Mengoptimalkan Potensi dan Peranan Serta Pentingnya Ziswaf di Indonesia

Rumahinfaq.or.id – Zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf adalah 4 solusi yang diberikan Islam dalam mengamankan keseimbangan ekonomi islam bahkan aspek ekonomi secara umum. Dengan begitu hadirlah Ziswaf di Indonesia.

Ziswaf di Indonesia bergerak dalam pengelolaan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf. Sehingga pengelolaan Ziswaf di Indonesia meliputi penghimpunan, pengelolaan dan penyaluran dana Ziswaf.

ziswaf di Indonesia
ziswaf di Indonesia

Ziswaf terbukti telah berhasil memberikan keseimbangan dalam ekonomi Islam. Dengan hadirnya Ziswaf di tengan umat, maka harta kekayaan itu tidak hanya menumpuk pada sebagain kecil golongan tertentu saja.

Oleh karena itu perlu adanya mengoptimalkan potensi Ziswaf di Indonesia terutama dalam masa pandemi ini. Kondisi dan keadaan yang sangat menperhatikan dalam semua aspekm terutama kesehatan, ekonomi dan pendidikan.

Potensi Ziswaf di Indonesia

Noor Ahmad selaku Ketua BAZNAS memperkirakan bahwa Ziswaf di Indonesia memiliki potensi lebih dari Rp. 500 triliun. Potensi tersebut terbagi dengan potensi zakat sebsar Rp. 327 triliun dan wakaf sebesar Rp. 187 triliun.

Sebagaimana yang dikatakannya kepada CNBC Indonesia di Jakarta bahwa tahun ini, di masa yang masih diselimuti pandemic ini ZISW diperkirakan mencapai Rp. 15 triliun.

Dikatakan juga oleh Noor Ahmada dalam wawancara yang dilakukan pada Senin, 3 mai 2021 itu tentang kerjasama yang dilakukan antara Ziswaf dengan BSI. Kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia tersebut sudah di tandatanganin.

Kerjasama tersebut dilakukan atas dasar literasi BSI yang berada dan tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan dari kerjasam ini, Ziswaf bisa mencapai target RP. 50-60 triliun dalam 5 tahun ke depannya.

Tenyata, tidak hanya BSI yang diajak kerjasama oleh Ziswaf, melainkan juga dengan ASN dan BUMN. Kerjasama dengan 2 lembaga tersebut dnegan tujuan untuk menggerakkan anggota dan pegawainya membayar zakat.

Pembangunan sosial dan ekonomi berpotensi besar didorong oleh Zakat, Infak, sedekah dan Wakaf atau yang dikenal dengan Ziswaf, apalagi di tengah masa pandemic covid-19 yang masih melanda negeri tercinta Indonesia.

Demikianlah yang disampaikan oleh Sutan Emir Hidayat selaku Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Manajemen Eksekutif KNEKS dalam acara webinar pada Rabu, 26 Agustus.

Dalam webinar yang berjudul “International Webinar Ensuring Economic Stability and Resiliency in Respon to Pandemic Shock: Policy Choices from Islamic Economics Perspective”, Emir menjelaskan pengaruh covid-19 terhadap perkembangan perekonomian di Indonesia.

Wapres Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, M.A mengatakan bahwa sekarang sudah banyak “misbar” atau miskin baru. Hal demikian disebabkan oleh turunnya permintaan dan penawaran begitu dengan rantai produksi yang juga mengalami penurunan.

Penurunan tersebut menyebabkan banyak pengusaha yang mengalami “gulung tikar”. Problem ekonomi ini memiliki harapan besar kepada Ziswaf untuk mengurangi beban yang dihadapi pemerintah di masa covid-19 saat ini.

Beban tersebut dalam bentuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang juga harus menghadapi pandemic covid-19 yang masih meresahkan masyarakat.

Potensi ini juga di dukung oleh jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang banyak. Dengan jumlah tersebut juga, Indonesia di nobatkan sebagai salah satu Negara yang memiliki predikat Negara yang paling dermawan.

Predikat yang disematkan oleh World Giving Index pada tahun 2019 tersebut menggali potensi Ziswaf yang bisa digunakan sebagai strategi optimalisasi dalam pengumpulan dana Ziswaf.

Selain daripada itu, Emir juga menyampaikan sumbangsih Ziswaf dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Sesuai dengan laporan yang dilaporkan oleh UNDP pada tahun 2017, dana zakat sebesar Rp. 500 miliar dolar setiap tahunnya, yang dimana jumlah sebesar itu melebihi dana kemanusiaan.

Mohamad Akram Laidin selaku Direktur Eksekutif International Shari’ah Research for Islamic Finance (ISRA) mengatakan bahwa dalam Islam diajarkan untuk slaing tolong menolong dalam segala sesuatu dan hal.

Optimalisasi Ziswaf juga disediakan selain penyalur Bantuan Langsung Tunai atau BLT dan restrukturisasi perbankan sebagai rekomendasi kebijakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sebab menurut Halim Alamsyah sebagai Ketua LPS ketika Ziswaf dioptimalkan maka akan dapat membantu dalam meringankan masalah sosial dan keuangan yang terjadi dan terus tertekan di masa pandemic covid-19 di Indonesia saat ini.

Pemerintah dan Badan Amil Zakat membentuk program zakat yang berbasis wilayah dalam pengoptimalisasi Ziswaf dengan tujuan agar pengumpulan dan penyakuran dan Ziswaf lebih efektif dan sesuai dengan sasaran yang ditetapkan.

Baca juga: Pengertian Zakat Terbaru Menurut Beberapa Ulama dan Ahli

Negara yang juga mengoptimalkan dana Ziswaf dalam mengatasi kemiskinan dan masalah sosial serta masalah ekonomi di masa pandemic covid-19 adalah Malaysia.

Peranan Ziswaf di tengah Pandemi

Menurut Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, di masa pandemic ini, angka kemiskinan terus meningkat sebab penduduk sangat bergantung pada penhasilan harian dan tidak memiliki tabungan dimana meningkatnya frustasi sosial saat ini.

Dalam acara Diskusi Bulanan Yayasan Pesantren Tashwirul Afkar yang dilaksanakan pada Senin 12 Juli 2021 tersebut, Wamenag Zainut juga memaparkan peranan Ziswaf di masa pandemic ini.

Lembaga Menurutnya, penduduk yang bergantung dengan penghasilan harian dan tidak punya tabungan harus diselamatkan dari tubir jurang kemiskinan dan frustrasi sosial.

Pengelolaan Ziswaf atau zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf secara terlembaga memberi peran dalam membantu keadaan darurat medis di masa yang masih dilimuti oleh pandemic covid-19 ini.

Selain itu, daharapkan juga dapat membantu rakyat yang berada di taraf menengah ke bawah untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok yang medapatkan tekanan di masa pandemic ini secara maksimal, begitupula dengan daya belinya.

Pemerintahkan memerlukan dukungan dan partisipasi dari semua pihak dalam program stimulus ekonomi. BAZNAS, LAZ, dan BWI juga diharapkan menjadi pihak yang memberi dukungan dalam program Jaring Pengaman Sosial yang dilakukan pemerintah.

Surat Edaran Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2020 telah diterbitkan oleh Kemenag. Surat Edaran yang berisi tentang Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat.

Baca juga: Hukum Zakat Fitrah Sesuai Dalil Menurut Agama yang Benar

Hal demikian dilakukan sebagai bentuk merealisasikan Ziswaf sebagai bentuk dari program Jaring Pengaman Sosial Dalam Kondisi Darurat Kesehatan Covid-19. BAZNAS dan LAZ dihimbau untuk memperioritaskan pengelolaan Ziswaf.

Gerakan yang dilakukan sesuai dengan Surat Edaran tersebut bertujuan untuk membantu dalam meringankan beban hidup, memberi jaminan akan kebutuhan pokok serta membantu dalam menjaga daya beli masyarakat di kalangan menengah ke bawah.

Wamenag juga menyakini bahwa gerakan bersifat masif dan inklusif yang ditempuh oleh Ziswaf ini akan memjadi bagian dari instrumen yang akan membnatu dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan dalam sosial ekonomi.

Gerakan Ziswaf juga mendorong ekonomi masyarakat untuk tumbuh secara sehat dan adil atau tidak menumpuk di sebagian kecil kalangan atau lapisan masyarakat saja dan harta tersebut juga dapat mengalir di semua lapisan masyarakat.

Demikianlah pemaparan kami mengenai potensi dan peranan Ziswaf di Indonesia terutama saat ini masyarakat yang sedang menghadapi pandemic covid-19 yang masih melanda negeri Indonesia ini.

Pandemic yang sangat menekan semua aspek terutama aspek kesehatan, ekonomi dan Pendidikan, serta aspek sosial. Semoga artikel ini bermanfaat.

Wallahu ‘Alam

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?