Mengenal Zakat Fitrah dan Bacaan Doa Serta Besaran yang Harus Dibayarkan

Rumahinfaq.or.id – Zakat Fitrah berdasarkan sejarahnya, itu diwajibkan pada saat tahun kedua Nabi hijrah, beserta dengan turunnya kewajiban puasa pada bulan Ramadhan. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib ditunaikan setiap muslim pada saat akhir bulan Ramadhan sampai sebelum shalat idul fitri.

zakat fitrah
zakat fitrah

Sebagaimana yang tercantum dari hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:
“Barang siapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum sholat Ied dikerjakan, maka zakatnya itu diterima. Dan barang siapa yang menunaikan zakat fitrah setelah pelaksanaan sholat Ied maka itu hanya dianggap sebagai sedekah biasa di antara berbagai macam sedekah.” (HR. Abu Daud).

Zakat fitrah diwajibkan pada tiap-tiap individu dan tidak ada hubungannya dengan seseorang yang telah baligh atau belum. Maksudnya adalah, orang tua wajib menunaikan zakat fitrah dan anak-anaknya yang masih bayi sekalipun.

Kualitas bahan makanan pokok yang hendak dijadikan zakat fitrah harus sesuai dengan standar kualitas makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh orang yang berzakat. Zakat fitrah bermaksud untuk menyucikan harta, jiwa dan juga menyempurnakan pahala puasa, karena setiap harta yang dimiliki seseorang, ada sebagian hak orang lain padanya.

Cara Menghitung Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan zakat untuk penyucian jiwa. Tiap orang Islam yang mampu, maka ia mesti menunaikan zakat fitrah dalam setahun sekali. Zakat fitrah dibayarkan ketika Ramadan seperti ini sampai sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Zakat fitrah pun tidak hanya dibatasi kewajibannya oleh orang yang dewasa saja. Bila Anda saat ini merupakan seorang kepala rumah tangga yang menanggung istri dan lima anak dan dua orang tua, maka Anda berkewajiban membayarkan zakat fitrah orang-orang yang berada dalam tanggungan Anda.

Mari melihat ilustrasi berikut ini:

Anda merupakan kepala keluarga dengan istri dan lima anak, di rumah Anda juga tinggal ibu mertua. Karena Anda adalah anak sulung dengan tingkat ekonomi yang cukup memadai, Anda selama ini juga menanggung kehidupan kedua orang tua yang tinggal di kota yang berbeda.

Dengan demikian, Ramadan tahun ini kewajiban zakat fitrah Anda ialah untuk sepuluh orang. Yakni, untuk Anda, istri, lima anak, ibu mertua dan kedua orang tua. Zakat fitrah boleh dibayarkan dalam bentuk makanan pokok atau makanan yang kita konsumsi setiap hari.

Orang Indonesia di tanah air kita banyak yang memilih beras sebagai alat bayar zakat fitrah karena beras merupakan makanan pokok. Dan sebagian yang lain ada juga yang memilih alternatif lain yaitu dengan sejumlah uang. Nah, berapa besar zakat fitrah yang harus ditunaikan setiap orang?

Berdasarkan hukum yang telah ditetapkan, besarnya ukuran zakat fitrah per orang itu adalah 3,5 liter atau atau juga setara dengan 2,7 kilogram (kg) makanan pokok.

Apabila ada sepuluh zakat fitrah yang mesti Anda tunaikan, berarti Anda perlu menyiapkan 35 kilogram beras. Bagaimana jika Anda berniat membayar zakat fitrah dalam bentuk uang? Badan Amil Zakat Nasional(BAZNAS) seperti dikutip Jawa Pos (Mei 2019) menetapkan, pembayaran zakat fitrah dengan uang setara dengan Rp40.000 per orang.

Maka, Apabila Anda menunaikan zakat fitrah itu untuk sepuluh orang, Anda mesti menyiapkan dana sebesar Rp400.000,-00

Bolehkah Zakat Fitrah Dengan Uang ?

Lebih bagus yang mana membayar zakat fitrah dengan uang ataukah dengan beras ?
Mayoritas ulama’ berpendapat bahwasanya zakat fitrah tersebut tidak boleh diganti dengan uang. Hal ini merupakan statement dari madzhab Malikiyyah, Syafi’iyyah, dan Hanabilah. Dan Adapun dalam madzhab Hanafiyyah, mereka memperbolehkannya.

Akan tetapi, pendapat yang kuat ialah zakat fithri tidak boleh diganti dengan uang karena sebagian alasan:

1. Dalil-dalil pendapat pertama lebih kuat dibanding dalil-dalil pendapat kedua.
2. Menunaikan zakat fitrah dengan uang menyalahi sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, karena pada masa beliau mata uang telah ada, akan tetapi tidak dinukil bahwasanya beliau memerintahkan para shahabatnya untuk menunaikan zakat fitri tersebut dengan dinar maupun dirham.
3. Karena ibadah ini sudah dibatasi, baik itu dari segi tempat, waktu, jenis, dan ukurannya, maka dari itu tidak boleh diselisihi, karena ibadah itu harus berdasarkan dalil.
4. Menunaikan dengan uang merubah zakat fitri dari suatu syi’ar yang terlihat menjadi shadaqah yang tersembunyi.
5. Sesuai dengan kaidah bahwasanya tidak boleh berpindah terhadap badal (ganti) kecuali apabila aslinya tidak ada.

Maka dari itu kita jangan sampai menyalahi Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat dan kita harus berusaha membayar zakat fitri sesuai yang mereka bayarkan.

Ingatkah kita terhadap hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu :

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلِيْهِ أَمْرُنَا فَهوَ رَدٌّ
“Barang siapa yang mengerjakan suatu perbuatan amal yang tidak ada dasarnya atau tidak ada tuntunannya dari kami (Nabi) maka amalan tersebut tertolak.” HR.Muslim

Sudah jelaskan bahwa zakat fitri itu ditunaikan 1 sha’ pada saat zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sha’ itu sejenis ukuran volume, dan ditunaikan dari berbagai jenis makanan pokok pada zaman itu.

Adapun para ulama pada zaman sekarang ini memperkirakan bahwasanya 1 sha’ itu sebesar 3 kilogram, Wallahu a’lam Bisshowwab.

Penjelasan Singkat Cara Perhitungan Zakat Fitrah

Zakat itu hukumnya wajib jikalau kamu mampu secara finansial yang telah mencapai batas minimal menunaikan zakat atau nishob.

Seorang muslim yang mampu secara finansial maka diwajibkan untuk menyisihkan sebagian dari harta yang dimilikinya untuk diberikan kepada orang yang kurang mampu atau yang berhak menerimanya, baik itu melalui panitia zakat ataupun didistribusikan sendiri. Jikalau seseorang telah memenuhi syarat-syarat cara perhitungan zakat fitrah itu maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan.

Bagaimana penjelasannya?

Di dalam Islam sendiri ada dua jenis macam zakat, yaitu zakat mall dan zakat fitrah. Zakat mall atau di sebut juga zakat harta adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu dengan ketentuan dan syarat tertentu yang sudah ditetapkan secara syara’.

Zakat fitrah merupakan zakat diri yang diwajibkan atas diri tiap-tiap individu baik itu lelaki maupun perempuan muslim dengan beberapa persyaratan yang telah ditentukan. ketika bulan Ramadan, zakat yang wajib dikeluarkan umat muslim tidak lain yaitu zakat fitrah.

Zakat fitrah merupakan sebuah rangkaian yang tidak bisa terpisahkan dengan ibadah puasa Ramadan. Ini amat sangat berfungsi untuk menyucikan harta yang dimiliki seseorang dari seluruh kotoran yang mungkin selama ini ada tatkala bermuamalah dengan sesama manusia.

Zakat Fitrah juga dapat membersihkan (fitrah) diri dan jiwa, serta mendapatkan pahala yang begitu banyak dari Allah. Kewajiban dalam membayar zakat fitrah memang telah banyak dipaparkan di dalam Firman Allah Subhanahu wa ta’ala dan sabda Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Panduan Singkat Zakat Fitrah

Orang yang Harus atau Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah yaitu :
1. Islam
2. Mempunyai harta berlebih untuk dirinya sendiri dan juga orang-orang yang dibawah tanggungan nya untuk satu hari siang di bulan ramadhan dan malam hari raya.
3. Masih hidup hingga akhir Ramadan dan awal Syawal. Untuk bayi yang baru lahir pada malam tanggal 1 Syawal maka dia tidak wajib mengeluarkan atau menunaikan zakat fitrah

Dan Adapun Orang Yang Berhak Menerimanya ada 8 Golongan :

1. Orang Fakir : Yaitu Orang yang amat sangat sengsara hidupnya, tidak memiliki harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari
2. Orang miskin : Orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam kedaaan kekurangan
3. Amil zakat : Yaitu Orang yang diberikan amanah untuk mengumpulkan dan membagikan zakat
4. Mu’allaf : Orang yang baru masuk islam yang dimana imannya masih sangat lemah
5. Budak : Mencakup juga untuk melepaskan muslim yang di tawan oleh orang-orang kafir
6. Orang terlilit hutang : Orang yang terlilit hutang untuk kepentingan yang bukan dijalan maksiat dan dia tidak sanggup untuk membayarkannya. Dan adapun orang yang memiliki hutang untuk menjaga kedaulatan ummat islam maka hutangnya tersebut dibayar dengan zakat, walaupun dia sendiri mampu membayarnya
7. Di jalan Allah : Yaitu untuk keperluan pertahanan islam dan kaum muslimin, terutama jihad, diantara mufassirin ada yang berpendapat bahwa fiisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
8. Musafir : Yaitu Orang yang sedang berada dalam perjalanan yang bukan maksiat dan mengalami kesusahan didalam perjalanan nya.

Firman allah dalam quran surah at- taubah ayat 60

Zakat adalah komponen dari rukun Islam yang lima, merupakan kewajiban yang telah ditentukan bagi yang telah terpenuhi persyaratannya. Orang yang sama sekali tidak mau untuk menunaikan zakat dalam kondisi dia meyakini wajibnya, dia adalah merupakan orang yang fasik dan nanti akan menerima azab yang pedih di akhirat kelak.

Syarat Bayar Zakat

Adapun yang wajib menunaikan zakat ialah yang Islam dan merdeka, dan tidak diperuntukkan harus yang sudah baligh dan berakal. Karena orang gila dan anak kecil bila memang mempunyai harta yang telah memenuhi syarat juga tetap harus dikeluarkan zakatnya.

Berhubungan dengan harta yang dikeluarkan, persyaratan yang mesti dipenuhi yakni :
(1) Harta tersebut dipunyai secara total
(2) Harta tersebut merupakan harta yang berkembang
(3) Harta tersebut sudah atau telah mencapai batas nishabnya
(4) Sudah mencapai haul atau juga harta tersebut bisa bertahan selama setahun
(5) Harta tersebut merupakan kelebihan dari kebutuhan pokok.

Untuk ketentuan Zakat Fitrah Sebagai Berikut:

  • Zakat fitri atau di sebut juga zakat fitrah merupakan shodaqoh yang wajib ditunaikan oleh tiap-tiap muslim pada hari berbuka (dimana hari itu tidak berpuasa lagi) dari bulan Romadhon.
  • Di dalam sebuah hadist dimana Rasululallah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan “Zakat itu dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum. Bagi semua muslim baik yang merdeka maupun yang budak, baik dia laki-laki maupun perempuan, baik itu anak kecil maupun orang dewasa. Zakat tersebut di perintahkan untuk ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk mengerjakan shalat i’ed.” ( Al-hadist)
  • Zakat fitri wajib ditunaikan oleh: (1)Semua muslim, (2) Dia adalah yang sanggup mengeluarkan zakat fitri. Batasan sanggup di sini ialah memiliki kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari ‘ied.
  • Seorang kepala keluarga wajib menunaikan zakat fitri atas orang-orang yang ia tanggung nafkahnya. Berdasarkan pendapat Imam Malik, ulama Syafi’iyah dan mayoritas ulama. Seorang suami itu bertanggung jawab terhadap zakat fitri si istri karena istri telah menjadi tanggungan nafkah suami. Seseorang mulai terkena kewajiban menunaikan zakat fitri apabila ia menjumpai terbenamnya matahari pada malam hari raya Idul Fitri.
  • Bentuk zakat fitri ialah yang berupa makanan pokok seperti kurma, gandum, beras, kismis dan yang semacamnya. Para ulama satu pendapat bahwasanya kadar wajib zakat fitri ialah satu sho’ dari seluruh bentuk zakat fitri, selain untuk qomh (gandum) dan zabib (kismis) beberapa ulama memperbolehkan dengan setengah sho’.
  • Satu sho’ dari seluruh jenis ini ialah setara dengan empat cakupan penuh telapak tangan yang sedang. Ukuran satu sho’ itu kalau diperkirakan dengan ukuran timbangan yaitu kisaran 3 kg. Ulama yang lainnya mengatakan bahwasanya satu sho’ perkiraan 2,157 kg. Artinya apabila zakat fitri ditunaikan 2,5 kg layaknya kebiasan di negeri kita, maka dianggap sah.
  • Zakat fitri dengan uang itu tidaklah sah. Abu Daud, murid Imam Ahmad telah menceritakan, bahwasanya “Imam Ahmad pernah ditanya dan saya pun menyimaknya. Abu daud ditanya oleh seseorang, “Bolehkah saya memberikan beberapa uang dirham untuk menunaikan zakat fitri?” Jawaban Imam Ahmad adalah “Aku khawatir yang demikian itu tidak sah. Menunaikan zakat fitri dengan berupa uang itu artinya menyelisihi perintah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Al-Mughni, 4: 295)
  • Waktu pembayaran zakat fitri ada dua tipe : (1) waktu yang lebih utama yakni mulai dari terbitnya fajar pada hari ‘idul fitri sampai dekat waktu pelaksanaan sholat ‘ied; (2) Adapun waktu yang diperbolehkan ialah satu atau dua hari sebelum pelaksanaan ‘ied sebagaimana yang pernah dikerjakan atau diamalkan oleh sahabat Ibnu ‘Umar.
Keutamaan Zakat Fitrah

Berbagi Sesama Muslim

Keutamaan zakat fitri yang kedua adalah dilihat dari kesejahteraan umat. Bahwa dengan menunaikan zakat fitri, menjadi bukti kepedulian kita antar sesama muslim, terlebih lagi kepada fakir miskin yang sangat memerlukan uluran tangan saudara sesama muslim yang lain.

Hal ini juga pastinya terdapat peristiwa yang tepat dimana kita bisa berbagi hingga bisa merayakan tiba hari kemenangan yakni, Idul Fitri bersama-sama. Kita semua menyadari bahwasanya kebahagiaan dan kemenangan muncul disaat kita mampu berbagi dan membuat orang lain juga ikut bahagia.

Membersihkan Diri dan Menyempurnakan pahala Puasa

Keutamaan zakat fitri yang pertama ialah dilihat dari besarnya manfaat bagi orang yang berpuasa. Dengan menunaikan zakat fitri akan membersihkan dirinya dari dosa dan tindakan keji serta juga menyempurnakan ibadah puasa yang sudah dilaksanakan selama satu bulan penuh.

Selama melaksanakan ibadah puasa sudah barang tentu kita masih sering melakukan khilaf dan perbuatan dosa baik itu disengaja maupun yang tidak disengaja. Karena itu, akibat atau dampak yang akan kita terima dari membayar zakat fitri juga adalah untuk membersihkan diri kita dari perbuatan dosa dan keji seperti hal nya berucap kotor, menggunjing, hasad, iri dan dengki antar sesama manusia.

Memberi Kebahagiaan

Keutamaan zakat fitri yang ketiga ialah menandakan bahwa Hhari raya Idul Fitri adalah merupakan hari kemenangan dan hari kebahagian bagi setiap umat muslim setelah sukses selama satu bulan penuh melakukan ibadah puasa di bulan ramadhan, menahan diri dari menahan hawa nafsu.

Akan tetapi kebahagiaan ini sangat jarang bisa dirasakan oleh fakir miskin, melihat kekurangan yang ada pada diri mereka. Beda ceritanya dengan orang yang memiliki harta yang berkecukupan atau orang mampu lainnya.

Niat dan Waktu Terbaik Mengeluarkan Zakat Fitrah

Niat Zakat Fitrah

Niat ini adalah amalan hati, maka berniat lah di hati tidak perlu di ucapkan di lisan

Waktu Terbaik Mengeluarkan Zakat Fitrah

Zakat fitrah cuma bisa ditunaikan pada saat bulan Ramadhan saja. Zakat fitri ditunaikan pada saat awal Ramadan saat sebelum pengerjaan Idul fitri. Ketetapan ini sudah menjadi jelas apabila zakat fitrah tidak boleh ditunaikan sebelum masuknya bulan Ramadhan.

“Dibolehkan untuk menyegerakan diri menunaikan zakat fitri sebelum datang masa wajibnya ditunaikan (malam 1 Syawal) dengan tanpa ada khilaf menurut keterangan dari penyusun kitab. Dan adapun yang berkenaan dengan masa ta’jil (menyegerakan) terdapat tiga pendapat, pendapat yang shahih yaitu sebagaimana yang ditegaskan penyusun kitab dan mayoritas ulama, yakni boleh membayarkannya di setiap waktu dari bulan Ramadhan, tetapi tidak boleh apabila ditunaikan sebelum bulan Ramadhan.” (Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab li al-Nawawi)



1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Sudahkan infaq hari ini?