Mengenal Muzakki, Orang yang Diwajibkan Zakat atas Hartanya!

Rumahinfaq.or.id – Zakat diwajibkan kepada semua umat islam, baik perempuan, laki-laki, muda maupun yang tua, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Mereka yang diwajibkan zakat ini disebut dengan istilah muzakki.

Muzakki adalah istilah bahasa Arab untuk orang yang memiliki kewajiban zakat atas hartanya. Kata muzakki merupakan isim faa’il dari kata zaka-yuzaki yang berarti orang yang menumbuh, menambah, menyubur dan mengembangkan hartanya.

Muzakki
Muzakki

Makna dari pengertian muzakki sebagai penumbuh, penambah, penyubur dan pengembang hartanya ialah harta yang ia keluarkan untuk zakat akan berkembang, tumbuh, bertambah dan subur sebagaimana adanya keutamaan dari zakat itu sendiri.

Akan tetapi, seseorang dapat disebut sebagai muzaki, jika memenuhi beberapa kriteria atau syarat tertentu. Apa saja itu?

Berikut ini pemaparan mengenai kriteria atau syarat-syarat tersebut. Selama menyimak dan memahaminya.

Kriteria muzakki

Seseorang dapat dikatakan sebagai muzakki jika memenuhi beberapa syarat atau kriteria. Berikut ini 5 kriteria muzakki;

Beragama Islam

Karena zakat adalah kewajiban dalam islam, maka sudah pasti yang menjadi syarat utama suatu amalan tersebut adalah keislamannya atau pernyataan dirinya berimana kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Begitu pula dengan amalan wajib zakat ini dan ini menjadi syarat pertama untuk muzakki. Maka mereka yang terlibat didalamnya haruslah dalam keadaan beriman kepada Allah atau beragama islam atau orangnya yang disebut dengan istilah Muslim.

Seseorang bisa menjadi Muslim karena terlahir dari kedua orang tua yang Muslim atau karena dilembutkan oleh Allah hatinya untuk masuk agama islam atau yang biasa disebut dengan istilah mualaf.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin menjadi seorang Muslim atau ingin menjadi mualaf. Berikut ini syarat-syarat tersebut;

1. Seseorang yang akan masuk agama islam haruslah melakukan khitan. Syarat ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim no.257.
2. Syarat wajib seseorang ketika hendak menjadi seorang mualaf adalah mengucapkan dua kalimat syahadat (أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ)
3. Dalam sebuah hadits shahih yang tercantum dalam hadits Abu Dawud no.255 dikatakan bahwa syarat seseorang yang sudah disebut mualaf atau menjadi Muslim adalah menyegerakan untuk mandi besar.
4. Ketika sudah menjadi seorang Muslim, maka mualaf wajib menjalankan kewajiban dalam rukun islam.

Kewajiban zakat hanya dibebankan untuk Muslim saja, sebagaimana yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu bakar As-Shidiq Radhiyyallahu ‘Anhu.

Termasuk di dalam syarat agamanya harus islam ini adalah orang terbut haruslah berakal atau tidak dalam keadaan gangguan jiwa atau gila. Jika ia dalam keadaan tidak berakal, maka gugur kewajiban zakatnya atau ia tidak dapat disebut sebagai muzakki.

Hal demikian berlaku walau orang tersebut dalam keadaan sebagai Muslim atau beragama islam.

Berbeda halnya jika dalam masalah baligh, sebab masalah baligh bisa digantikan oleh orang tuanya atau orang yang sudah baligh dalam masalah pembayaran zakat atas harta yang dimilikinya.

Orang Yang Merdeka

Syarat kedua seseorang untuk dikatakan sebagai muzakki yang harus dipenuhi adalah muzakki haruslah mereka yang merdeka. Merdeka dalam artian tidak menjadi hamba sahaya atau budak seseorang.

Mengapa harus demikian?

Syarat muzakki yang harus dari mereka yang merdeka disebabkan tidak adanya kewajiban zakat bagi mereka yang masih memiliki keterikatan dengan pemiliknya atau orang yang bertanggung jawab atas dirinya yang biasa disebut sebagai tuannya budak.

Orang yang merdeka juga dapat dikatakan adalah orang yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan terlepas dari ikatan antara tuan dan hamba sahaya atau budak.

Pemilik Penuh atas Harta

Harta yang akan dikeluarkan oleh muzakki haruslah harta yang dimiliki oleh muzakki secara penuh atau sempurna. Dan tidak ada kewajiban zakat atas muzakki ketika harta dimilikinya tersebut berasal dari hutang piutang atau hal lainnya.

Kepemilikan penuh atas harta yang akan dikeluarkan zakat oleh muzakki tersebut berlaku untuk zakat fitrah dan zakat maal. Syarat ini adalah syarat ketiga yang harus dipenuhi oleh muzakki atau orang yang wajib mengeluarkan zakat atas hartanya.

Harta Mencapai Nishab

Syarat keempat yang harus dipenuhi oleh muzakki ketika diwajibkan zakat atasnya, yaitu harta tersebut haruslah sudah mecapai nishab. Nishab adalah standar atau jumlah minimal harta yang wajib dimiliki oleh muzakki.

Nishab harta ini hanya berlaku pada zakat maal dan tidak untuk zakat fitrah. Sehingga ketika seseorang yang akan mengeluarkan zakat atas harta yang dimilikinya, maka harta tersebut harus memenuhi standar minimal harta yang akan dizakatkan.

Jumlah minimal atau nishab harta yang akan dibebankan zakat maal adalah 85 gram emas atau setara dengan jumlah yang wajib dikeluarkan yaitu 2,5% dari harta yang dimiliki oleh muzakki.

Nishab harta tersebut berlaku untuk semua harta yang akan dizakatkan. Apa saja harta yang termasuk dalam zakat maal?

Berikut ini harta yang memiliki nishab dan atasnya dibebankan zakat maal ketika sudah mencapai nishabnya, yaitu;

1. Binatang ternak
2. Emas dan perak
3. Harta perniagaan
4. Harta hasil pertanian
5. Rikaz (Harta atau benda yang ditemukan dan tidak ada yang memilikinya)

Jumlah minimal zakat atau nishab zakat sebesar 85 gram emas atau setara dengan jumlah 2,5% dari harta yang dimiliki oleh muzakki yang wajib dikeluarkan zakat atasnya.

Sehingga jika, memiliki harta kurang dari 2,5% atau 85 gram emas maka tidak dibebankan zakat maal atasnya atau ia tidak ada kewajiban sebagaimana kewajiban muzakki.

Tetapi jumlah zakat yang harus dibayarkan oleh muzakki tersebut tidak berlaku untuk harta dari hasil pertanian. Sebab, jumlah zakat dari hasil pertanian dibagi menjadi 2 bagian cara perhitungan kewajiban zakat atasnya, yaitu 10% dan 5%.

Jumlah sebesar 10% berlaku untuk hasil pertanian yang dialiriin oleh air hujan atau mata air dan nishab sebesar 5%, adalah jumlah zakat untuk hasil pertanian yang menggunakan biaya atau irigasi.

Dengan kata lain, jika harta yang ingin dikeluarkan zakat maalnya belum mencapai atau belum sama dengan 85 gram emas, maka tidak ada kewajiban zakat atas harta yang dimilikinya.

Mencapai Haul

Istilah haul sangat berkaitan erat dengan zakat terutama zakat maal. Dalam zakat, istilah haul memberi makna bahwa harta yang akan dikeluarkan zakat adalah harta yang sudah dimiliki oleh muzakki dalam kurung waktu satu tahun.

Dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan lain, yaitu harta yang belum mencapai haulnya maka harta tersebut tidak ada beban zakat atasnya. Pernyataan tersebut dikuatkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Daruquthni dari Ibnu Umar.

Kesimpulan_Jika seseorang telah memenuhi semua syarat atau kriteria untuk disebut sebagai muzakki atau orang memiliki kewajiban zakat atas hartanya maka ia wajib zakat.

Akan tetapi, jika ada salah satu atau satu dari 5 syarat seseorang agar dapat disebut muzakki tidak terpenuhi, maka orang tersebut tidak ada kewajiban zakat atau istilah muzakki tidak didapatkannya.

Demikian pemaparan kami mengenai muzakki atau orang yang wajib mengeluarkan zakat atas harta yang dimilikinya. Baik itu zakat fitrah maupun zakat maal. Semoga penjelasan kami bermanfaat.

Wallahu ‘Alam

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?