan kami mengenai sedekah dan infaq yang diterima Allah dengan memperhatikan apa yang sudah kami paparkan di atas serta doa sebagai pengiringnya agar sedekah dan infaqnya diterima Allah.

Semoga bermanfaat untuk #sahabatrumi.

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?