Kunci-kunci Membuka Pintu Rezeki yang Berkah dan Diridhoi Allah

Rumahinfaq.or.id – Setiap orang pasti mendambakan rezeki yang banyak dan melimpah, tapi banyak dan melimpah belum tentu berhak. Berkah itu penting, sebab itu salah satu ciri orang yang bahagia. Lalu bagaimana kunci rezeki berkah itu?

Pengasuh Pondok Pesantren Ketitang Cirebon, KH Ahmad Zuhri Adnan mengatakan bahwa dalam al-Quran sudah banyak ayat yang berbicara tentang kunci rezeki berkah.

kunci rezeki berkah
kunci rezeki berkah

Sebab sebaik-baiknya rezeki adalah rezeki yang penuh dengan keberkahan. Bukan hanya sekedar banyak jumlahnya saja, sebab banyak belum tentu cukup tapi kalau berkah pasti akan cukup dan akan terasa kelapangannya.

Ada 4 tanda rezeki yang berkah yaitu harta itu dirasakan cukup, memberi ketenangan kepada pemiliknya, mampu mendekatkan diri pemiliknya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Harta atau rezeki tersebut juga dapat memberi manfaat kepada orang lain, sehingga manfaat harta atau rezeki yang didapatkan dari usaha dan kerja kerasnya itu tidak hanya dirasakan sebatas dirinya saja.

Baca juga: Keutamaan Sedekah dan Doa Malaikat untuk Orang yang Sedekah Subuh

Sudut Pandang Manusi tentang Rezeki

Berbricara tentang keberkahan rezeki, maka kita akan diingatkan dengan doa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yang diriwayatkan oleh al-Hakim.

Dari penyataan tersebut, maka aka nada 2 tipe sudut pandang manusia tentang rezeki, yaitu sebagai berikut;

1. Memiliki pandangan akan rezeki sebagai hasil dari kerja keras dan usahanya sendiri.

Ketika seseorang berpandangan seperti pada pandangan tipe pertama ini, maka ia akan melihat apa yang dihasilkannya adalah buah dari apa yang mereka usahakan dan kerjakan.

Pendapatan tersebut dianggapnya sebagai hasil dari kompetensinya, sehingga banyak sedikitnya rezeki tergantug dari besar kecilnya kompeten tersebut.

Pandangan ini akan menihilkan Allah sebagai pemberi rezeki dan seseorang yang berpandangan seperti tipe ini akan mudah khawatir akan kehilangan rezekinya.

Hatinya tidak akan tenang memikirkan tentang harta dari rezeki tersebut. Niat ia bekerja pun bukan karena Allah semata. Sehingga segala cara akan dihalalkannya untuk mendapatkan harta tersebut.

Haram dan halal tidak lagi dihiraukannya, hanya bagaimana harta tersebut didapatkannya. sebab hatinya tidak terpaut kepada Pemberi Rezeki Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

2. Memiliki pandangan tentang rezeki sebagai bentuk titipan Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Berbeda dengan tipe sudut pandang yang pertama, tipe yang kedua ini menejadikan rezeki sebagai hanya sebatas titipan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mereka akan bekerja dengan kesungguhannya sebab itu didasarkan dengan niat karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata dan sebagai bentuk ibadahnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Karena merasa harta atau rezeki tersebut hanya titipan Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja, maka hatinya akan tenang. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Hasan Al Bashri.

Bersebab adanya kesadarannya tersebut, para pencari rezeki akan bekerja dengan tujuan sebagai bentuk dari rangkaian amal sholeh, sebab disana ada keberkahan.

Sehingga akan dimantapkan hatinya bahwa kunci rezeki berkah akan ia raih ketika dijadikannya dirinya sebagai perantara untuk kemaslahatan orang lain yang berhak dan membutuhkan bagian dari harta tersebut.

Tidak ada juga rasa kekhawatiran akan berkurang atau habisnya rezeki tersebut. Bahkan akan dijadikan rezeki tersebut sebagai caranyan untuk bertaqarrub kepada Allah.

Rezeki atau harta tersebut akan menjadikan dirinya untuk bertakwa kepada-Nya dan berusaha untuk menjadi hamba yang taat atas segala larangannya dan mendekatkan diri kepada segala perintahnya.

Sehingga, Allah akan terus melimpahkan rezeki atasnya dari arah dan cara yang tidak pernah diketahuinya atau tidak diduganya. Sebagaiman kalamullah dalam ayat ke 2-3 surah at Thalaq.

Kunci-kunci Pembuka Rezeki yang Berkah

Rezeki kita, tidaklah perlu ditakutkan! Sebab Di yang mengaturnya, baik melapangkan rezekinya atas hamba-Nya atau menyempitkannya. Pernyataan tersebut tercantum dalam surah az-Zumar ayat ke-52.

Maka dari itu, seorang hamba haruslah yakin bahwa Dialah Pengatur rezeki hamba-Nya. Rezeki adalah perkarang yang ghaib, dan hanya Allah yang Maha Tau akan rezeki hamba-Nya. Sebab itulah diperlukannya kunci rezeki berkah untuk diketahui.

Salah satu contoh ayat tentang kunci rezeki berkah ada di ayat ke 6 surah Hud. KH Ahmad yang juga menjabat sebagai Ketua LDNU Kabupaten Cirebon juga menyebut 3 kunci, yaitu; ikhtiar, melakukan perubahan pada diri sendiri dan menggunakan ilmunya.

Ketiga kunci tersebut merujuk pada firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di ayat ke 11 surah al-Mujadilah dan surat Arrad di ayat yang sama yaitu ayat ke-11 surah tersebut.

Selain itu, rezeki juga dapat diraih dengan berdoa, bersyukur dan bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketiga perbuatan tersebut merupakan kunci meraih rezeki dengan cara lahiriyyah. Sebagaimana kalamullah di ayat ke 2-3 surah ath-Tholaq.

Baca juga: Keutamaan Sedekah dan Doa Malaikat untuk Orang yang Sedekah Subuh

Berikut ini ada beberapa kunci rezeki berkah, yaitu;

9 Kunci Rezeki Berkah

Berikut ini 9 kunci pintu rezeki, yaitu;

Istighfar dan Bertaubat; Kunci pembuka rezeki yang pertama ini merujuk pada ayat ke 10-12 surah Nuh.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sifat dasar manusia ialah tidak terlepas dari salah dan dosa yang disebabkan oleh lupa, lalai dan hawa nafsu yang diikuti, godaan setan dan yang lainnya. Walau demikian, ampunan-Nya selalu terbuka untuk hamba-Nya.

Maka dari itu dianjurkan kita untuk beristigfar sebagai bentuk kesadaran kita atas kesalahan dan dosa yang telah diperbuat. Sebab, istigfar juga merupakan kunci rezeki berkah sebagaimana penjelasan Imam al-Qurthubi dari ayat ke 3 surah Hud.

Takwa; ayat ke 2-3 surah at-Thalaq menjadi rujukan pada poin ini.

Sedekah; keberkahan rezeki akan di dapatkan ketika rezeki itu dapat dirasakan manfaatnya untuk orang lain sebagaimana balasan untuk mereka yang menginfaqkan hartanya kepada orang yang membutuhkannya, sebagaimana ayat 261 surah al-Baqarah.

Silaturrahim; ada dua keutamaan yang akan didapatkan dari Menyambung tali kekeluargaan, yaitu memanjangkan umur yang dikatakan oleh Prof KH Quraish Shihab (Pakar tafsir Indonesia) berupa umur yang berkah dan memberin manfaat kepada orang lain.

Keutamaan yang kedua ialah meluaskan dan melapangkan rezeki. Dua keutamaan tersebut terdapat dalam sabda Rasulullah dalam hadits yang tercantum dalam Shahih al-Bukhari.

Berhijrah di Jalan Allah; poin ini menjadikan ayat ke 100 surah an-Nisa sebagai rujukan.

Berangkat Haji dan Umrah; dikatakan bahwa haji dan umrah akan menghilangkan kefakiran sebagai salah satu keutaam yang akan diraih dari 2 perkara tersebut, sebagaimana bunti sabda Rasulullah dalam hadits al-Tirmidzi.

Tawakal Kepada Allah; diwajibkan bagi setiap hamba yang sudah berikhtiar untuk bertawakal kepad Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab, itu akan menejadi kunci rezeki yang berkah. Begitulah yang dijelaskan dalam Musnad Ahmad.

Ibadah Kepada Allah; Allah menjanjikan bahwa mereka yang beribadah kepada Allah akan dilapangkan rezekinya dan mehilangkan kefakiran darinya. Termasuk bentuk ibadah kepada Allah ialah memenuhi hak-hak Allah.

Sebab ketika seseorang selalu memenuni hak-hak Allah, maka Allah akan pintu rezekinya akan dibukakah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Begitulah bunyi ayat al-Quran surah al-A’raf;96.

Menjaga ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan kunci rezeki berkah yang akan didapatkan dari apa yang diusahakannya.

Kasih sayang kepada yang Lemah dan Miskin; inilah poin terakhir sebagai kunci rezeki berkah yang akan diperoleh dari usaha yang dilakukan oleh seorang hamba.

Hadits yang diriwayatakan oleh Bukhari menjelaskan doa, shalat dan keikhlasan orang-orang lemah akan menolong umat ini. Sehingga, menolong atau membantu meringankan beban mereka akan membuka pintu rezeki yang sebelunya tertutup.

Mereka yang lemah ialah seperti orang-orang yang dalam keadaan susah, yatim piatu, orang-orang fakir miskin dan yang lainnya.

Kunci Rezeki Berkah ala Syekh Ali Jaber

Pada 24 Agustus 2021, di chanel Youtube Kompilasi Taushiyah Syekh Ali Jaber menyampaikan bahwa ada 4 kunci rezeki berkah, yaitu sebagai berikut;

  1. Niat
  2. Memperbanyak Istighfar
  3. Hindari Kufur Nikmat
  4. Muhasabah Diri

Kunci Rezeki Berkah ala Ta’limul Mutaallim

Ada 4 perkara yang dapat memperlancar rezeki sebagai bentuk dari kunci rezeki berkah dalam kitab “Ta’limul Mutaallim” yang ditulis oleh Azzarnuji, yaitu sebagai berikut;

1. Istiqomah melaksanakan shalat Tahajjud

Shalat Tahajjud merupakan shalat sunah muakkad atau shalat sunah yang sangat dianjurkan. Shalat Tahajjud juga termasuk shalat yang paling utama setelah shalat wajib 5 waktu.

Waktu shalat Tahajjud dimulai dari setelah shalat isya sampai sebelum terbitnya fajar sidhiq. Ada 2 pendapat mengenai pelaksanaan shalat ini, yaitu Umar ibnu al-Khaththab dan Abu Bakar.

Umar ibnu al-Khaththab al-Faruq mengatakan bahwa shalat Tahajjud dilakukan setelah tidur sedangkan Abu Bakar as-Shidiq berpendapat bahwa shalat tahajjud lebih baik dilakukan sebelum tertidur setelah shalat isya dilaksanakan.

Shalat Tahajjud dilakukan dengan minimal 2 rakaat dengan satu salam dan maksimal 11 rakaat dengan 3 rakaatnya adalah shalat Witir.

2. Istiqomah mendirikan shalat Dhuha

Dikatakan bahwa shalat Dhuha adalah senjata yang sangat ampuh untuk menarik rezeki. Sebagaimana kabar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yang diriwayatkan dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghathafaniy oleh Ahmad.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam mengabarkan tentang shalat Dhuha sebagai salah satu pengganti dari amalan sholeh lainnya.

3. Istiqomah dalam membaca surah al-Waqiah

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Ibnu Asakir dari Abdullah bin Mas’ud. Hadits tersebut dibacakan di depan Ustman bin Affan membicarakan tentang keutamaan surah al-Waqiah.

Dalam hadits tersebut juga diberitakan waktu membaca surah al-Waqiah yang akan menjaga diri pembacanya dari derita kemiskinan selama-lamanya, yaitu di malam hari.

Maka, akan terwujud kabar tersebut jika surah al-Waqiah dibaca setiap malamnya dan dilakukan secara konsistensi.

4. Menghindari kembali tidur setelah shalat Subuh

Diketahui bahwa waktu Subuh adalah sebaik-baiknya waktu, apalagi di waktu itu ada 2 malaikat yang akan mendoakan siapa saja yang berinfaq di waktu tersebut.

Syekh Ibnu al-Qayyim mengungkapkan keutamaan waktu Subuh ialah waktu yang digunakan oleh makhluk untuk mencari rezeki dan waktu Alah menghamparkan rezeki-Nya.

Oleh karena itu, menghindari tidur setelah shalat Subuh akan mencegah diri seseorang dari melakukan hal yang dilarang atau makruh.

Demikianlah pemaparan kami tentang kunci-kunci rezeki yang berkah dari apa yang diusahakan dan dikerjakan oleh manusi dan itulah kita. Semoga bermanfaat..

Waallahu ‘Alam

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?