Contoh Infaq Online yang Bisa Dilakukan Dengan Mudah dan Sederhana

Rumahinfaq.or.id – Dalam Agama Islam, kita tahu tentang amalan infaq dan sedekah sebagai amalan yang banyak disarankan oleh Nabi. Hal ini disebabkan karena infaq dan sedekah adalah amalan yang gampang dilakukan bagi setiap Muslim. Berikut ini merupakan contoh infaq dan sedekah yang bisa Anda amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Infaq
Contoh Infaq

Ditinjau dari segi hukum syari’at Islam, Infaq dapat dibagi menjadi 4:

Infaq Wajib

Infaq wajib adalah infaq yang wajib dikeluarkan oleh seseorang. Dan jika seseorang yang mendapat kewajiban untuk berinfaq tersebut tidak melakukannya, maka ia akan mendapat dosa.

Contoh Infaq Wajib:

  • Seorang suami yang wajib membayar maskawin untuk istrinya: Mahar menjadi salah satu kewajiban pertama seorang suami kepada sang istri, bukan hadiah atau seserahan semata. Ayat yang membahas tentang wajibnya mahar seorang suami kepada istrinya tertulis pada QS. An-Nisa’:4, yang artinya:
    “Berilah maskawin atau mahar kepada wanita yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Lalu, jika mereka memberikan kepadamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.”

    Ayat ini menunjukkan bahwa, seorang suami dengan ketulusan dan kerelaan hatinya wajib menyerahkan maskawin tersebut kepada istri yang hendak dinikahinya sehingga tidak membawa bencana di Akhirat kelak.

    Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori dari Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi ra tentang Perintah untuk memberikan mahar ini juga ada di sebuah hadits, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Carilah sesuatu (mahar) cincin sekalipun terbuat dari besi. Jika tidak mendapati cincin, maka boleh mahar berupa surat Al-Qur’an yang engkau hafal.”

    (HR Bukhari No.1587)

  • Membayar Kafarah: Dalam bahasa Arab, kata Kaffâroh kita mengenalnya dengan istilah kifârah atau kifarat berasal dari kata “kafran” yang berarti ‘menutupi’. Yang dimaksud ‘menutupi’ adalah menutupi dosa. Jadi, kafarah adalah suatu cara pengganti  (denda) yang wajib dilakukan untuk menebus kesalahan (dosa) yang dilakukan secara sengaja. Misalkan seseorang melakukan pelanggaran di siang hari bulan Ramadhan, maka ia wajib membayar denda. Besaran kafarat ini tergantung dari jenis pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan. Penerima infaq jenis ini bisa siapa saja, termasuk keluarga atau tetangga yang membutuhkan.
  • Melanggar Nadzar: Nazar adalah janji untuk menjalankan atau memberi sesuatu saat seseorang mengharapkan hajat atau keperluannya agar bisa tercapai, misalnya berjanji akan beramal kepada anak yatim piatu sebesar Rp 5 juta jika mendapat nilai yang bagus. Nazar yang dia ucapkan tersebut wajib dipertanggungjawabkan dan ditepati. Imam Al Baghawi Rahimahullah menerangkan,
    Setiap orang yang memiliki kewajiban menunaikan Kafarat sumpah (dan juga nazar), dia boleh memilih sesuai kehendaknya. Apabila ia mau memberi makan kepada 10 orang miskin, ya dipersilahkan, atau memberi mereka baju juga silahkan, atau mau membebaskan budak, yang penting Nazarnya dijalani.”
  • Memberi nafkah seorang istri dan keluarga: Setelah menikah, seorang laki-laki memiliki tanggung jawab kepada istri dan anak-anaknya. Salah satu kewajiban suami terhadap istri dalam Islam yang harus dilakukan adalah menafkahi keluarganya, maksudnya nafkah lahir dan batin. Kewajiban ini telah dijelaskan dalam Alquran (QS Al-Baqarah 233), Allah berfirman:
    “Dan suami punya kewajiban memberi makan dan memberi pakaian kepada para istri dengan cara bilma’ruf. Seseorang tidak diberikan beban cobaan kecuali sesuai dengan kadar kesanggupannya.”

    Selain itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjelaskan dalam sebuah hadist shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Dan para istri memiliki hak diberi rizki dan pakaian atau nafkah yang diwajibkan atas kamu sekalian (para suami).’’

    (HR Muslim 2137).

Infaq Sunnah

Contoh Infaq yang kedua adalah Sunnah, infaq sunnah ini merupakan infaq yang dilakukan bertujuan untuk bersedekah dengan mengharap rida Allah Subhanahu wa Ta’ala. Contohnya infaq untuk memenuhi keperluan anak yatim dan para dhuafa, atau juga membantu orang lain yang tertimpa kesulitan maupun bencana.

Contoh Infaq Sunnah:

Infaq Jihad

Infaq Jihad adalah Infaq yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang yang akan berjuang menegakkan syiar dan syari’at di jalan Allah.

Dari Abu Abdu Ar-Rahman Zaid bin Khalid radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang menyiapkan bekal untuk kebutuhan seorang yang akan berperang fi sabilillah, maka sungguh ia telah ikut berperang. Dan siapa yang mengurus keluarga orang yang berperang fi sabilillah dengan baik maka sungguh ia telah ikut berperang.”

(Muttafaq ‘Alaih).

Infaq untuk jihad fi sabilillah adalah sebaik-baiknya infaq yang dikeluarkan seorang muslim. Sebab, Jihad merupakan amalan yang paling afdhol/ utama dalam Islam yang menjadi ujung tombak perlindungan bagi agama ini dan menjadi sebab utama kemuliannya. Jika amalan ini ditinggalkan, maka umat Islam akan mengalami kehinaan dan keterbelakangan.

Sedekah

Sedekah bisa diartikan dengan memberikan harta kita kepada orang-orang fakir, orang yang membutuhkan, ataupun pihak-pihak lain yang berhak menerima shadaqah, tanpa disertai imbalan, kecuali hanya mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan pada Q.S Az-Zariyat ayat 19 bahwa,

“Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.”

Jadi, sudah jelas bukan betapa pentingnya bersedekah, karena orang yang bersedekah di jalan Allah akan mendapatkan pahala dan tidak mengurangi harta yang ada pada dirinya.

Jelas ya, jangan pelit lagi dalam bersedekah. Jika mendapatkan rezeki, maka keluarkanlah rezeki itu di jalan Allah, maka Allah akan melipat gandakan apa yang telah kamu keluarkan. Dan jangan lupa, kita harus senantiasa yakin bahwa Allah yang menyempitkan serta meluaskan rezeki selama kita di Dunia.

Contoh sedekah yakni memberikan sebagian harta kita kepada anak yatim, fakir miskin, kaum dhuafa, ataupun tetangga yang sedang membutuhkan uluran tangan kita.

Infaq Mubah

Infaq Mubah merupakan jenis infaq yang boleh dilakukan. Akan tetapi yang melakukannya tidak akan mendapatkan pahala. Jadi infaq jenis ini adalah infaq yang dilakukan terhadap hal-hal yang hukumnya mubah.

Contoh infaq mubah: Memberikan harta untuk keperluan bercocok tanam, membantu teman dalam mendukung bisnisnya ataupun perdagangan. Memberikan infaq untuk kegiatan berdagang atau bisnis ini bukanlah sesuatu  yang wajib.

Infaq Haram

Infaq haram yakni infaq yang dilakukan tanpa disertai niat yang ikhlas atau tidak diniatkan karena untuk mendapatkan ridha atau pahala dari Allah.

Contoh Infaq haram ini adalah:

Infaq yang tujuannya ingin dipuji atau ingin dapat balasan dari orang lain, jadi bukan ikhlas karena Allah. Infaq seperti inilah yang dikatakan haram, seperti yang telah Allah firmarkan dalam surat Al Maun ayat 4 yang intinya, maka binasalah dan celakalah orang yang shalat yang memiliki sifat-sifat tercela.

Dijelaskan bahwa salah satu ciri sifat tercela orang munafik atau mendustakan agama adalah orang yang riya. Riya merupakan suatu akhlaq atau perbuatan yang tidak terpuji dan bisa menghapus semua pahala infaq yang seharusnya kita terima.

Berinfak untuk menghalangi kegiatan syiar agama Islam

Seperti yang difirmankan Allah dalam QS. An-Anfal ayat 36,bahwa

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan”.

Donasi Sekarang



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Sudahkan infaq hari ini?