Apa Hukum Sikat Gigi saat Berpuasa yang Sebenarnya?

Rumahinfaq.or.id – Sudah nyata adanya, mulut saat berpuasa tidak tersentuh air yang menjadikan mulut kering, dan rentang menimbulkan bau kurang sedang. Sehingga sebagian orang memilih untuk sikat gigi. Tapi, apa hukum sikat gigi saat puasa?

Baik itu hukum sikat gigi saat puasa di pagi hari, siang hari atau sore hari sebelum matahari terbenam?

Itulah beberapa pertanyaan yang sering muncul di tengah-tengah masyarakat. Sebab dasarnya sih, karena adanya kekhawatiran kalau kegiatan sikat gigi saat berpuasa akan membatalkan puasanya.

hukum sikat gigi saat puasa
hukum sikat gigi saat puasa

Lalu, apa hukum sikat gigit saat puasa yang sebenarnya?

Yuk, kita kupas secara bersama supaya kita juga tahu kapan waktu yang tepat untuk sikat gigi saat berpuasa?

A. Hukum sikat gigi saat berpuasa

Dalam pembahasan ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia di bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis memberikan penjelasan bahwa sikat gigi tidaklah membatalkan puasa, apalagi jika itu dilakukan di pagi hari.

Sebagaimana yang dilansir oleh Kompas.com (1/4/2022), beliau juga menyatakan sikat gigi sebelum dzuhur itu boleh tapi setelah dzuhur makruh atau dapat dipahami sebagai “sia-sia”.

Makruh atau sia-sia yang dimaksud dalam hal ini ialah sikat giginya tidak membatalkan ibadah puasanya, namun makruh. Sebagaimana kita ketahui bahwa makruh termasuk dalam suatu amalan yang dibenci Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Cholil kembali berpendapat tentang makruh ini, yaitu sebagai suatu perbuatan yang dibenci Allah tapi tidak ada ancaman mendapatkan dosa dan tidak juga membatalkan puasanya, apalagi mengurangi pahala puasanya.

Sikat gigi adalah salah satu bentuk menjaga kebersihan mulut dan napas segar bagi orang yang berpuasa. Rasulullah pun memerintahkan umatnya untuk menykat gigi atau bersiwak ketika akan mengambil air wudhu.

“Jika tidak memberatkan umatku, niscaya akan kuperintahkan untuk bersiwak (menyikat gigi) setiap kali akan berwudhu.”

Seperti yang kita ketahui bahwa shalat wajib ada 5 waktu dalam satu hari, dan 2 waktunya berada di siang hari. Sehingga, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ini menjelaskan bahwa sikat gigi tidaklah membatalkan puasa.

Baca juga: Keajaiban di Balik 30 Hari Puasa Ramadhan

B. Sikat Gigi yang Membatalkan Puasa

Dalam Majmu’ syarah al-Muhadzdzab, Imam Nawawi mengatakan apabila siwak yang digunakan basah, yang airnya terpisah dari siwak yang digunakan, atau cabang-cabang atau bulu-bulu kayu siwaknya terlepas kemudian tertelan, maka puasanya batal.

Batalnya puasa dalam hal yang dijelaskan oleh Imam Nawawi di atas sudah disepakati oleh Ulama tanpa adanya perbedaan pendapat di antaranya, sebagaimana dijelaskan oleh al-Faurani dan lainnya.

Baik itu tertelan secara sengaja atau tidak sengaja tetap membatalkan puasanya. Penjelasan di atas tertulis dalam al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 343; Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi.

Namun berbeda jika saat sikat gigi, air dan pasti giginya hanya sebatas di mulut saja yang kemudian di ludahkan, maka hal tersebut tidaklah membatalkan puasanya.

Hal ini disimpulkan dari qias melalui hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiyyallahu ‘Anhu oleh Ibnu Abi Syaiban dan Baihaqi

“Tidak mengapa seseorang mencicipi kuah makanan atau suatu makanan, selama tidak sampai tertelan ke tenggorokan, saat ia berpuasa,”

Sehingga, sikat gigi dan pasta gigi yang digunakan untuk menyikat gigi tidaklah membatalkan selama tidak tertelan dan hanya sekedar berada di mulut dan diludahkan kembali.

Baca juga: Benarkah Tidur Siang saat Puas Berpahala?

C. Waktu Sikat Gigi saat Berpuasa

Ada 2 waktu yang baik dan tepat untuk sikat gigi, agar kondisi mulut saat berpuasa dari terbit fajar sampai matahari terbenam terjaga dari kering dan bau yang tak sedap. Dua waktu tersebut ialah setelah makan sahur dan setelah berbuka puasa.

Bahkan disarankan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride pada saat sikat gigi, baik setelah makan sahur atau berbuka puasa. Sikat gigi hanya akan mmebersihkan sekitar 60 persen dari permukaan gigi.

Sehingga tidak mencapai sela-sela gigi secara optimal, hal ini juga yang mengharuskan untuk membersihkan mulu dari segala sisa makanan yang mungkin masih tersisa di sela-sela gigi.

Selain itu, tindakan demikian itu juga merupakan bagian dari membersihkan mulut dan tidak hanya dibatasi dengan sikat gigi saja. membersihkan makanan si sela-sela gigi juga akan mengurangi timbul bau tak sedap dari mulut saat puasa.

D. Cara Mengatasi Bau Mulut saat Berpuasa

Bau mulut orang yang berpuasa merupakan proses normal atau fisiologis, karena pada saat itu perut kosong, asam lambung meningkat, dan menguap keluar melalui rongga mulut.

Sehingga menimbulkan bau tak sedap, begitulah pemaparan drg. Sartari Entin Yuletnawati, M.D.Sc. selaku Dokter Gigi Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri Solo.

Factor lain yang menyebabkan bau mulut ialah kebersihan mulut yang tidak terjaga, menurunnya kondisi kesehatan, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok atau mengonsumsi alcohol.

Lalu, bagaimana cara mengatasi bau mulut saat berpuasa?

Yuk, kita simak 5 tips yang dapat membantu #sahabatrumi mengatasi bau mulut saat berpuasa dan menjaga kesehatan mulut juga loh. Berikut pemaparannya!

1. Rutin menyikat gigi

Saat puasa sikat gigi dapat dilakukan ketika setelah makan sahur dan menjelang tidur di malam harinya. Bisa juga pada saat setelah makan sahur atau setelah berbuka puasa, apabila tidak makan lagi setelahnya.

Kedua waktu tersebut adalah waktu yang baik dan tepat untuk menyikat gigi bagi orang yang berpuasa.

2. Membersihkan Lidah

Selain menyikat gigi, kebersihan lidah juga penting untuk dijaga, sebab lidah merupakan salah satu yang harus dijaga agar kebersihan gigi dan rongga mulut terjaga. Lidah juga merupakan tempat berkumpulnya bakteri.

Nah, bagaimana jadinya jika hanya sikat gigi saja, maka bakteri-bakteri tersebut berpindah ke lidah. Oleh karena itu kebersihan lidah juga tidak kalah penting.

3. Berkumur-kumur dengan Obat Kumur

Walau tidaklah wajib, penggunaan obat kumur cukup berguna dalam mencegah tumbuh kembangnya bakteri, yang mana bakteri tersebut dapat menimbulkan bau tak plak hitam pada gigi dan karangnya.

4. Banyak Minum Air Putih

Konsumsi air putih juga dapat berpengaruh pada timbulnya baut tak sedap di mulut. Sebab ketika pasa saat sahur dan berbuka, konsumsi air putih kurang, maka akan mengganggu suasana rongga mulut.

Bagi orang yang berpuasa, dianjurkan dan disarankan untuk mengonsumsi air putih sebesar dua liter atau delapan gelas.

5. Kurangi Merokok

Rokok juga memberi pengaruh untuk kebersihan mulut. Karena rokok dapat menyebabkan noda pada gigi dan memacu munculnya kanker mulut.

Sehingga, menghindari rokok akan membantu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut.

Demikianlah pemaparan kami mengenai hukum sikat gigi saat puasa, serta kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi bagi orang yang berpuasa, sikat gigi yang membatalkan puasa dan bagaimana menjaga kebersihan mulut agat tidak berbau tak sedap.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk #sahabatrumi.



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?