Jangan Asal Berqurban Tanpa Tau Apa Saja Syarat dalam Berqurban!

Rumahinfaq.or.id – Tentu saja sudah tidak asing lagi bukan dengan yang namanya syarat dalam suatu amal ibadah, begitu pun syarat qurban dalam ibadah qurban atau menyembelih hewan qurban di hari raya Idhul Adha dan tiga hari tasyrik.

Berbicara tentang syarat, pada pembahasan sebelumnya kita sudah pernah menginggung sub tema tentang hukum qurban yang akan kita bahas lebih rinci di pembahasan selanjutnya. Begitu juga syarat sapi dan kambing qurban.

syarat qurban
syarat qurban

Nah, sekarang kita akan membahas syarat qurban lebih luas!

Orang yang menyembelih hewan atau berqurban haruslah beragama Islam, sebagai syarat sahnya ibadah qurban. selain itu ada beberapa syarat-syarat lain yang juga harus dipenuhi bagi orang yang hendak melakukan qurban.

Penasaran, apa syarat qurban?

Yuk, kita belajar bersama tentang syarat qurban berikut ini!

A. Syarat Qurban bagi Orang Muslim

Seorang Muslim yang hendaknya menjalankan ibadah qurban di hari raya Idhul Adha, haruslah memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan dalam syari’at Islam. Berikut ini syarat-syaratnya;

1. Muslim

Berqurban adalah salah satu cara seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Sang Pendidikan, Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh karena itu, kewajiban qurban bagi mereka yang mampu menjalankannya ini hanya dimiliki oleh orang yang beragama Islam atau seorang Muslim.

Sehingga, selain orang yang beragama Islam atau kafir tidaklah memiliki kewajiaban dalam berqurban di hari raya Idhul Adha.

Baca juga: Daftar Harga Kambing Qurban Idhul Adha 2022 dari Rumah Infaq

2. Mampu

Sebagai salah satu mendekatkan diri kepada Allah, qurban ini merupakan amal ibadah yang dijalankan sebagaimana halnya sedekah. Walaupun sedekah memiliki makna yang lebih luasa daripada qurban yang hanya berkaitan dengan pengembelihan hewan qurban.

Kenapa demikian?

Karena baik sedekah maupun berqurban merupakan anjuran yang diperintahkan kepada Muslim yang memiliki kelebihan finansial atau harta yang dalam hal qurban yaitu orang yang mampu untuk membeli hewan qurban.

Kemampuan tersebut dapat dalam bentuk patungan yang apabila berkaitan dengan hewan qurban yang bisa dibeli secara patungan, yaitu sapi/kerbau atau unta, atau bentuk pembelian hewan qurban secara perorangan, yaitu kambing dan domba.

Walau pun seserang tersebut mampu untuk membeli hewan qurban tapi belum menyelesaikan kewajiban nafkah atas keluarganya, maka orang tersebut dikatakan belum mampu untuk berqurban.

Sehingga, dapat dikatakan orang yang sudah menyelesaikan kewajiban nafkah atas keluarganya dan masih memiliki sisa hartanya untuk berqurban, maka orang tersebut dapat termasuk orang-orang islam yang mampu dalam berqurban.

3. Baligh dan berakal

Walaupun seperti ibadah sedekah, ibadah qurban lebih diutamakan untuk orang dewasa atau seseorang yang sudab memasuki usia baligh dan berakal sehat.

Sehingga keharusan dalam berqurban dimiliki oleh orang yang baligh dan berakal dan bukan untuk belum baligh atau tidak berakal.

Baca juga: Daftar Harga Sapi Qurban Idhul Adha 2022 dari Rumah Infaq

B. Syarat Hewan yang akan Dikurbankan

Jika membahas masalah qurban, maka kita tidak akan lupa tentang hewan qurban. Sebab qurban juga dikatakan sebagai bentuk amalan yang dikerjakan dengan menyembelih hewan qurban.

Walau qurban berkaitan dengan hewan yang akan disembelih nantinya, namun tidak semua jenis hewan termasuk dalam hewan qurban. Hewan yang dapat digunakan sebagai hewan qurban harus memenuhi syarat-syarat berikut;

1. Hewan qurban haruslah merupakan hewan ternak, yaitu sapi atau kerbau, unta, kambing, atau domba.

2. Hewan qurban haruslah hewan yang sudah cukup umur, yaitu;

  • Kambing atau domba harus yang sudah berumur 1 tahun atau lebih,
  • Sapi atau kerbau haruslah sudah memiliki umur dengan minimal 2 tahun,
  • Unta ialah yang sudah berumur dengan menimal 5 tahun.

3. Hewan qurban haruslah yang memiliki kondisi fisik dalam masa prima, sehat, gemuk, tidak cacat, tidak pincang, dan tidak buta.

Sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits yang ditulis oleh Ibnu Hajar dalam kitab Bulughul Marom;

وَعَنِ اَلْبَرَاءِ بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: – “أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي اَلضَّحَايَا: اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوَرُهَا, وَالْمَرِيضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا, وَالْعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرَةُ اَلَّتِي لَا تُنْقِي” – رَوَاهُ اَلْخَمْسَة ُ . وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّان َ

Dari Al Bara’ bin ‘Azib RA berkata, Rasulullah SAW pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, “Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, sakit dan tampak jelas sakitnya, pincang dan tampak jelas pincangnya, sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.”

Selain syarat-syarat di atas, qurban dengan menggunakan hewan qurban berupa unta, sapi atau kerbau dapat dilakukan secara patungan oleh 7 orang untuk membeli 1 hewan qurbannya.

Dan juga boleh 1 orang melakukan qurban dengan 1 hewan qurban. sedangkan untuk hewan qurban berupa kambing atau domba hanya dapat digunakan oleh 1 orang untuk 1 hewan qurban.

Baca juga: Ayo Qurban Online di Hari Raya Bersama Rumah Infaq!!!

C. Syarat Pelaksanaan Kurban

Hal yang membedakan sedekah dan qurban adalah sedekah dapat dilakukan kapan saja dan ada beberapa waktu tertentu yang lebih utama untuk dikerjakannya. Akan tetapi, qurban hanya dapat dikerjakan di waktu yangs udah ditentukan dan hal ini menjadi keistimewahannya.

Syari’at Islam menetapkan hari raya Idhul Adha pada 10 Dzulhijjah dan 3 hari tasyik, yaitu 11, 12 dan 13 Dzulhijjah setelah dilaksanakannya shalat idhul Adha. Sehingga, apabila dikerjakan di luar hari yang sudah ditetapkan, maka penyembelihan hewan tersebut dianggap sebagai sedekah.

Uniknya, orang melaksanakan qurban boleh menyembelih hewan qurbannya sendiri, jika orang tersebut mampu.

Namun jika, orang tersebut tidaj memiliki kemampuan untuk menyembeli hewan qurbannya, maka dapat diwakilkan kepada orang Muslim lainnya yang paham adab dan tata cara penyembelihan hewan qurban.

D. Syarat Pembagian Daging saat Berkurban

Selaian sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, qurban juga bertujuan untuk dapat berbagi kepada orang-orang yang dalam keadaan kurang mampu.

Akan tetapi, pembagian daging hewan qurban tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sebab masalah pembagian daging hewan qurban sudah memiliki ketetapan sendiri dalam syari’at Islam.

Menurut para Ulama, daging hewan qurban harus dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu secara keseluruhan ketika sudah adanya kewajiban untuk berqurban atas seorang Muslim.

Sedangkan untuk orang yang melakukan qurban atas daging qurban tersebut tidak diperbolehkan untuk mengambilnya sedikit pun.

Namun berbeda ketika seorang Muslim yang belum ada kewajiban berqurban tapi tetap melaksanakan qurban, maka disunnahkan baginya untuk mengambil dan memakan sebagian dari daging qurbannya.

Dan orang tersebut disebut sebagai pelaksana ibadah qurban sunnah. Sehingga dalam pembagian daging qurbannya harus memenuhi syarat-syarat berikut;

  • 1/3 bagian dari daging qurban untuk orang yang melaksanakan qurban,
  • 1/3 bagian dari daging qurban untuk sedekah kepada seseorang yang dalam keadaan kurang mampu untuk melakukan qurban,
  • 1/3 bagian dari daging qurban untuk hadiah bagi siapa pun yang dikhendaki oleh orang yang melakukan qurban.

Syarat lain dalam pembagian daging hewan qurban ini adalah daging yang dibagikan haruslah daging yang dalam keadaan mentah atau belum diolah.

Selain itu, hewan yang digunakan untuk berqurban tidak boleh dijual oleh siapapun, baik dari daging, bulu, atau pun kulit dari hewan qurban tersebut dan ini dihukumi haram.

Demikian pembasan kami mengenai syarat qurban. semoga artikel ini bermanfaat untuk #sahabatrumi.



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?