Mencari Donatur Pribadi dan Etika Ketika Mendapatkan Donatur Pinjaman

Rumahinfaq.or.id – Kondisi dan keadaan seseorang tidaklah menentu, sewaktu bisa menghadapi kondisi yang baik-baik saja dan waktu lain bisa juga menghadapi kondisi darurat. Kondisi yang dimana mengharuskan untuk mencari donatur pribadi.

Tentu saja, jika seseorang sudah berada di tahap mencari donatur pribadi, berarti dia memang memang dalam keadaan yang membutuhkan bantuan orang tersebut atau donatur dalam menyelesaikan masalah keuangan yang sedang dihadapinya.

mencari donatur pribadi
mencari donatur pribadi

Masalah ini biasanya terjadi ketika seseorang memerlukan dana atau uang untuk melunasi hutang yang dimilikinya. Mencari donatur pribadi ini dapat dikatakan juga seperti mencari donatur pinjaman pribadi.

Memang, ketika seseorang melakukan peminjaman secara pribadi tanpa adanya jaminan adalah sesuatu hal yang dihindari. Tapi, kadang ada banyak keadaan yang mengharuskan untuk mengambil langkah tersebut

Terutama keadaan keuangan yang dalam kesulitan dan mencari donatur pribadi adalah cara cepat untuk menambah keuangan dan menyelesaikan masalah keuangan tersebut.

Baca juga: Doa untuk Para Donatur Sedekah Agar Allah Ridho Kepada Keduanya

Tindakan ini diambil dikarenakan belum adanya persiapan terhadap keuangan sebelumnya. Kadang juga dikarenakan keuangan yang dimiliki kurang ketika menghadapi kondsi yang datang dengan tiba-tiba, seperti sakit yang harus operasi.

Kondisi darurat lainnya pun dapat membuat kita mengambil tindakan untuk mencari donatur pribadi, yang kondisi itu membutuhkan keuangan dan kita pada saat itu tidak memiliki atau kurang dari jumlah yang diperlukan.

Memang, mencari donatur pribadi di saat keadaan genting mengenai keuangan ini bukanlah satu-satunya pilihan yang dapat diambil. Ada pilihan lainnya, seperti mendapatkan solusi keuangan dari lembaga yang menyediakan fasilitas pinjaman.

Tapi yang menjadi masalahnya, bukan karena ketidaktersediannya pinjaman dari lembaga tersebut, melainkan banyaknya persyaratan dan proses yang harus dilakukan untuk mendapatkan pinjamannya, baik itu pinjaman langsung ataupun pinjaman online secara pribadi.

Hal itulah yang kadang dihindari oleh para peminjam dan lebih memilih untuk mencari donatur pribadi dalam hal melakukan pinjaman pribadi ini. Sebab lainnya ialah prosesnya yang cepat dan juga memberi kenyamanan tersendiri bagi peminjam.

Nah, setelah mendapatkan pinjaman dari mencari donatur pribadi tersebut, ada beberapa hal atau etika atau prinsip yang harus diperhatikan oleh peminjam. bagian inin pelru untuk diperhatikan guna memberi kenyamanan dari kedua pihak.

Sebelum kita lanjut membahas mengenai etika peminjam ketika mendapatkan pinjaman pribadi. Kita akan mengetahui daftar donatur pelunasan hutang 2021 di Indonesia, yaitu ada 4 lembaga.

Lembaga Bantuan dalam Melunasi Hutang

Ke-4 lembaga ini juga dijamin dapat membantu ketika keadaan yang mendesak untuk perlunasan hutang, kamu hanya perlu untuk menghubungi lembaga-lembaga berikut ini;

1. Amalan
2. Bank Indonesia
3. YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia)
4. PMN (Pusat Mediasi Nasional)

Etika ketika Mendapatkan Donatur Pinjam Pribadi

Ada empat hal atau etika yang wajib untuk peminjam terapkan ketika sudah mendapatkan donatur pinjaman prinadi, yaitu sebagai berikut;

Gaya Hidup

Sebelum mencari donatur pribadi, hal yang paling utama untuk diperhatikan ialah melihat dan memahami gaya hidup pribadi. Terutama bagaimana menajemen dan cara pengelolaan keuangannya.

Baik itu berupa keuangan yang digunakan untuk anggaran belanja rutin, anggaran tak terduga dan anggaran lainnya. Serta dalam masalah pengeluaran uang dan rencana penggunaannya.

Hal ini sangat penting karena pribadi harus tegas dalam mengambil sikap yang kurang memperhatikan anggaran belanja dan sering menggunakan uang tanpa disertai adanya perencanaan, apalagi ketika sudah mengambil pinjaman dari donatur pribadi.

Sehingga, pribadi tersebut tidak menjadikan hutang atau meminjam uang sebagai suatu kebiasaan. Pribadi dapat mengambil langkah lain, yaitu menjual barang yang masih bisa dijual seperti emas atau harta benda lainnya.

Dari penjulaan harta benda tersebut, pribadi mendapatkan uang untuk menghadapi keadaan daruratnya. Atau menjadikan barang atau harta benda tersebut sebagai jaminan atas pinjaman yang diambilnya.

Jaminan yang diberikan tersebut adalah bentuk tanggung jawab pribadi atas apa yang dipinjaminya.

Bukti Pinjaman

Hal selanjutnya yang harus dilakukan oleh peminjam ketika meminjam pinjaman kepada donatur pribadi, baik itu berasal dari teman maupun keluarga meminta bukti pinjaman yang dilakukan.

Lankah ini sangat diperlukan untuk memberi kenyaman dari kedua pihak, baik dari pihak yang meminjam maupun piham yang memberi pinjaman. Walau hal ini penting, tapi tidak sedikit yang mengabaikannya.

Mereka menganggap poin ini tidak penting, cukup dengan kepercayaan saja. tapi, mereka tidak menyadari bahwa langkah ini lebih tepat untuk memberi kesan baik kepada pemberi pinjaman bahwa peminjam memiliki ‘tikad baik dalam meminjam.

Hal ini juga dapat mencegah sesuatu yang tidak diinginkan dikemudian harinya, seperti peminjam yang tidak mengakui pinjaman yang diambilnya atau jumlah yang dikembalikan tidak sesuai dengan jumlah yang dipinjam atau hal yang tidak diduga lainnya.

Ketepatan waktu pengembalian

Sebagai peminjam, harus memperhatikan waktu pengembalian pinjaman yang diambil. Jika sudah membuat bukti pinjaman beserta kesepakatan di antara kedua pihak akan mempermudah melakukan poin ini.

Disinilah ‘itikad baik dari peminjam akan dilihat, apakah akan mengembalikan pinjaman sesuai dengan waktu yang sudah dijanjikan atau tidak dan akan lebih baik jika mengembalikan pinjaman secepatnya ketika sudah mampu untuk mengembalikannya.

Jika peminjam belum mampu mengembalikan pinjaman sesuai dengan waktu yang sudah dijanjikan bahkan waktunya sudah lewat dikarenakan adanya beberapa hal yang tidak sesuai dengan rencana, maka sebaiknya peminjam memberitahukan pemberi pinjaman atau donatur pribadinya.

Langkah ini selain mendapatkan kepercayaan pemberi pinjaman, juga akan menjaga integritas dan reputasi peminjam di mata pemberi pinjaman.

Dan tidak lupa, ketika mengembalikan pinjaman untuk mengucapkan terima kasih atau doa lainnya untuk pemberi pinjaman. Sehingga, ketika anda akan meminjam lagi, pemberi pinjaman sudah memiliki jaminan atas kualitas anda.

Menjadi donatur pribadi ketika sukses

Ketika kita meminjam pinjaman dikarena adanya kondisi darurat yang kita alami, maka diri kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemberi pinjaman.

Tapi hal yang harus diingat, ketika akan memberi pinjaman untuk memastikan diirnya berada dalam kondisi yang mampu untuk memberi pinjaman, yaitu pemberi pinjaman dalam keadaan sukses.

Bukan ketika anda masih dalam keadaan yang mmebutuhkan pinjaman dari donatur pinjaman pribadi. Sebab menjaga kepercayaan pemberi pinjaman dalam menggunakan pinjaman dengan baik akan membuat kedua pihak merasa nyaman.

Dan transaksi ini, akan terjadi kemudian hari yang lainnya. Sebab kedua pihak sudah memiliki kepercayaan dan standar untuk dapat melakukan
Catatan_poin 1 dan 2 pada dari 4 etika yang harus dilakukan oleh peminjam pinjaman ketika sudah mendapatkan donatur pribadi, dapat anda pelajari dan pemahami di ayat ke-282 surah al-Baqarah.

Dalam ayat tersebut dijelaskan dengan sangat detail mengenai hutang ataupun pinjam-meminjam, baik itu tatacara maupun prosesnya.

Demikianlah pemaparan kami mengenai mencari donatur pribadi hingga etika yang harus dilakukan oleh peminjam pinjaman sata dirinya sudah mendapatkan pemberi pinjaman agar kedua pihak merasa nyaman, Kepercayaan pun akan lahir di antara keduanya.

Semoga artikel ini memberi manfaat untuk anda.

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?