Mempelajari Hadits-Hadits Rasulullah yang Berbicara Hadits Tentang Qurban

Rumahinfaq.or.id – Ibadah qurban merupakan amal ibadah yang sudah jelas diperintahkan dalm Al-Qur’an, yaitu surah Al-Kautsar ayat 1-3 dan ayat ke-34 dan 35 surah al-Hajj. Selain itu, syari’at qurban juga ada dalam hadits tentang qurban.

Sebagaimana kita ketahui bahwa hadits juga merupakan sumber dasar hukum dalam Islam setelah Al-Qur’an, maka dari itu pembahasan tentang qurban juga sudah pasti dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

hadits tentang qurban
hadits tentang qurban

Qurban di laksanakan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah, yaitu dari hari raya Idhul Adha dan tiga hari tasyrik. Waktu pelaksanan qurban ini tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

“Seluruh hari-hari Tasyriq itu adalah hari-hari penyembelihan hewan qurban”

Selain dalil di atas, ada beberapa hadits tentang qurban beserta artinya yang mungkin akan kita bahas berikut ini;

A. Hadist Hukum Melaksanakan Ibadah Qurban

Sebagai salah satu ibadah, melaksanakan qurban hukumnya sunnah bagi seorang Muslim yang dalam keadaan mampu, seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyyallahu ‘anhu.

مَنْ كَانَ لهُ سَعَة وَلمْ يَضَحْ فَلا يَقْربَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat shalat kami.”

Atau dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud;

يَا يُّهَاالنَّاسُ اِنَّ عَلى كُل أهْلِ بَيْتٍ في كلِّ عَامٍ أُضْحِيَّة

“Hai manusia, sesungguhnya atas tiap-tiap ahli rumah pada tiap-tiap tahun disunatkan berkurban.”

Sedangkan qurban untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib hukum melaksanakannya.

Hal yang demikian sesuai dengan hadits tang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Abbas radhiyyalhu ‘anhu, bahwasanya beliau mendengarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Ada tiga perkara yang wajib bagiku dan sunat bagi kamu, shalat witir, menyembelih qurban, dan shalat dhuha,”

Di riwayat yang lain juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi;

“Aku diperintahkan untuk berkurban, tidak wajib bagi kamu.”

Abdulullah ibnu Umar pernah berkata tentang pelaksanaan qurban ini, seperti yang ditulis oleh Ustadz Abdullah Faqih dalam kitab Kalender Ibadah Sepanjang Tahun;

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal di Madinah selama sepuluh tahun, dan beliau selalu berqurban.”

Baca juga: Daftar Harga Sapi Qurban Idhul Adha 2022 dari Rumah Infaq

B. Hadist Waktu Pelaksanaan Ibadah Qurban

Waktu penyembelihan hewan qurban juga dijelaskan dalama hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Qurban boleh dilaksanakan beberapa saat setelah terbitnya matahari pada Hari Raya Idul Adha.

Waktu beberapa saat yang dimaksud tersebut dapat diukur dengan waktu kira-kira selama dua rakaat shalat dan dua khutbah singkat. Sehingga, Jika hewan qurban disembelih sebelum waktu tersebut, maka qurban yang disembelih tersebut tidaklah sah.

Tercatat hal yang demikian dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Hadits tersebut tercantum dalam buku tanya jawab 33 Tanya Jawab Seputar Qurban yang ditulis oleh H. Abdul Somad, Lc, MA.

“Sesungguhnya, awal kamu memulai (Sembelihan qurban) pada hari kami ini adalah, bahwa kami melaksanakan shalat Idul Adha, kemudian kami kembali, kemudian kami menyembelih hewan qurban. Siapa yang melaksanakan itu, maka sungguh ia telah melaksanakan sunnah dan siapa yang menyembelih qurban sebelum shalat Idul Adha, maka itu hanyalah menjadi daging yang ia persembahkan untuk keluarganya, tidak termasuk ibadah qurban walau sedikitpun.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yaitu;

“Barangsiapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin.”

Baca juga: Daftar Harga Kambing Qurban Idhul Adha 2022 dari Rumah Infaq

C. Hadist Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban

Tidak hanya waktu menyembelih hewan qurban saja yang dibahas dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tata cara menyembelih hewan qurban pun telah idsampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya.

Sebab, menyembelih hewan qurban pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan, jika tidak sesuai syariat hewan yang disembelih bisa jadi haram.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi umat Muslim harus untuk memperhatikan cara yang benar, agar dagingnya tetap halal.

Hadits dalam hal ini dapat ditemukan dalam buku Antara Pekurban, Panitia & Tukang Jagal oleh Ahmad Zarkasih, Lc. Berikut hadistnya, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim;

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih dua ekor kambing kibash yang bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangan beliau, sambil menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di atas pangkal lehernya.”

Tapi jika yang menyembelih hewan qurban tersebut adalah tukang jagal, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengharuskan orang yang melaksanakan qurban tersebut untuk memberi upah kepada tukang jagalnya.

Masalah ini pernah terjadi di masa para sahabat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan sahabat Ali ibnu Abi Thalib radhiyyallahu ‘anhu untuk mengurusi unta-unta qurban beliau.

Ali menyedehkahkan daging, kulit, dan jilalnya (kulit yang ditaruh pada punggung unta untuk melindungi dari dingin). Ali tidak memberi sesuatu pun dari hasil sembelihan qurban kepada tukang jagal.

Kemudian Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.

“Kami akan memberi upah kepada tukang jagal dari uang kami sendiri”.

Baca juga: Ayo Qurban Online di Hari Raya Bersama Rumah Infaq

D. Hadist Keistimewaan Berqurban

Seperti amal ibadah lainnya, qurban menjadi salah satu ibadah yang sangat dicintai Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, tidak heran jika amal ibadah ini memiliki keistimewaan tersendiri.

Keistimewaan melaksanakan qurban tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Hakim, Ibnu Majah, dan at Tirmidzi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

ا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

“Tidaklah seorang manusia melakukan suatu amal pada hari Nahar (10 Dzulhijjah) yang lebih dicintai Allah subhanahu wa ta’ala daripada menumpahkan darah (menyembelih kurban). Sesungguhnya, hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Sesungguhnya Allah telah menerima niat berkurban itu sebelum darahnya jatuh ke tanah. Maka jadikanlah diri kamu menyukai ibadah kurban itu,”

Demikianlah pemaparan kami mengenai hadits-hadits tentang qurban beserta beberapa hal yang berkaitan dengan qurban, semoga bermanfaat ya, #sahabatrumi.



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?