Ini Dia Hikmah Sedekah Bagi Kehidupan Manusia Dalam Islam

Rumahinfaq.or.id – Sedekah tidak hanya dari sebatas beri – memberi, akan tetapi ada banyak sekali hikmah sedekah yang bisa kita dapat dan rasakan dalam kehidupan beragama, berikut adalah diantaranya;

hikmah sedekah
hikmah sedekah

Menguatkan Iman
Ibadah menjadi sarana pengabdian seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sedekah dalam Islam juga menjadi salah satu perintah kepada setiap ummat muslim. Bersedekah yang dikerjakan dengan niat ikhlas ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan kian memperkuat keimanan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Meningkatkan Kualitas Empati Sosial
Sedekah merupakan sebuah proses memberikan apa yang kita punyai baik itu dari segi materi atau juga non materi terhadap orang yang sangat memerlukan. Beramal hal yang demikian tersebut tidak hanya dikerjakan untuk menolong orang lain yang dalam kesulitan, akan tetapi dia juga melatih rasa empati kita kepada orang lain yang terkhususnya kepada penerima zakat atau sedekah tersebut.

Menghindari Diri dari Sikap Kikir
Salah satu sifat buruk yang sangat tidak disukai manusia yaitu kikir, maka hal yang seperti ini mesti harus dihindarkan. Karena sebagai makhluk sosial, sudah tidak semestinya lagi kita mempunyai sifat sombong dengan berpendapat jika yang harta yang kita punyai merupakan hasil dari usaha kita saja tanpa menyadari campur tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hal yang buruk atau juga hal yang baik yang terjadi pada diri kita mesti disadari apabila terdapat campur tangan dari Allah SWT dan juga campur tangan dari orang lain. Sehingga hal yang utama bersedekah yang kita lakukan adalah akan menjauhkan diri kita dari yang namanya sikap kikir.

Sarana untuk Menyembuhkan Penyakit
Nabi Muhammad ShollAllahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda tentang hikmah sedekah, “jagalah hartamu dengan zakat, dan obatilah orang yang sakit (dari kalanganmu) dengan cara perbanyak sedekah, dan persiapkan do’a untuk menghadapi datangnya bencana.” (H.R. Ath-Thabrani).

Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam telah bersabda apabila kita sebagai ummat manusia harus menjaga dan membentengi harta kita yaitu dengan cara berzakat atau juga bersedekah, karena dengan cara inilah maka penyakit tersebut dapat disembuhkan in syaa Allah.

Baca juga: Niat Zakat Fitrah

Meringankan Sakaratul Maut
Tidak cuma pahala sedekah di hari Jumat yang dapat kita kerjakan, akan tetapi dengan mengerjakan sedekah sebanyak mungkin, ini mengistilahkan kita untuk meringankan kesengsaraan yang kelak akan kita rasakan pada saat sakaratul maut. Karena dengan sedekah, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menghapuskan dari perasaan dan sifat sombong di dalam Islam dan egois orang yang mengerjakan sedekah tersebut.

Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam telah bersabda tentang hikmah sedekah, “Sedekah dari seorang Muslim itu meningkatkan kualitas (hartanya) pada masa kehidupannya. Dan juga meringankan kesengsaraan pada saat maut (Sakaratul maut), dan melaluinya (sedekah) Allah menghilangkan perasaan sombong dan egois.” (Fiqh-us-Sunnah vol. 3, hal 97).

Mengabulkan Hajat
Untuk anda yang mempunyai hajat tertentu dan ingin cepat dikabulkan, maka cara yang dapat ditempuh adalah dengan cara mengerjakan sedekah, karena hikmah sedekah itu banyak sekali. Baik sedekah online, sedekah subuh dll.

Menjauhkan Bencana
Sedekah juga akan memberikan pelajaran yang sangat luar biasa bagi para pelakunya yaitu menghindarkan diri dari segala jenis macam mara bahaya yang mendekat. Sekalipun pelaku sedekah tersebut merupakan seorang pendosa, kafir maupun dzhalim dan dapat menghadapi musibah dalam Islam dengan cara yang baik. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menjauhkan bencana dari orang yang mengerjakan sedekah tersebut.

Memperbanyak Rezeki
Walapun kita mengeluarkan sedekah itu dalam bentuk materi atau juga non materi, akan tetapi ada pelajaran yang sangat berharga yang dapat kita peroleh yakni memperoleh rezeki yang lebih banyak lagi. Karena amal sedekah tersebut dan juga diikuti dengan dzikir pembuka pintu rezeki. Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda tentang hikmah sedekah yang artinya: “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah), yaitu dengan cara mengeluarkan sedekah.” (HR. Al-Baihaqi)

Mendapatkan Naungan Nanti pada Hari Kiamat
Hal yang perlu diingat ialah naungan untuk orang iman pada hari kiamat menurut Islam kelak adalah sebab sedekah yang telah dikerjakan. Ini menjadi salah satu hikmah sedekah diantara sekian banyak hikmah sedekah yang dijelaskan dalam Hadits.

Menghapuskan Dosa
Manfaat dari sedekah juga akan menghapuskan dosa besar dalam Islam yang telah kita lakukan, walaupun dosa tersebut tidak bisa dihapuskan begitu saja tanpa disertai amalan yang baik dan perbuatan taubat. “Sedekah itu bisa menghapuskan dosa sebagaimana air bisa memadamkan api“.(HR. At-Tirmidzi).

Pemisah Diri Dari Api Neraka Jahannam
Bersedekah tak cuma dikerjakan dengan mengeluarkan uang, tapi juga bisa berupa pakaian, makanan dan hal lainnya yang akan menjadi pemisah kita dengan api neraka Jahannam pada saat kiamat datang.

Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam telah bersabda tentang hikmah sedekah yang artinya: “Jauhkanlah dirimu dari api neraka meskipun cuma hanya dengan (sedekah) sebutir kurma“. (Muttafaqun ‘alaih)

Memanjangkan Umur
Sedekah yang kita kerjakan, tanpa disadari itu sebenarnya akan menambahkan atau memanjangkan umur kita. Sekaligus menghindarkan kita dari merasakan mati yang buruk(su’ul khotimah), dan juga sekaligus menghidarkan kita dari berbagai sifat yang tidak baik yang ada dalam diri kita.

Sesungguhnya, di dalam bersedekah itu ada lima perkara yang dapat kita peroleh didalamnya, yaitu menambahkan kekayaan harta, menjadi obat penyakit, menjauhkan diri kita dari marabahaya, akan melalui jembatan shiratal mustaqim dan juga yang paling utama adalah ia akan dapat memasukkan kita ke syurga-Nya Allah tanpa perlu lagi dihisab dan menerima azab yang pedih.

Sehingga bersedekah sudah sepatutnya dikerjakan dan dilakukan untuk mendapatkan banyak ganjaran pahala di dalamnya. Amalan sedekah juga termasuk ke dalam salah satu amal kebaikan yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pun memerintahkan kepada umatnya agar senantiasa melakukan amalan yang mulia ini.

Sedekahpun lebih utama dilakukan, sebab manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh si pemberi, akan tetapi juga bisa dirasakan oleh orang lain. Artinya orang yang memberi bisa memperoleh ganjaran pahala sekaligus pelajaran yang sangat besar. Yang menerimanya juga pun memperoleh banyak manfaat dari pemberian tersebut.

Ditambah lagi seandainya wabah Virus Corona-19 ini ingin segera diangkat dari muka bumi ini, sedekahlah yang semestinya jadi solusi.

Ibnul Qayyim Rahimahullah Ta’ala berkata bahwasanya manfaat dari sedekah itu begitu banyak, Allah saja yang dapat menghitungnya.

Di antara manfaatnya ialah, “Sungguh amalan sedekah itu merupakan sebab terhalangnya seseorang dari mati yang buruk, mencegah dari marabahaya (musibah atau bala), hingga sedekah itu menjaga dari orang-orang yang dzhalim.

As-syaikh Ibrahim An-Nakha’i Rahimahullaah mengatakan bahwasanya, ‘Orang-orang dulu mempunyai anggapan bahwasanya sedekah itu akan menjaga diri dari orang-orang yang gemar berlaku dzhalim.

’Sedekah juga akan mendatangkan rezeki, membuat hati gembira, menjaga harta, menghapus dosa, dan juga mengakibatkan hati yaqin dan selalu berhusnuddzon billah (selalu berbaik sangka terhadap Allah).” (‘Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin, hlm. 313).

Waktu Terbaik untuk Sedekah
Mumpung saat ini kita masih diberi nikmat sehat dan punya peluang untuk sedekah, yuk, bersedekah. Dari Abu Hurairah RadhiyAllahu‘anhu, ia mengatakan bahwasanya ada seseorang yang menjumpai Nabi Muhammad shallallahu ‘Alaihi wa sallam, lalu ia berkata, yang artinya:

“Wahai Rasulullah, sedekah manakah yang lebih besar ganjarannya?” lalu Nabi Muhammad ShollAllahu alaihi wa sallam menjawab, “Kamu bersedekahlah di saat kamu masih sehat, di saat kamu takut menjadi fakir, dan di saat kamu mempunyai angan-angan untuk menjadi orang kaya.

Janganlah juga kamu menunda-nunda sedekah itu, sampai jika nyawamu sudah sampai di tenggorokan, barulah kamu berkata, ‘Untuk si fulan sekian dan untuk si fulan sekian, sedangkan harta itu telah jadi hak si fulan.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032).

Sejuta Keajaiban Dari Sedekah
Sedekah, dari mendengar namanya saja semua orang pasti telah mengetahui keutamaannya. Sedekah itu sendiri berasal dari As-Shidq, yang maknanya adalah jujur. Seorang Muslim maupun Muslimah yang mengeluarkan sebagian hartanya, berarti ia sudah membuktikan kejujurannya di dalam beragama.

Bagaimana tidak, harta yang itu merupakan bagian diantara lainya yang dia cintai dalam hidupnya, mesti dia berikan kepada pihak lain. Karena itulah, Nabi Muhammad shallAllahu ‘alaihi wa sallam menyebut sedekah itu dengan ‘burhan’ atau (bukti).

Di dalam hadist dari Abu Malik Al-Asy’ari, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang hikmah sedekah yang artinya; “Sholat itu merupakan Nur (cahaya), dan sedekah itu merupakan bukti, sabar itu merupakan sinar panas, adapun Al-Quran itu dapat menjadi pembelamu (di hari kiamat) atau juga sebaliknya, menjadi penuntutmu.” (HR. Muslim 223).

Sedekah disebut ‘burhan’ sebab sedekah menjadi bukti kejujuran dan kebenaran iman seseorang. Artinya, sedekah dan pemurah itu identik dengan sifat dan perilaku seorang mukmin. Dan juga sebaliknya, kikir dan pelit dari apa yang dimiliki identik dengan sifat dan perilakunya orang munafik.

Dari itulah, sesudah Allah menceritakan sifat orang yang munafik, kemudian Allah lanjutkan dengan perintah supaya orang yang beriman memperbanyak sedekah. Di dalam surat Al-Munafiqun, Allah Ta’ala berfirman; “Infaqkanlah dari sebagian apa yang Aku berikan terhadap kalian, sebelum ajal mendatangi kalian.

Baca juga: Pengertian Infaq Sedekah dan Keutamaannya

Lalu kemudian dia meng-iba: “Ya tuhan, andai Engkau mengakhirkan ajalku sedikit saja, supaya aku dapat bersedekah dan aku akan menjadi orang yang shaleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10).

Untuk itulah, seorang hamba cuma akan memperoleh hakekat kebaikan yaitu dengan bersedekah, memberikan apa yang dia cintai.

Hadist Pembahasan Tentang Keajaiban dari Bersedekah
A. Dari Ibnu Mas’ud RadhiyAllahu Ta’ala ‘Anhu, bahwasanya Nabi Muhammad ShollAllahu ‘Alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Sedekah yang dilakukan dengan sembunyi, maksudnya tidak diketahui oleh orang lain (tidak Ria’), maka sedekah itu dapat membuang murka Allah” (Shohih At-Targhib, 888)

B. Dari Ka’ab bin Ujrah RadhiyAllahu Ta’ala ‘Anhu, Nabi Muhammad shallAllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
والصدقة تطفىء الخطيئة كما يطفىء الماء النار
Sedekah bisa menghapuskan dosa, sebagaimana halnya air bisa memadamkan api. (Shohih At-Targhib, 866)

C. Dari Uqbah bin Amir RadhiyAllahu Ta’ala ‘Anhu, Bahwasanya Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi wa sallam pernah bersabda tentang hikmah sedekah yang artinya:
“Keutamaan sedekah itu dapat memusnahkan panasnya azab kubur untuk yang mengerjakannya. Nanti pada hari kiamat, seseorang yang beriman dia akan berlindung di bawah naungan dari sedekahnya tersebut.” (Silsilah As-Shohihah, 3484).

Yazid, merupakan salah seorang perawi yang membawakan hadis ini, menyebutkan: ‘Dahulu si Martsad, tiap kali mengerjakan satu dosa pada hari itu maka dia akan bersedekah dari apa yang dia punya, walaupun cuma dengan secuil kue atau juga bawang.’ (As-Silsilah As-Shohihah, 872).

D. Dari As-Syaikh Al-Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘Anhuma mengatakan bahwasanya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda tentang hikmah sedekah yang berbunyi,
داووا مرضاكم بالصدقة
“Obatilah orang yang sakit di antara kalian yaitu dengan bersedekah.” (Shohih At-Targhib, 744).

Ibnu Syaqiq rahimahullah menyebutkan, bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Ibnul Mubarak rahimahullah – gurunya Al-Imam Bukhari: “Saya mempunyai luka di bagian lutut selama tujuh tahun, sudah mencoba diobati dengan beraneka macam cara, dan juga telah berkonsultasi kepada dokter dan tidak juga ada perubahan.
’Ibnul Mubarak memberi saran, ‘Buatkanlah sumur di sebuah daerah yang sangat memerlukan air. Saya menginginkan akan mewujudkan sumber air dan menyumbat darah yang keluar.’ Lalu Diapun mengerjakannya dan kemudian ia sembuh. (Shohih At-Targhib)

E. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda tentang hikmah sedekah yang artinya,
“Ada dua Malaikat yang turun ke bumi setiap pagi (waktu fajar), lalu Malaikat itu berdo’a kepada Allah. Malaikat pertama memohonkan doa kepada Allah, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang memberikan nafkah’, sedangkan Malaikat satunya lagi berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang pelit.’ (HR. Bukhari & Muslim).

Baca juga: Keutamaan Sedekah Subuh

F. Dari Al-Harits Al-Asy’ari radhiyAllahu Ta’ala ‘anhu, Bahwasanya Nabi Muhammad shallAllahu ‘alaihi wa sallam menceritakan perihal wasiat Nabi Yahya terhadap bani israil. Salah satu isi dari wasiat itu ialah, Nabi Yahya mengatakan bahwasanya, “Aku perintahkan kalian untuk banyak-banyak bersedekah.

Gambaran sedekah itu seperti orang-orang yang ditawan oleh musuhnya dan kedua tangannya diikat pada lehernya. Pada saat mereka hendak dipenggal kepalanya, dia bertanya: ‘Bisakah aku tebus diriku hingga tidak jadi kalian bunuh?. Kemudian dia memberikan apa yang dia punya, sedikit atau banyak, hingga dia sukses atau berhasil menebus dirinya. (Shohih At-Targhib, 877).

Alangkah luar biasanya dampak dari sedekah, semua dosa dan kekhilafan yang dikerjakan manusia itu adalah merupakan ancaman bagi dirinya. Perbuatan dosa itu cepat maupun lambat akan membinasakan dirinya sendiri. Akan tetapi dia dapat selamat dari ancaman ini yaitu dengan memperbanyak bersedekah, hingga dia dapat bebas dari api neraka jahannam.

G. Sedekah sama sekali tidak mengurangi harta kita, itu adalah jaminan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau telah bersabda tentang hikmah sedekah yang artinya, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta” (HR. Muslim).

H. Dari Umar bin Khatab radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, beliau mengatakan,“Pernah diceritakan kepadaku bahwasanya tiap amal akan saling dibanggakan. Lalu kemudian amal sedekah berkata: ‘Saya yang lebih utama diantara kalian’” (Shahih At-Targhib).

Hadist di atas cuma beberapa riwayat yang menjelaskan keajaiban sedekah. Masih sangat banyak riwayat yang lainnya yang menjelaskan tentang keajaiban dari Sedekah.

Mengingat demikian dari besarnya keutamaan amalan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi ijin kepada ummatnya untuk mengharapkan kenikmatan yang Allah berikan terhadap dua jenis manusia. Salah satunya ialah orang yang Allah berikan harta, dan dia gemar bersedekah siang dan malam. (HR. Bukhari & Muslim).

Sedekah yang Lebih Utama
Sedekah dengan banyak keutamaan di atas, tentu saja nilainya juga mempunyai tingkatan sesuai dengan kondisi tatkala bersedekah. Berikut adalah beberapa diantara kondisi yang mengakibatkan sedekah kita nilainya lebih utama dibanding sedekah yang normal pada umumnya.

  1. Sedekah dengan cara rahasia: Merahasiakan atau menyembunyikan sedekah itu akan lebih mendekati kepada ikhlas. Sebab itulah nilainya pun lebih besar dari pada sedekah yang diketahui oleh orang lain. Allah Ta’ala berfirman, “Jika engkau menampakkan sedekah (mu) itu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu merahasiakannya(menyembunyikannya) dan kamu berikan terhadap orang-orang yang fakir, maka merahasiakannya itu lebih baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 271).
  2. Sedekah tatkala masih sehat, kuat, dan memiliki keinginan untuk hidup lebih lama:Dari Abu hurairah radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa sallam, ‘Sedekah yang seperti apakah yang lebih besar pahalanya?’ lalu beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:“Yaitu, sedekah dikala kalian masih sehat, masih cinta urusan dunia, takut miskin dan punya kemauan kuat untuk jadi kaya raya. Jangan kamu menunda-nunda sedekah sampai ruh berada di tenggorokan, lalu kemudian kamu mengatakan: ‘Untuk si A sekian, si B sekian, padahal itu telah menjadi haknya orang lain (melalui warisan).’ (HR. Bukhari & Muslim)Ketika masih sehat, muda, pada umumnya manusia masih sangat membutuhkan harta, dan cinta kepada harta dan kekayaan. Bersedekah pada saat situasi tersebut akan sangat memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang lebih besar untuk melawan hawa nafsunya, dari pada sedekah yang dikerjakan oleh orang yang tidak lagi mempunyai harapan banyak dengan kehidupan dunia sebab usia nya yang sudah tua.
  3. Sedekah yang diberikan sesudah menunaikan kewajiban nafkah keluarga:Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik dari sedekah itu ialah harta dari sisa bagian setelah dari nafkah keluarga. Awalilah dari orang yang wajib kamu nafkahi.” (HR. Bukhari & Muslim)Sedekah ini mempunyai nilai yang lebih baik, sebab ia dikerjakan tanpa menelantarkan kewajibannya. Mengingat kaidah baku dalam syariat, amal yang wajib lebih diutamakan dibandingkan amal yang sunnah.
  4. Sedekah pada waktu krisis:Orang yang mempunyai sedikit harta, akan tetapi dia berani untuk bersedekah, menunjukkan keseriusannya di dalam beramal, disamping sikap istiqamah yang dia kerjakan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “1 dirham itu dapat mengalahkan 100 ribu dirham.” Lalu kemudian para sahabat bertanya, ‘Bagaimana bisa demikian wahai rasulullah’, “Yakni ada orang punya uang 2 dirham, lalu dia sedekahkan 1 dirham tersebut. Sementara itu ada orang yang mempunyai banyak harta, lalu dia mengeluarkan senilai 100 ribu dirham untuk sedekah.” (HR. Nasai dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
  5. Nafkah kepada keluarga:Barangkali banyak dari kepala keluarga yang masih belum terbayang, rupanya nafkah yang kita berikan terhadap keluarga sejatinya itu dapat bernilai pahala. Dengan persyaratan, dikerjakan dalam rangka mengharapkan pahala disisi Allah.Malahan nafkah kepada keluarga yang diniatkan untuk beribadah kepada Allah, nilainya lebih utama dan lebih besar dari pada yang diberikan untuk orang yang miskin. Sebab nafkah kepada keluarga itu hukumnya wajib.
  6. Sedekah kepada kerabat: Sedekah kepada kerabat ini lebih utama sebab nilainya dua: sedekah sekalian memperkuat tali silaturrahim. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Sedekah kepada orang yang miskin itu hanya dinilai sebagai sedekah. Dan Sedekah terhadap kerabat nilainya dua: sedekah dan menyambung tali silaturrahim. (HR. Ahmad, Nasai, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Seperti yang dikatakan oleh pepatah, tangan yang diatas lebih baik dibandingkan tangan yang ada dibawah. Menerangkan bahwa apabila sedekah di dalam Islam ia merupakan suatu amalan yang penting untuk dikerjakan, terkhususnya apabila termasuk dalam golongan orang yang mampu.

Donasi Sekarang



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?