Membantu Ekonomi Masyarakat Menengah Indonesia dengan Bank Infaq

Rumahinfaq.or.id – Krisis ekonomi di tengah masa pandemic ini sangat berdampak pada usaha para sahabat UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Hal itulah yang mendesak mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mencetus berdirinya Bank Infaq.

Di masa pandemic covid-19 ini, menambah penurunan dalam jumlah pendapatan UMKM yang bahkan mencapai 50 % lebih dari sebelum ekonomi Indonesia mengalami masa sulit yang dikarenakan oleh covid-19.

Bank Infaq
Bank Infaq

Penurunan tersebut terjadi di beberapa unit usaha yang tersebar di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Beban hidup mereka semakin berat yang dikarenakan susahnya mendapatkan pekerjaan dan banyaknya terjadi PHK.

Menurut Sandi bahwa UMKM akan mendapatkan banyak kendala dalam kewirausahaan, seperti pengetahuan, jejaring, dan permodalan. Hal ini, menjadi alasan untuk Sandi Uno mencetus dan membentuk Bank Infaq.

Sandi juga mengharapkan adanya penjelasan yang tepat mengenai cara pinjam di Bank Infaq dalam peminjaman modal untuk usaha UMKM agar masyarakat tidak dihantui oleh suku bunga dan renterir dari pinjaman yang dilakukan.

Latar Belakang Berdirinya Bank Infaq

Perkembangan UMKM di Indonesia mengalami penghambatan karena adanya kesuliatan pada akses permodalan. Bahkan hal sudah terjadi bertahun-tahun sebelum masa pandemic covid-19.

Ternyata, permasalah permodalan karena UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah sulit mendapatkan kredit modal kerjad dan kredit investasi.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina UMKM yang akrab di sapa Sandi tersebut bahwa portofolio kredit untuk UMKM di industry pembiayaan dan perbankan nasional sebesar 20-25 % lebih untuk per harinya.

Dengan demikian terdapat 97 % lapangan kerja yang seharusnya diciptakan oleh 60 % ekonomi Indonesia, tapi mengalami kendala pada inklusif keuangan. Akan tetapi, masalah tersebut dapat diatasi dengan adanya teknologi FinTech.

Sebab menurut Sandiaga Salahudin Uno FinTech dapat menjadi solusi yang tepat untuk masalah pembiayaan dan permodalan yang dialami oleh UMKM. FinTech adalah jasa keuangan berbasis teknologi.

Sehingga sangat tepat untuk menjadi solusi untuk mengatasi masalah permodalan tersebut. Karena dengan kemajuan teknologi saat ini bisa menghadirkan FinTech yang dimulai dari peer to peer lending hingga beberapa produk lainnya.

Sehingga pemerintah dengan ide yang digagas oleh mantan HIPMI atau Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia tersebut mendirikan Bank Infaq untuk memberikan kemudahan dalam masalah permodalan.

Faktanya, Bank Infaq adalah salah satu platform digital yang dimiliki oleh Sandi Uno. Platform digital tersebut melakukan pendekatan Islamic sosial finance pada bidang keuangan yang digelutinya.

Sandi menyampaikan bahwa Bank Infaq pada tahun 2020 sudah menyebar ke 40 wilayah lebih di Indonesia. Pencetus gagasan Rumah Siap Kerja tersebut juga memberi peringatan dalam pengembangan industri keuangan secara digital.

Katanya, kewaspadaan tersebut harus diberi dukungan oleh givernance yang kuat serta tata pengelolaan yang tepat dan akurat. Karena ditakutkan akan adanya pinjaman secara digital yang akan membenani para UMKM.

Financial Conclusion akan mengalami peningkatan dengan pendekatan secara digital yang dilakukan, terutama di masa pandemic covid-19. Semua cara itu ditempuh oleh Sandi untuk mengapreasasi kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia.

Tentang Bank Infaq

Tepat Rabu tanggal 10 April 2019, Politisi Partai Gerindra serta penggagas Bank Infaq meresmikan operasional Bank Infaq di Istora GBK. Acara tersebut juga ditandai dengan penandatanganan piagam pendiri Bank Infaq.

Kelembagaan Bank Infaq berbasis di Masjid-Masjid dan Masjlis-masjlis Taklim yang merupakan naungan Yayasan Gerakan Infaq. Gerakan tersbeut bertujuan untuk menerima dan menyalurkan infaq sebagai bentuk pinjaman dana.

Dana yang akan dipinjamkan kepada masyarakat yang berada di sekitar lingkunagan Masjid dan Masjlis Taklim dan membutuhkan pinjaman tersebut. Bank infaq akan menyediakan permodalan yang dikhususkan untuk usaha mikro dan ulta mikro.

Sehingga dana infaq tersebut tidak hanya bermanfaat untuk santri saja tapi juga untuk mereka yang membutuhkan yang berada di sekitar lingkungan tersebut.

Menurut Sandi, Indonesia mempunyai potensi lebih dari 300 Triliun dalam pengelolaan ZIS atau Zakat Infaq dan Sodaqoh. Di lain hal, Indonesia juga menjadi peringkat pertama World Giving Index pada tahun 2019.

Indonesia dengan predikat sebagai Negara yang paling dermawan di Dunia dapat membangkit semangat berinfaq. Menurut Pembina Bank Infaq yang akrab di dapa Bang Sandi tersebut Bank Infaq dapat melakukan hal tersebut.

Keyakinan tersebut didukung dengan adanya 800.000 masjid atau ditunjang dengan jumlah 2,5 juta tempat ibadah yang terdiri dari pesantren, masjid, musholah dan yang lainnya. Sehingga, perkembangan Bank Infaq akan sangat memiliki potensi yang besar.

Konsep yang ditawarkan oleh Bank Infaq sangat jauh berbeda dengan kosep bank yang sebagaimana sudah sangat kita kenal. Walau pada dasaranya Bank Infaq menggunakan kata ‘Bank’.

Rezza Artha sebagai Pembina Bank Infaq selain Bang Sandi mengemukkan makna bank sebagai suatu wadah yang menghimpun dan menyalurkan atau bisa dikatakan bank memiliki fungsi intermediary.

Namun, yang membedakan Bank Infaq dengan bank lain terletak pada penghimpunan dan penyalurkan dana infaqnya. Penyaluran dana infaq dalam bentuk pinjaman yang dilakukan tanpa bunga kepada masayarakat.

Akan tetapi konsep Bank Infaq sama dengan konsep yang dipilih oleh Bank sampah atau Bank Wakaf. Sedangkan untuk perpaduan kata ‘Bank’ dengan kata ‘Infaq’ sebagai branding strategy memberi kesan berbeda 180 derajat.

Sehingga ketika keduanya disatukan maka akan memiliki brand equity yang kuat. Sebab kata ‘infaq’ lebih memberi kesan kepada penyimpanan uang receh atau uang dengan nominal kecil.

Tentu saja hal tersebut dikatakan unik karena kata ‘bank’ yang ketahui adalah tempat penyimpanan uang dengan jumlah yang besar. Dan tidak hanya itu menjadikan Bank Infak memiliki brand equity yang kuat, melainkan juga penampilan dari pengurusnya.

Jika di ‘Bank’ yang kita kenal, petugas bank berpenampilan rapid an berdasi sedangkan di Bank Infak, petugasnya berpenampilan sederhana dan biasanya diasosialisasikan dari petugas masjid.

Bank Infak juga tidak termasuk dalam badan hukum PT, melainkan Yayasan Amil Infaq atau Baitul Mal. Sedangkan untuk legalitasnya berada di bawah salah satu program unggulan dari Masyarakat Ekonomi Syariah, yaitu Yayasan Gerakan Infaq Dunia.

Bank Infak adalah lembaga dengan pemberdayaan umat yang bersifat pada gerakan sosial, berprinsip syariah dan memiliki asas tolong-menolong. Setelah di resmikan, sekarang Bank Infak telah hadir di 13 provinsi dengan jumlah cabang lebih dari 53 cabang.

Bank Infak bergerak pada gerakan sosial yang bermakna dari masyarakat untuk masyarakat selain daripada untuk memberatas praktek pinjaman yang berunsur ribawi. Masyarakat yang diincar pun salah satunya adalah sahabat UKM yang pada lever mikro dan ulta mikro, khususnya.

Bank Infak adalah bukti dari terobosan kerja sama yang dilakukan dengan Ok Oce. Masyarakat kecil menengah sebagai penerima pinjaman dari Bank Infak akan dibekali dengan pelatihan, pendampingan, perizinan sampai mampu membuka usahanya sendiri.

Konsep Bank Infaq

Kehadiran Bank Infak di tengah masyarakat sebagai solusi untuk akses likuiditas pada masa pandemic covid-19 saat ini. dalam krisis yang dihadapi pada masa pandemic saat ini, persiapan finansial bukan satu-satunya yang harus dibentengi.

Tapi juga persiapan kematangan mental dan spiritual. Karena keduanya merupakan pondasi yang sangat penting, hal ini juga yang menerika perhatian Bank Infak.

Bank Infak menjadikan konsep duniawi dan ukhrawi sebagai pendekatan. Konsep tersebut holistik untuk masyarakat. Sedangkan untuk pembinaan dan pemberdayaan yang ditempuh harus melalui 5 tahapan, yaitu:

1. Spritual atau mengaji
2. Spritual atau berinfaq
3. Spiritual dan ekonomi atau terbebas dari riba
4. Ekonomi fundamental usaha
5. Ekonomi atau scale up usaha

Dengan 5 tahap yang ditawarkan tersebut dapat sikonktit selama masa pandemic covid-19 ini. Sehingga Bank Infak dapat melakukan beberapa hal, yaitu;

1. Kajian yang diselenggarakan bertujuan untuk memperkuat mental dan spiritual anggota
2. Program pemberdayaan dapat memberikan solusi usaha dan penguatan fundamental usaha atau bahkan scale up
3. Permodalan mikro yang disediakan maksimal 5 juta per orang tanpa riba
4. Tersedianya 3 fasilitas secara gratis untuk anggota, yaitu;

a. Pendampingan tentang sejarah berdirinya Bank Infak di komunitas,
b. SOP dan aplikasi
c. Pengawasan melalui aplikasi pusat Bank Infak yang bertujuan untuk memonitor kondisi infaq di setaip cabang secara real time.

Kelebihan Bank Infaq

Meminjam modal dari Bank Infaq memiliki beberapa kelebihan, antara lain sebagai berikut;

1. Pinjaman yang ditawarkan tidak mengandung praktek ribawi alias tanpa bunga
2. Pengembalian dana pinjaman yang dapat dilakukan dengan cara mengicil sesuai dengan kemapuan.
3. Proses yang dilalui ketika meminjam dana modal mudah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di Bank Infak.
4. Menjadikan Bank Infak sebagai ladang investasi akhirat untuk anggotanya.
5. Membantu Bank Infak untuk memajukan ekonomi umat.
6. Hubungan silaturahim dan ta’awun di tengah masyarakat semakin erat.
7. Menggaungkan infaq di tengah masyarakat untuk menggapai hidup yang lebih berkah dan lebih bermanfaat.
8. Pengelolaan dana, insyaAllah berkah dan mendapat ridho-Nya.

Misi Bank Infaq

sebagai suatu lembaga yang bergera di basis sosial, Bank Infak juga memiliki misi yang menjadi tujuanya berdiri di tengah masyarakat dalam rencana penstabilisasi ekonomi umat dan masyarakat Indonesia.

Bank Infak memiliki misi untuk mengelolah infaq secara professional. Dan hasil dari dana pengelolaan dana infaq tersebut digunakan untuk membantu masyarakat dalam pengembangan usahanya.

Selain itu, misi Bank Infak untuk masyarakat ialah mencegah dari pinjaman abal-abal dan tidak fair. Demikian penuturan misi dari Bank Infak yang digagas oleh Sandi Salahudin Uno.

Cabang Bank Infaq

Bank Infaq yang berkantor pusat di memiliki beberapa cabang, antara lain;

1. Bank Infak Al Barokah, Lebak Bulus
2. Bank Infak Al Ihsan, Cipete.

Demikian pemaparan kami tentang Bank Infak, semoga dengan hadirnya Bank Infak akan membantu menstabilkan ekonomi masyarakat terutama di masa pandemic covid-19 saat ini.

Terkhusus untuk para sahabat UMKM dalam mengatasi masalah permodalan yang tidak mengandung riba dan terjauhkan dari baying-banyang rentenir.

Semoga bermanfaat…

Wallahu ‘Alam……

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?