Hukum Infaq Online dan Sedekah Online yang Wajib Dipelajari Orang Muslim

Rumahinfaq.or.id – Infaq online sangat digemari oleh generasi yang hidup di kecanggihan teknologi sekarang ini. Apalagi dengan kemudahan yang disediakan oleh beberapa halaman platform online seperti Rumaysho.com. Namun, hukum infaq online masih diragukan.

Selain halaman platform untuk infaq atau amalan sosial lainnya telah tersedia secara online dalam jumlah banyak, ada juga aplikasi yang memberi kemudahan dengan menyediakan menu untuk kita mengeluarkan infaq secara online.

hukum infaq online
hukum infaq online

Dua kemudahan tersebut tentu saja sangat menggiurkan bagi kaum mager (Kaum malas gerak) di zaman yang serba online ini. Ada juga pemberian atau pengiriman dananya yang juga dapat dilakukan secara online. Serba online bukan?

Tidak ada lagi tenaga yang terbuang ketika harus mengantri di tempat penyerahan infaq, bank atau ATM saat akan mengeluarkan infaq. Semua itu sudah diatasi dengan satu klik saja, maka semua urusan beres.

Semua itu sangat menguntungkan dan tidaklah capek. Akan tetapi, kemudahan-kemudahan yang tersedia tersebut tidak memberi ketenangan bagi pemberi infaq atau munfiq.

Keraguan hadir tentu saja didasari oleh beberapa hal. Salah satunya karena marak terjadinya penipuan yang berkedok infaq, sedekah atau amal sosial lainnya yang bertebaran di tengah kecanggihan tekhnologi media secara online seperti sekarang ini.

Hal demikian sudah menjadi kewajaran, karena bagaimana pun si pemberi infaq atau munfiq menginginkan infaq yang ia keluarkan tersampaikan kepada mereka yang berhak atas infaq yang diniatkannya tersebut.

Sehingga, tidaklah salah jika transaksi online itu masih memicu keraguan di antara sebagian munfiq untuk melakukannya. Dengan mengetahui hukum infaq online akan memberi mereka kelegaan tersendiri.

Sedangkan hukum sedekah online rumaysho ialah tidak dibenarkan sedekah atau infaq yang dilakukan secara sembunyi atau menyembunyikan sedekah yang dilakukan. Walau sedekah secara sembunyi-sembunyi itu baik, tapi akan lebih baik jika ditampakan.

Tapi walau demikian tetap diniatkan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata. Untuk menjawab kebimbangan tersebut kami akan memaparkan bagaimana hukum infaq online sehingga kita bisa lebih tau sebelum mengeluarkan infaq secara online.

Karena pada dasarnya sesuatu yang memiliki dasar yang kuat akan memberi kepercayaan yang otomatis kepada orang untuk melakukannya. Begitu juga dengan infaq yang dikeluarkan secara online.

Baca juga: Urutan penerima infaq dan sedekah yang wajib diketahui

Sehingga, mempelajari rincian-rincian yang akan membentangkan akhir pada hukum infaq online sudah menjadi sebuah keharusan sebelum melakukannya. Berikut ini akan kami paparkan penjelasan mengenai hukum infaq online, ialah;

Hukum Infaq Online

Salah satu alasan yang mendasar dan mungkin secara logika kita membenarkan ketidakbolehan infaq yang dikeluarkan secara online, yaitu akad yang seharusnya ada dalam amalan tersebut.

Secara, akad dilakukan sebelum transaksi dilakukan dan bertatap muka. Sedangkan dalam benak kita, jika infaq dikeluarkan secara online maka infaq tersebut tidaklah sah sebab tidak ada tatap muka ketika akad dilakukan.

Pemikiran-pemikiran tersebut yang semakin membawa keraguan dan kegelisahan kepada munfiq untuk melakukan infaq online. demikian juga dikarenakan minimnya pemahaman akan hukum infaq online.

Karena ada kurang pahamnya kita tentang hukum infaq online, maka berikut ini kami jelas secara ringkas, yaitu;

Niat adalah Rukun Infaq

Selain adanya harta sebagai rukun terjadinya suatu transaksi infaq, maka ada satu yang paling utama dan tidak boleh diabaikan sebelum berinfaq. Karena jika rukun suatu amalan tidak terpenuhi, maka tidaklah sah amalan tersebut.

Rukun tersebut ialah niat. Niat dikatakan sebagai rukun infaq, karena dengan adanya niat maka amalan tersebut diterima dan mendapatkan balasan dari Alla sesuai dengan apa yang diniatkan dan dikeluarkannya.

Niat sebagai rukun daripada infaq yang dilakukan, jawab ini juga memperjelas pertanyaan sebelumnya. Hal demikian dikuat oleh pernyataan Ustadz Abdul somad, beliau menyatakan bahwa niat adalah rukun dari infaq yang dikeluarkan.

Sedangkan akad sendiri bukanlah bagian dari rukun infaq. Akad memiliki hukum sunah yang afdhal jika anda jika dilisankan atau diucapkan. Penjelasan itu memberi kita pemahaman bahwa jika tidak adanya akan, tidak akan membatalkan infaq.

Apalagi jika bentuk infaq tersebut dilakukan secara online alias tidak ada akad yang terjadi secara langsung atau bertatap muka. Dan infaq online yang dikeluarkan tetaplah sah walaupun transaksinya dilakukan secara online.

Baca juga: Keutamaan Infaq Subuh Langsung Mendapatkan Doa Mustajab Oleh Dua Malaikat

Karena dilakukan secara online, maka sebaiknya untuk memastikan kembali halaman platform online yang akan digunakan sebagai wasilah infaq yang dikeluarkan diterima oleh mereka yang berhak atas infaq tersebut.

Begitu juga dengan beberapa aplikasi infaq online atau dengan website resmi mereka yang menyediakan penyaluran dana infaq. Itu semua untuk tersalurkan dana tersebut sampai kepada tangan mereka yang memiliki hak atasnya.

Sedangkan hukum infaq online yang tidak harus bertatap muka antara pemberi dan penerima manfaat infaq itu boleh. Kita meunjuk kepada apa yang disampaikan oleh Syaikh Yusuf al Qardhawi.

Ulama kontemporer tersebut menyatakan bahwa pemberian zakat tanpa bersitatap langsung dengan penerima manfaat dari zakatnya. Pendapat ini tetap memberi hukum infaq online yang dilakukan tetaplah sah.

Kenapa demikian? Karena infaq merujuk kepada zakat yang diwajibkan untuk setiap muslim untuk membayarnya. Sehingga infaq yang sunah termasuk dari bagian tersebut, walau pernyataan kepada penerima manfaat tidak dilakukan secara eksplisit.

Baca juga: Cara Sedekah Subuh Bisa Dikerjakan Dari Rumah Secara Online

Tidak Mengurangi Nilai Ibadah

Satu hal lainnya yang membuat sebagian dari munfiq atau pemberi infaq ragu untuk melakukan transaksi online dalam berinfaq atau infaq online. Hal demikian terjadi karena adanya ketakutan bahwa amalan tersebut akan mengurangi nilai ibadahnya.

Iya, siapa yang tidak takut jika amalan yang dikerjakan tidak memiliki nilai ibadah di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala..???

Tentu semua tidak menginginkan itu terjadi!! Tapi karena kita akan mempelajari hukum infaq online, maka sebaiknya kita menepis keraguan tersebut.

Sebab, infaq yang dilakukan secara online tidak memberi pengaruh pada nilai ibadahnya dan nilai ibadah infaq tidak berkurang. Bisa jadi, dengan dikeluarkannya infaq secara online akan menghindarkan kita dari sifat riya dan semakin dicintai oleh Allah.

Sebab, Allah yang Maha Tau telah berfirman untuk menyembunyikan sedekah atau infaq yang dilakukannya. Karena hal demikian lebih baik daripada menampakkannya. Firman tersebut tercantum dalam surah Al Baqarah.

Dalam hal menyembunyikan atau merahasikan dan menampakkan infaq atau sedekah yang dilakukan ada sedikit perbedaan pendapat di antara para ulama dalam menafsirkan ayat ke 271 dalam surah al-Baqarah di atas.

Walau sedekah atau infaq dilakukan dengan cara ditampakkan, tapi dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka itu baik dan yang demikian sudah memenuhi makna dan maksud sedekah atau infaq.

Akan tetapi, jika sedekah atau infaq tersebut disembunyikan atau dirahasiakan, maka itulah yang lebih baik. Itulah tafsir yang dikemukkan oleh Syaikh As Sa’di terhadap ayat di atas.

Beliau juga menambahkan, bahwa ayat tersebut mengatakan bahwa sedekah atau infaq yang disembunyikan lebih baik dan utama daripada sedekah atau infaq yang ditampakkan.

Tapi akan berbeda hal ketika tidak jadi jadi bersedekah atau infaq dikarenakan ingin menyembunyikan harta tersebut. Dalam hal ini, menurut Syaikh As Sa’di bahwa mengeluarkan sedekah atau infaq secara terang-teranganya itu jauh lebih baik,

Kata beliau, baik sedekah atau infaq itu dilakukan secara terang-terangan atau dirahasiakan itu semua harus kembali kepada kemaslahatan yang akan didapatkan dikemudian harinya.

Sedangkan Ibnu Katsir berpendapat bahwa sedekah atau infaq yang dilakukan dengan secara sembunyi-sembunyi itu lebih afdhol. Pendapat beliau tersebut merujuk kepada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah.

Hadits tersebut tercantum dalam al-Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031. Dalam hadits tersebut diperlihatkan bahwa sedekah atau infaq yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi memiliki keutamaan tersendiri.

Menurut para ulama sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi adalah sedekah atau infaq sunnah karena itu lebih utama. Hal itu juga dilakukan untuk menghindari riya dan mendekatkan diri lebih dekat kepada keikhlasan dalam berinfaq.

Sedangkan untuk zakat yang hukumnya wajib, maka akan lebih afdhol ketika dilakukan secara terang-terangan. Pernyataan ini merunjuk kepada sabda Rasulullah tentang sholat sunah yang lebih baik dilakukan di rumah dan sholat wajib di Masjid.

Imam Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim bahwa istilah tangan kanan dan tangan kiri adalah majas (Kiasan) untuk menggambarkan bahwa sedekah atau infaq yang disebutkan dalam hadits tersebut benar-benar dilakukan secara diam-diam.

Online adalah alat transaksi

Hukum infaq online yang terakhir menyatakan bahwa online atau tanpa adanya pertemuan antara pemberi dan penerima infaq adalah sebuah media atau hanya alat transaksi saja.

Media online adalah saranan yang memberi kemudahan untuk bisa mengeluarkan infaq dimana saja, atau kapan saja dan yang paling penting kamu bisa menjaga diri dari sifat riya.

Seharusnya dengan kemudahan yang dituturkan oleh Ustad Zul Ashfi, S.S,I, LC. di atas memberi kita kenyamanan dan kemudahan sehingga semangat berinfaq terus ada pada diri kita.

Demikian pemaparan kami tentang hukum infaq online yang telah kami jelaskan secara rinci untuk mencapai satu kata sepakat terakhir, yaitu infaq yang dikeluarkan secara online itu sah.

Hukum infaq online itu diperbolehkan dengan beberapa pertimbangan yang telah dirincikan di atas. Semoga dengan pemaparan di atas menghilangkan keraguan kita terhadap infaq yang dilakukan secara online.

Penjelasan di atas juga memberi kita kesadaran untuk memanfaatkan kemudahan yang telah ditawarkan dan disediakan oleh media online di zaman kecanggihan tekhnologi yang semakin maju dari hari ke hari sekarang ini.

Manfaatkan kemudahan media onlinenya dan Ayo, terus berinfaq!!

Wallahu ‘alam

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?