ALFIAN SANG PENJAGA AL-QUR’AN DARI NIAS

Harapan ana sih mereka memiliki kemampuan baca quran yang baik, memahami dasar-dasar agama islam dan kelak ana harap di antara mereka ada yang menjadi penolong buat agama Allah,” imbuh Alfian (20 Tahun).

Di masa pandemi seperti ini, tidak menjadikan beberapa pemuda ini tanpa karya. Mereka masih mahasiswa, beberapa diantaranya mungkin masih menyandang status pelajar.

Di saat mereka pulang ke kampung halaman (Nias), kemudian masuk studi belum tahu kapan. Belajar dilakukan secara daring. Jadilah mereka berani berbagi ilmu dengan anak-anak sekitar rumah mereka. Dengan segala keterbatasan.

Masih menggunakan papan tulis seadanya, di ruang yang sempit, kadang dicibir, dianggap belum sepantasnya mengajar (karena masih muda). Bagi mereka bumbu perjalanan pengabdian mereka. Punya tekad bahwa, jangan sampai saat seusia anak-anak ini hanya dihabiskan dengan main game, atau perbuatan sia-sia lainnya.

Ilmu agama dan beberapa cabang ilmu yang mereka pelajari di pesantren daerah jawa tempat mereka mondok, mereka ajarkan kepada anak-anak kecil ini. Yang penting bagi mereka, anak-anak ini kelak bisa membaca Al-qur’an dengan baik dan benar.

Nama pemuda ini adalah Alfiansyah Putra Bate’e, seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi agama swasta di Bekasi. Dia tidak tinggal diam di saat seperti ini. Dia tidak mau berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa. Di kampung nun jauh disana; nias. Dia melakukan sesuatu yang sangat mulia. Dia kumpulkan anak-anak yang ingin belajar Al-Qur’an kemudian dia sendiri yang mengajari mereka.

Pemuda berperawakan kurus dan suka main futsal ini begitu sabar menghadapai anak-anak yang tingkahnya bermacam-macam. Butuh energi ekstra menjalaninya, namun dia bahagia melakukan prosesnya.

Alhamdulillah kalau kesan baiknya ya ana dapet banyak pelajaran Ustadz kalau buruknya ya kudu extra sabar Ustadz, apalagi mereka yang kebanyakan masih PAUD dan SD. Dulu ana pernah ngajak temen satu orang buat ngajar tapi sayangnya di betah sehari doing. Alhamdulillah, saat ini santri sudah 16 orang.” Ucap anak pertama dari 5 bersaudara ini.

Percayalah, suatu saat anak-anak ini akan bangga bahwa mereka pernah diajarkan oleh anda meski hanya satu huruf Al-Qur’an. Mereka akan kenang itu.

Semoga tetap istiqomah.

Ingin support Pendidikan Santri Dhuafa dan Pedalaman

Transfer donasi :

Bank Mandiri 156 0011 6005 84 a/n Yayasan Rumah Infaq



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?