Doa Malaikat Subuh Bagi yang Rutin Infaq dan Sedekah Setiap Hari

Rumahinfaq.or.id – Doa adalah pokok utama dalam setiap ibadah yang diperintahkan dalam islam. Dikatakan bahwa doa adalah senjata seorang Muslim. Lalu, apa jadinya jika doa tersebut dipanjatkan oleh malaikat dan di waktu subuh? Sebagaimana doa malaikat subuh.

Sebagai sebuah inti dari setiap ibadah yang dikerjakan oleh setiap Muslim, Allah pun telah menjanjikan dengan tegas bahwa setiap hamba yang memanjatkan doa akan dikabulkan.

doa malaikat subuh
doa malaikat subuh

Pernyataan tersebut telah Allah tegaskan dalam surah al-Baqarah ayat ke 186. Namun, akan berbeda halnya jika yang memanjatkan doa tersebut adalah malaikat, makhluk suci yang terbebas dari dosa dan doa tersebut dutunjukan untuk kita, manusia.

Doa malaikat subuh adalah doa yang mustajab, selain dikarenakan oleh sosok yang memintanya. Hal demikian disebabkan oleh waktu yang menurut mayoritas ulama adalah waktu terbaik, waktu subuh.

Dan juga dikarenakan doa niat sedekah subuh yang dipanjatkan sebelum sedekah atau infaq yang dikeluarkan. Syekh Ali Jaber menyarankan untuk mengeluarkan satu sedekah atau infaq dengan satu satu hajat yang dipanjatkan.

Jika, berbicara tentang doa malaikat subuh, maka hal tersebut akan menarik perhatian kita kepada sedekah dan infaq subuh. Dua amalan tersebut sangatlah melekat kaitannya dengan kabar yang disampaikan oleh Rasulullah.

Kabar tersebut tercantum jelas dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Rhadiyyallahu ‘Anhu. Hadits yang menggambarkan tentang 2 doa malaikat subuh.

Apa saja 2 doa tersebut dan apa kaitannya dengan sedekah dan infaq yang dikeluarkan oleh seseorang di waktu subuh atau yang biasanya dikenal dengan istilah sedekah atau infaq subuh.

Baca juga: Pengelolaan Infaq Zakat dan Sedekah Oleh Lembaga Terpercaya Yayasan Rumah Infaq

Berikut ini pemaparan yang akan kami jelaskan;

Doa Malaikat Subuh

Ketika seorang hamba yang tak luput dari salah dan dosa saja, Allah janjikan atas pengabulan doa-doa yang dipanjatkannya. Apalagi jika yang menengadahkan tanganya itu adalah makhluk yang mulia dan suci dari dosa dan salah, malaikat.

Lalu, doa tersebut ditunjukan untuk manusia. Mungkinkah itu terjadi?

Bukan mungkin lagi, tapi seperti itulah yang akan terjadi. Demikianlah kabar yang telah disabdakan oleh Sang Pembawa Risalah Muhammad Ibnu Abdulullah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

Berita tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah oleh al-Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010. Dalam hadits tersebut, Rasulullah menceritakan tentang 2 malaikat yang turun di permulaan hari, waktus subuh.

Kedua malaikata tersebut pun melantunkan doa masing-masing. Doa malaikat subuh tersebut ditujukan kepada manusia atau lebih tepatnya mereka yang mengeluarkan sedekah atau infaq subuh.

Sebagaimana diketahui bahwa doa malaikat subuh adalah doa cepat dan mudah dikabulkan atau diijabah, atau yang lebih dikenal dengan kata mustajab. Dalam hadits tersebut, doa dipanjatkan oleh malaikata subuh tersebut ditunjukkan khusus pada mereka yang membelanjakan harta mereka untuk nafkah.

Hala tersebut selaras dengan pernyataan Ibnu Batthol yang mengemukkan arti lain dari kata infaq dalam hadits tersebut adalah nafkah. Maksudnya ialah tak lain infaq wajib yang dipenuhi oleh seorang kepala keluarga, yaitu nafkah.

Arti kedua yang dimaksud oleh Ibnu Batthol dalam hadits tersebut ialah nafkah atau infaq yang dikeluarkan untuk menyambung hubungan kekerabatan antara sesama atau silaturahim.

Membahas tentang mudahnya terkabul doa malaikat subuh, Ibnu Batthol merujuk pada dalil yang disabdakan oleh Rasulullah. Imam Bukhari mencatat dalil tersebut dalam al-Bukhari no.6402.

Dalam hadits tersebut tersampaikan bahwasanya orang yang meng-aamiin dan bacaannya tersebut seiring dengan aamiin yang dilantunkan Malaikat akan diberi pengampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

Selain dari kedua arti infaq yang terkandung dalam hadits tersebut, terdapat juga 2 arti dari doa yang dipanjatkan oleh kedua malaikat dalan hadits tersebut, yang bisa dikatakan sebagai bentuk doa malaikat subuh.

Doa dalam Hadits

Terdapat 2 doa yang terkandung dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah tersebut. Berikut ini pemaparan tentang kedua doa tersebut;

Doa untuk Digantikan Infaq yang Dikeluarkan

Kembali Ibnu Batthol mengeluarkan pendapatnya mengenai doa yang terkandung dalam hadits tersebut. Beliau berkata bahwa mereka yang suka bersedekah dan berinfaq, maka akan mendapatkan ganti dari Allah.

Dari pernyataan di atas dapat dilihat bahwa mereka yang mengeluarkan sebagai hartanya untuk dua arti infaq yang terkandung dalam hadits tersebut, yaitu menafkahkan keluarganya atau bersedekah akan digantikan oleh Allah.

Tentu saja, ganti yang Allah Subahanahu Wa Ta’ala janjikan adalah bentuk penggantian yang tidak dapat dihitung oleh kacamata manusia. Itulah salah satu doa yang dipanjatkan oleh salah satu dari dua malaikat subuh tersebut.

Sehingga dapat disimpulkan, bahwa mereka yang dengan ikhlas mencari nafkah dan memberi keluarga nafkah yang halal dan didapatkan dengan cara yang halal pula dan kepada kerabat terdekat.

Dan mereka juga suka bersedekah atau berinfaq kepada sesama di waktu subuh atau pemulaan hari, maka mereka akan termasuk dari mereka yang didoakan oleh Malaikat untuk diberi ganti oleh Allah Subahanahu Wa Ta’ala.

Kenyataan demikian telah Allah janjikan dalam firman-Nya al-Quran surah Saba.

Dari ayat ke 39 dalam surah tersebut dijelaskan bahwa bentuk penggantian dalam ayat tersebut akan didapatkan ketika dilakukan dalam ketaatan kepada Allah.

Tentu saja yang dimaksud ialah membelanjakan sebagian hartanya untuk nafkah yang harus dan berhukum wajib bagi kepala keluarga kepada keluarganya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Nafkah tersebut juga dapat diberikan kepada kedua orang tua, kerabat terdekat atau infaq yang dikeluarkan untuk menjalin silaturahmi.

Hal serupa juga disampaikan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu.

Hadits yang tercantum dala kitab al-Bukhari no.4684 dan Muslim no.993 tersebut menyampaikan berita bahwa Allah akan mengganti infaq yang dikeluarkan oleh anak adam.

Doa untuk yang Enggan Berinfaq

Doa malaikat subuh yang lainnya ialah ditunjukan kepada mereka yang enggan atau tidak mau mengeluarkan infaqnya.

Untuk lebih memahami maksud dari doa malaikat subuh yang kedua ini, ada baiknya kita memahami pernyataan Imam Nawawi Rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.

Infaq yang dimaksud dalam hadits tersebut menurut para ulama ialah infaq yang dikeluarkan dalam ketaatan kepada Allah. Infaq tersebut juga untuk menunjukkan dan menampakkan akhlak yang mulia.

Termasuk juga infaq untuk keluarga, infaq yang dikeluarkan untuk golongan yang lemah. Dan infaq yang dikeluarkan tersebut tidak boleh berlebihan atau biasanya disebut boros.

Kalimat terakhir dari penjelasan Imam Nawawi Rahimahullah memicukan perpedaan pendapat di antara para ulama. Salah satunya menyatakan bahwa pemborosan tersebut diambil secara umum dari firman Allah.

Kalamullah tersebut terdapat dalam surah al-Isra’ ayat 27, dan yang lainnya menyatakan tidaklah pantas menyatakan hal demikian adalah bentuk pemborosan.

Imam asy-Syaukaniy menyatakan bahwa pemborosan memiliki status haram ketika harta diambil dari yang haknya dan diletakkan pada yang bukan haknya. Pernyataan tersebut tercantum dalam Fatur Qadir, 3/263.

Beliau juga yang menyatakan keumuman dari ayat di atas menjadikan boros dalam infaq tidak diperbolehkan. Sebab, yang demikian itu mengikuti dan mentaati perbuatan syaithan.

Tetapi, imam salaf menyatakan tidak ada kata boros dalam infaq selama hal itu diletakkan pada halnya. Demikian diambil contohnya dari perbuatan Abu Bakar yang menginfaqkan semua hartanya dalam jihad fi sabilillah.

Sedangkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, 5/69, Imam Qatadah mengartikan pemborosan sebagai bentuk infaq dalam kemaksiatan kepada Allah, tidak dalam jalan yang dibenarkan serta untuk kerusakan.

Maka, ayat al-Quran pun menegaskan sikapnya dalam hal ini, sebagaimana tercantum dalam surah al-Furqan ayat 67 dan ayat ke 29 surah al-Isra’.

Kembali pada pembahasan tentang doa malaikat subuh untuk mereka yang enggan atau tidak mau mengeluarkan infaq atau sedekahnya. Maka mereka didoakan untuk kehancuran hartanya.

Dari penuturan Imam Nawawi di atas dapat memberi makna bahwa mereka yang enggan berinfaq dalam dua arti yang telah dipaparkan oleh Ibnu Batthol di atas akan mendapati hartanya tidak memberi manfaat.

Selain berdampak pada zat hartanya, kehancuran juga akan dirasakan oleh pemilik hartanya. Kehancuran yang dimaksud dalam doa malaikat subuh tersebut ialah tidak ada keberkahan dalam harta dan pemiliknya.

Sehingga tidak adanya lagi yang dapat dimanfaatkan dari harta tersebut walaupun dalam jumlah yang besar.

Demikianlah pemaparan kami tentang doa malaikat subuh yang terkandung dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-bukhari dan Muslim tersebut. Semoga kita termasuk dari mereka yang didoakan oleh malaikat yang pertama.

Harta yang dikeluarkan untuk infaq dalam 2 arti yang dikemukakan oleh Ibnu Batthol di atas mendapatkan ganti terbaik dari sisi-Nya. Dan kita juga dijauhkan pula dari kehancuran yang didoakan oleh malaikat yang satunya lagi. Aamiiin……

Wallahu ‘Alam………

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?