Bacaan Doa Menerima Infaq dan Sedekah Lengkap Versi Bahasa Arab

Rumahinfaq.or.id – Sebagaimana kata pepatah, ‘’doa adalah senjata seorang mukmin’’. Maka dari itu, ketika kita akan berbuat atau menerima suatu kebaikan, kita dianjurkan untuk berdoa. Sebagaimana anjuran untuk melanturkan doa menerima infaq dan sedekah.

Doa juga dianjurkan ketika akan melakukan suatu amalan dengan harapan bahwa amalan yang dikerjakan dapat dilaksanakan dan diterima serta bernilai pahala dan ibadah di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Doa menerima infaq
Doa menerima infaq

Begitu pula ketika amalan tersebut telah dikerjakan. Lalu, apakah doa ketika menerima suatu kebaikan seseorang, sebut saja dengan menerima infaq. Apakah ada anjuran untuk doa menerima infaq.

Tentu saja ada, tapi sebelum kita lanjut membahas tentang doa menerima infaq dan sedekah, ada baiknya kita memahami tentang infaq yang lainnya terlebih dahulu secara singkat.

Berikut ini pemaparannya;

Perintah Dalam Berinfaq

Infaq adalah amalan yang sangat dicintai dna dianjurkan oleh Rasulullah. Dan tidak sedikit kalamullah yang mempertegas anjuran tersebut, sebagaimana halnya firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 195.

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan kita untuk berinfaq. Dikatakan pula bahwa berinfaq adalah salah satu perbuatan baik yang dikerjakan oleh mereka yang disebut dengan muhsinuun atau mereka yang mengerjakan amal kebaikan.

Infaq juga termasuk dari perbuatan yang dikerjakan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan kitab-Nya al-Quranul Karim. Pernyataan tersebut termaknakan dari firman Allah dalam ayat ke 3 surah al-Baqarah.

Baca juga: Keutamaan Infaq Subuh Langsung Mendapatkan Doa Mustajab Oleh Dua Malaikat

Hal yang Boleh dan Tidak Dikerjakan setelah Berinfaq

Setelah memenuhi perintah Allah tersebut, ada beberapa yang perlu dan sangat penting untuk diperhatikan baik itu oleh pemberi atau pun penerima infaq.

Beberapa hal tersebut dapat memberi dampak ketidakberkahan dari amalan infaq yang dilakukan. Bahkan akan menjadikan amalan tersebut sia-sia atau tidak terima oleh Allah alias tidak memberi nilai pahala atau tidak ada nilai ibadahnya.

Tentu saja beberapa hal tersebut mempengaruhi kedua pihak, baik yang memberi maupun yang menerima infaq selain daripada doa menerima infaq atau memberi infaq.

Apa saja beberapa hal tersebut?

Beberapa hal tersebut lebih mengarah kepada apa yang harus dan tidak dikerjakan setelah infaq dikeluarkan. Berikut ini beberapa hal tersebut;

1. Jangan mengungkit infaq yang telah dikeluarkan

Tidak dipungkiri bahwa tidak sedikit seseorang menyukai sesuatu yang sudah dikerjakan diketahui oleh orang lain. Walau dengan beragam tujuan yang mendasari mereka untuk melakukan hal tersebut.

Dan yang lebih parahnya lagi, mereka bahkan mengungkit atau mengebut-ngebut terus perbuatan tersebut. Tentu saja itu hal demikian salah sebab kita tidak tau bagaimana isi hati orang yang menerima amalan yang kita kerjakan.

Begitu pula ketika berinfaq, mengungkit sesuatu yang dikeluarkan sehingga tanpa sadar hal yang demikian menyakiti atau menyinggung orang yang menerima manfaar dari infaq yang telah dikeluarkan.

Allah telah menjanjikan pahala di sisi-Nya bagi mereka yang meninggalkan dan menajauhkan diri dari mengungkit atau mengebut-ngebutkan infaq dan sedekah yang dikeluarkannya.

Sebab pula tindakan yang seperti itu tidak mencerminkan seseorang yang memiliki keimanan dalam dadanya. Pemahaman yang serupa telah Allah singgung dengan jelas dalam firman-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menginggung hal demikian dalam surah al-Baqarah ayat 262-263.

2. Jangan Riya

Hal selanjutnya yang tidak boleh dilakukan setelah mengeluarkan infaq ialah tidak disertai dengan sifat riya atau pamer akan amal perbuatan yang telah dilakukan.

Yang demikian dilarang sebab takutnya itu akan menjadi penyakit hati. Infaq yang diluarkan pun akan menjadi sia-sia di sisi Allah. Bahkan, pahala amalan tersebut akan hilang dan berganti dengan dosa.

Allah telah memperingatkan kita hal demikian dalam ayat ke 264 surah al-Baqarah. Bahkan Allah memberi perumpaan infaq yang disertai dengan riya seperti debu.

Tentu saja kamu mengetahui apa itu debu bukan?

Iya, perumpaan yang sangat penuh dengan makna. Debu hanya dengan sekali tiup saja sudah menghilang atau bahkan tidak tersisa sedikit pun. Begitulah dengan yang namanya infaq yang diserati dengan riya.

Sifat riya atau pemer juga bukanlah sifat dari golongan mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Setelah memahami bagaimana infaq itu diperintahkan oleh Allah dan dianjurkan oleh Rasulullah, serta apa yang tidak dan boleh dilakukan setelah menyeluarkan infaq. Maka sekarang kita akan membahasa tentang doa menerima infaq.

Ketika seseorang memberi seseorang bantuan, tentu orang yang menerima bantuan tersebut akan secara spontan mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk orang tersebut. Baik doa yang ditunjukan untuk keberkahan orangnya maupun hartanya.

Doa yang dilafadzkan atas sebuah amalan akan mendatangkan perlindungan dari Allah dan para malaikat. Begitu pula ketika memberi infaq atau menerima infaq, tapi kita akan lebih fokus kepada doa menerima infaq.

Seorang munfiq lahu atau penerima manfaat infaq akan secara spontan mengirimkan doa kepada si pemberi infaq atau munfiq, walaupun mereka tidak memintanya secara terbuka.

Sebab bagi mereka dengan doa yang mereka lafadzkan ketika menerima infaq adalah bentuk dasar ucapan terima kasih atas manfaat infaq yang mereka terima.

Dan mereka sadar bahwa doa yang mereka kirimkan untuk pemberi infaq akan berbalik kepada mereka keberkahannya. Apalagi jika itu disertai dengan niat yang tulus dalam berdoa. Dan insyaAllah doa tersebut juga akan diaamiin-kan oleh para malaikat.

Baca juga: Doa Malaikat Subuh Bagi yang Rutin Infaq dan Sedekah Setiap Hari

Doa Menerima Infaq

Lalu, apa saja lafadz doa menerima infaq untuk mereka yang memberi infaq atau munfiq. Sebenarnya tidak ada lafadz khusus untuk doa menerima infaq, akan tetapi kita bisa menggunakan doa ketika menerima zakat.

Berikut ini pemaparan doa menerima zakat yang digunakan juga dalam doa menerima infaq, karena keduanya termasuk dalam proses penstabilan ekonomi yang diajarkan dalam islam, begitu pula dengan sedekah;

Doa Pertama

Doa menerima infaq yang pertama ini berisi tentang permohonan penerima infaq atau munfiq lahu untuk keberkahan atau rahmat bagi mereka yang memberi infaq atau munfiq.

Lafadz doa menerima infaq yang pertama adalah “اَلّل‍هُمَّ صَلِّى عَلَيْهِمْ”. Keberkahan dan rahmat dalam doa tersebut ditunjukan untuk orang yang memberi infaq atau munfiq beserta dengan harta mereka.

Doa menerima infaq tersebut tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.

Doa Kedua

Lafadz doa menerima infaq yang kedua ialah “ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ”. Ada 3 unsur yang terdapat dalam doa tersebut.

Unsur pertama yang terkandung dalam doa tersebut ia doa menerima infaq yang berisi tentang permohonan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk dilimpahkan pahala kepada munfiq atas infaq yang mereka berikan kepada penerima infaq tersebut.

Baca juga: Hukum Zakat Fitrah Sesuai Dalil Menurut Agama yang Benar

Sedangkan keberkahan adalah unsur kedua yang diminta oleh penerima manfaat infaq kepada Allah dalam do’a menerima infak tersebut. Keberkahan yang dimaksud dalam doa tersebut ialah keberkahan atas harta si munfiq.

Keberkahan harta yang didoakan ialah harta yang disimpan atau bagian lain selain bagian yang telah diinfaqkannya. Dan unsur ketika dalam doa tersebut berbicara tentang dosa.

Doa menerima infaq yang dilafadzkan oleh munfiq lahu tersebut berbicara tentang kegunaanaan harta infaq sebagai penghapus dosa.

Munfiq lahu meminta kepada Allah agar dengan infaq yang dikeluarkan oleh munfiq dapat menghapus dosa-dosa mereka selain syirik, tentunya.

Ketiga unsur dalam do’a bagi menerima infak yang dilafadzkan oleh penerima infaq tersebut tertunju untuk mereka yang memberi infaq.

Untuk diingat, ketika seseroang mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka doa itu akan berbalik juga untuknya. Demikian pula dalam doa menerima infak, doa tersebut tentu juga akan berbalik kepada penerima infaq yang berdoa.

Itulah hebatnya doa, maka jangan ragu lagi dalam berdoa. Apalagi mendoakan sesama saudara dalam hal kebaikan. Karena kata pepatah, ‘’doa itu adalah bagian dari yang mendoakan juga’’.

Demikianlah pemaparan kami tentang doa menerima infaq. Semoga bermanfaat penjelasan di atas dapat dipahami dan bermanfaat.

Wallahu ‘Alam……

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?