Hukum Sedekah dengan Uang Haram Menurut Pendapat Para Ulama – Rumah Infaq

Rumahinfaq.or.id – Tentu tidak ada rumusnya sedekah pada orang yang jauh sementara anak istri atau keluarga dan orang tua itu sendiri telantar ya sobat? Nah sobat, bersedekah memang dapat menambah pahala bagi orang yang berhasil.

Allah berfirman: Orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari, secara sembunyi sembunyi dan terang terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka hati. ” [QS. Al Baqarah, 274].

Hukum Sedekah dengan Uang Haram
Hukum Sedekah dengan Uang Haram

Sedekah dengan Uang Haram

Banyak cara untuk keutamaan sedekah, seperti memberi uang kepada orang yang membutuhkan, mengisi kotak amal, dsb. Yang salah menjadi kaprah adalah, dari orang yang sedekah dengan uang haram, seperti uang hasil korupsi, mencuri, dsb.

Mungkin orang-orang tersebut berpikir dengan bersedekah dapat menghapus amal buruk dari orang-orang jahat yang terjadi tersebut.

Rasulullah Shalawat, “Sesungguhnya Allah itu bagus, tidak menerima kecuali dari yang bagus pula. Dan Rasulullah (saw) berkata, “Saya tidak percaya pada Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian.”, lalu berfirman: “Hai para Rasul, kamu dapat membeli yang baik dan berbuatlah kamu dapat pula. ” [Al Mu’minun, 51].

Dan firman “Orang yang percaya, makanlah yang baik dari rizqi yang telah Kami berikan kepada kalian. ” [QS. Al Baqarah, 172]. (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam sobatbnya Shahih muslim).

Dari firman Allah dan hadist Rasulullah tersebut dengan jelas ya sobat, bahwa Allah menyukai segala sesuatu yang bersih dalam artian bersih nilai, bersih, bersih cara mendapatkannya, dsb.

Dan harta dari uang haram itu sendiri tentu jelas bukan harta yang bersih ya sobat? bagaimana mungkin memberi kepada orang lain dan berharap mendapat hikmah dari hasil kejahatan?

Harta yang Tidak Bernilai dan Tidak Berpahala Jika Disedekahkan

Nah sobat, untuk lebih memahaminya lagi, harta haram itu sendiri ada beragam pembagiannya, yakni sebagai berikut menurut para ulama,

Harta yang haram secara zatnya. Contoh: alkohol, babi, benda najis. Artikel atau bagian ini membutuhkan sumber atau referensi yang muncul di publikasi pihak ketiga yang kredibel.

Harta yang haram karena berkaitan dengan hak orang lain. Contoh: hp curian, mobile curian. Sedekah harta semacam ini tidak diterima dan harta tersebut wajib dikembalikan kepada pemilik sebenarnya.

Harta yang haram karena pekerjaan. Contoh: harta riba, harta dari hasil dagangan barang haram. Sedekah dari harta jenis ketiga ini juga tidak diterima dan wajib membersihkan harta haram semacam itu. Namun apakah harta seperti ini disebut sedekah? Para ulama berselisih pendapat dalam masalah ini. Intinya, jika sedekah, tetap tidak diterima

Intinya sebagai berikut ya sobat:

Harta dari uang atau benda yang tidak halal cara mendapatkannya, misalnya mencuri, korupsi, menipu, dll.
Harta atau benda dari hasil riba dimana hasil riba didapat dari urang orang yang berhutang.
Harta atau benda yang haram dari segi dasar misalnya daging babi, alkohol, daging anjing, dsb.
Harta yang disedekahkan dengan niat riya dan bermaksud meminta balas budi di kemudian hari.

Nah sobat, jadi jelas ya sobat, bahwa huk sedekah dengan uang haram huknya dalam islam tidak dilarang, karena harta tersebut tidak baik dari awal cara mendapatkannya, sehingga tidak pantas jika diberikan kepada orang lain terlebih dahulu jika mengharap pahaak, tentunya tidak ada maknanya dalam islam .

Dalil Haramnya Sedekah dengan Uang Haram

Sedekah dengan uang haram sudah banyak dibahas dalam syariat islam ya sobat dari beragam dalil berikut nanti sobat akan memahami bahwa huk bersedekah dengan uang haram apapun juga dapat menyenangkan dalam islam sebab amalan mulia yang harus dilakukan dan dia yuk simak selengkapnya satu per satu untuk lebih memahaminya ya sobat.

1. Syekh Al Mubarakafuri dalam sobatb tuhfat Al Ahwadzi: Arti dari kata baik (Thayyib) di dalam hadits di atas adalah yang halal. Jadi, harta yang haram tidak dapat diterima oleh Allah, seperti komentar dari Syekh Al Mubarakafuri dalam sobatb tuhfat Al Ahwadzi, tentang arti baik (thayyib) dalam hadits di atas.

Lihat lebih banyak dari posting Imam Qurthubi di FacebookSesungguhnya Allah tidak menerima Shadaqah / zakat dengan harta yang haram, karena harta haram milik orang yang bersedekah, dan tidak dimiliki untuk menggunakannya. [Tuhfat Al Ahwadzi, Syarah sunan tirmidzi].

2. Dari Ibnu Umar RA: ”Allah tidak akan menerima menerima Shalat orang yang tidak bersuci, dan tidak menerima sedekah / zakat dari harta ghulul (hasil curian atau korupsi).” [Shahih muslim bab Wujuub At Taharah li As Shalat].

3. (Musnad Ahmad 1/387). “Seorang hamba memperoleh harta haramnya seolah-olah diberkahi dan menyedekahkannya semua hartanya seolah-olah menerima bantuan itu sehingga mendorongnya masuk ke neraka, sesungguhnya Allah tidak akan menghapuskan kesedihan dengan melihat. sebenarnya kenistaan ​​tidak akan menghapuskan kenistaan”

4. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, n “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik).” (HR.Muslim no. 1015).

5. (SDM. Muslim tidak. 1014). “Silakan baca forum dan lihat apa, jika ada, posisi kami untuk fitur dan kemudian ikuti prosedur yang diberikan di sana.”

6. (QS. Al Mu’minun: 51). “Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sebenarnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan free.’”

7. (QS. Al Baqarah: 172). “Ya Tuhanku, ya Tuhanku! Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?“(HR.Muslim no.1014)

Jika Seseorang Telanjur Sedekah dengan Harta Haram

Jadi, saya mendapatkan ide, dan melihat mereka mengeluarkannya, itu sangat menyenangkan. untuk memberikan dimensi ketiga kepada pria itu.

Jika bersedekah atas nama pencuri, sedekah tersebut diterima, bahkan ia bersalah karena memanfaatkannya. Pemilik sebenarnya tidak mendapatkan pahala karena tidak ada niatan dari dirinya. Demikian pendapat mayoritas ulama.

Jika bersedekah dengan harta haram tersebut atas nama pemilik sebenarnya ketika ia tidak mampu mengembalikan pada pemiliknya atau ahli warisnya, maka ketika itu diperbolehkan oleh kebanyakan ulama di antaranya Imam Malik, Abu Hanifah dan Imam Ahmad.

Jika Anda kesulitan melihat gambar, klik gambar untuk mendengar versi audio.

Kesimpulan

Dari segala pembahasan yang telah diulas di atas, dapat diambil kesimpulan berikut ini sobat,

Sedekah adalah amal yang sangat dicintai Allah sebagai penyuci harta dan pelancar jalan rezeki dan kebahagiaan dunia akherat.
Sedekah harus dilakukan dengan harta atau benda yang berasal dari uang yang halal.

Sedekah dari uang atau hasil benda mencuri, korupsi, menipu, dsb tidak sah dan tidak mengurangi dosa akibat buruk yang merugikan tersebut.
Sedekah dengan harta haram apapun niatnya dan caranya tidak diizinkan dalam islam.

Bagi pencuri atau pendosa yang tidak ingin membuang harta haramnya dapat dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan namun tidak dianggap sedekah, hanya sebagai jalan untuk bertaubat jika memang hasil harta haram tersebut tidak dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

Jika Anda belum pernah menembak, Anda berhutang pada diri sendiri untuk mencobanya. Demikian yang dapat disampaikan penulis, sampai jumpa di artikel islam berikutnya Terima kasih.

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?