GEMPA LOMBOK NTB

GEMPA LOMBOK NTB, Setelah menerbangkan kami selama 2 jam 20 menit pesawat yang membawa dari Bandara Halim perdanakusuma pun bergegas Landing di Bandara Internasional Lombok Nusa Tenggara Barat. Sebelum menukik turun, tampak dari kejauhan bendungan Batujai dan gugusan lahan pertanian sawah masyarakat yang hijau dan indah. Hawa panas sudah mulai menyengat ketika hendak menghentakkan kaki di Bandara Lombok. Saya lihat di jam handphone yang saya bawa tepat di angka 8.45 Wita.

Keluar dari Bandara tampak wisatawan asing dari mancanegara menyemuti lahan yang tersedia. Raut muka cemas kemudian harapan segera pulang ke negaranya tampak dari masing-masing mereka. ‘Semua bule di sini di suruh pulang sama pemerintahan kita. Jadi mereka sekarang sedang cari tiket yang batal’ kata Wahyu, teman yang menjemput saya.

Di bandara lombok maupun daerah praya dan mataram sebagai ibukota provinsi paling sedikit terkena dampak dari gempa dahsyat 7 SR itu. Hanya kerusakan kecil terlihat. Tapi, setelah 30 Menit perjalanan mulailah bangunan terlihat retak-retak dan hancur, seperti sebuah masjid di Dusun kongok. Menara Masjid hancur jatuh. Kemudian setelahnya tampak di sisi kanan dan kiri jalan penuh dengan reruntuhan rumah warga yang ambruk akibat gempa. Di setiap sudut kampung yang ada warga memberikan informasi kepada setiap orang lewat bahwa di sana ada posko pengungsian. Atau dengan tulisan butuh bantuan anda, help us, butuh bantuan logistik dan lain lain.

Sepanjang perjalanan terlihat batu-batu besar yang jatuh dari atas bukit akibat gempa beberapa saat yang lalu. Sebagain lagi terdapat pohon-pohon yang tumbang menghadang jalan yang kami lalui. Belum lagi jalan yang ambles dan terangkat. Sehingga tetap waspada dan fokus berkendara.

Dua jam perjalanan melewati jalur pantai senggigi sampailah kami di daerah Dusun Pangsor. Di sini terdapat Masjid Jami’atul Jamaah yang ambruk dan masih ada warga yang berada di dalamnya belum di evakuasi. Keterbatan alat berat adalah masalah anggota basarnas dan relawan lainnya untuk mengevakuasi. ‘Tadi masih sempat terdengar erangan minta tolong dari reruntuhan Masjid ini ungkap Hamdi warga setempat.

Kepala Dusun Karang Pangsor Soni Hadi mengungkapkan ada 370 Kepala Keluarga dari dusunnya yang terkena dampak gempa. Rumah mereka hancur dan rusak berat. Trauma gempa memberikan efek negatif kepada masyarakat. Sehingga, ada suara terdengar sedikit pun sudah merasa was-was dan takut. Dan langsung bergegas melarikan diri. ‘Sampai saat ini masih terasa gempa susulan, warga saya berpencar ke beberapa titik lokasi pengungsian’ ucapnya.

Di beberapa titik lokasi pengungsian yang kami datangi. Hal yang paling mereka butuhkan adalah makanan sehari-hari. Mereka sudah tidak punya harta benda. Harta benda mereka ikut hancur bersama rumah-rumah mereka. Selain alat penerang dan kebutuhan air bersih. ‘Saya mengimbau masyarakat Indonesia bisa mendoakan kami dan bantu kami, semoga Allah membalas dengan kebaikan.



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?