Motivasi Infaq dan Sedekah untuk Menambah Semangat Dalam Beramal Sholih

Rumahinfaq.or.id – Mendorong diri untuk melakukan suatu amalan kebaikan itu, harus!!! Tentu hal tersebut sangat dibutuhkan, sebagaimana ketika kita beinfaq. Walau amalan ini sunah, tapi ketika di didorong dengan motivasi infaq, maka akan memiliki nilai tersendiri.

Motivasi adalah sebuah dorongan yang memberi pengaruh kepada seseorang untuk melakukan sesuatu dengan sendirinya dan kerelaan serta memberikan kemampauan terbaiknya dalam bentuk keahlian dan keterampilannya.

Motivasi infaq
Motivasi infaq

Sedangkan motivasi infaq adalah suatu dorongan yang menggerakkan seseorang untuk mengeluarkan infaq dengan sendirinya. Dorongan ini bisa berisi sebuah janji atau apa yang akan didapatkan dari apa yang diperbuatnya saat itu.

Motivasi terbagi menjadi 2 jenis yaitu motivasi internal dan eksternal, seperti yang tertulis dalam buku ‘Teori Motivasi dan Aplikasinya’ yang ditulis oleh Siagian tahun 2004. Begitu pula dalam pembahasan motivasi infaq.

Motivasi internal adalah motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang. Motivasi internal disebut juga dengan motivasi intrinsic. Motivasi internal biasanya berasal dari pemahaman kita akan adanya hak orang lain atas harta kita.

Sedangkan motivasi eksternal atau disebut juga dengan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri seseorang. Motivasi eksternal ini bisa dipicu oleh keadaan disekitar kita yang menyadarkan diri kita untuk beirnfaq.

Contoh, ada keluarga kita yang membutuhkan uang untuk biaya sekolah. Maka, kita hal itu bisa memotivasi diri kita untuk membantu biaya sekolahnya dengan niat sebagai infaq selain daripada kewajiban nafkah.

Kadang kata bijak tentang sedekah atau infaq bisa memotivasi seseorang untuk mengeluarkan infaq. Seperti kata bijak Dr. Muhammad Abdullah al-Wuhaibi tentang anjuran mengeluarkan infaq atau sedekah.

Beliau berkata bahwa ketika seseorang bersedekah atau berinfaq merupakan waktu dia gunakan untuk mentransfer hartanya tersebut untuk dikemudian harinya bagi dirinya sendiri, bukan sebagai bentuk penghabisan terhadap hartanya.

Baca juga: Pengelolaan Infaq Zakat dan Sedekah Oleh Lembaga Terpercaya Yayasan Rumah Infaq

Factor-faktor Motivasi Infaq

Dorongan atau motivasi infaq bisa disebabkan oleh beberapa factor. Factor-faktor tersebut yang akan memberikan pengaruh kepada gerakan seseorang yang memiliki harta untuk mengeluarkan infaqnya.

Foktor yang ditulis oleh Ahmad Syafiq di sebuah jurnal yang diterbitkan tahun 2008 dengan judul ‘Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Menunaikan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf’.

Sesuai dengan judul jurnalnya, motivasi pendorong tersebut tidak hanya berlaku untuk infaq saja melainkan juga untuk zakat, sedekah dan juga wakaf atau yang biasa dikenal dengan istilah ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf).

Berikut ini beberapa factor tersebut;

1. Faktor Religiusitas

Factor ini sudah ada pada tahap dimana pemahaman dan pengamalan secara agama tidak hanya sebatas pengetahuan semata. Factor ini termasuk motivasi infaq yang paling tinggi.

Pemahaman terhadap firman Allah dan Sabda Rasulullah adalah bagian dari factor religiusitas. Seperti pemahaman akan kalamullah dalam surah al-Hadid ayat 18 dan hadits-hadits Rasulullah.

2. Faktor Psikologis

Factor psikologi disebut juga dengan factor internal karena berupa dorongan atau motivasi infaq yang berasal dari dalam diri sendiri dan tidak ada pihak yang memaksanya untuk membayar ZIS pada LAZ.

3. Faktor Sosial

Foktor ini tidak dipengaruhi oleh adanya keluarga atau dorongan dari kelompok refrensi.

Sebab ZISWA merupakan anjaran agama, sehingga ketika sudah adanya pemahaman mengenai ajaran tersebut. Maka, akan dengan sendirinya tergerak untuk mengamalkan ajaran tersebut.

Sebab factor religiusitas dan psikologi yang lebih tinggi cenderung mendorong dan memotivasi untuk mengamalkan ajaran tersebut daripada dorongan keluarga atau lingkungan sosial lainnya.

Baca juga: Pengertian Zakat Terbaru Menurut Beberapa Ulama dan Ahli

4. Faktor Regulasi Pemerintah

Menurut Syafiq, kesadaran masyarakat untuk membayar ZISWAF lebih berasal dari diri sendiri. Karena regulasi mengenai pengelolaan ZISWAf belum tersampaikan kepada masyarakat dengan baik.

Maka, masyarakat membayar ZISWAF lebih kepada anggapan bahaw perbuatan tersebut adalah sesuatu yang privasi antara hamba dengan Tuhannya.

Keutamaan-keutamaan Infaq menjadi Motivasi Infaq

Keutamaan-keutamaan infaq atau sedekah juga termasuk dorongan yang menjadi motivasi infaq atau sedekah seseorang. Lalu, apa saja keutamaan-keutamaan infaq atau sedekah tersebut, berikut ini penjelasannya;

1. Infaq dapat menghapus dosa

Keterangan tersebut berasal dari hadits Rasulullah yang tercantum jelas dalam Shahih at-Tirmidzi No. 614. Hadits tersebut diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani.

2. Mendapatkan naungan di hari akhir

Keutamaan infaq yang kedua ini tercantum dalam hadits al-Bukari No.1421. Hadits yang menyampaikan kabar tentang 7 golongan yang mendapatkan naungan di hari akhir kelak dan salah satunya naungan bagi mereka yang berinfaq.

3. Infaq membebaskan diri dari siksa kubur

Sabda Rasulullah mengenai keutamaan infaq kali ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani yang dishahihkan al-Albani. Hadits tersebut tercantum dalam Shahih At Targhib No. 873.

4. Pahala yang berlipatganda

Keutamaan infaq ini sangat jelas tercantum dalam firman Allah surah al-Hadid ayat 18. Kalamullah yang menyatakan akan dilipatgandakan pahala atau balasan bagi mereka yang meminjamkan pinjaman terbaik kepada Allah yaitu infaq.

5. Memiliki pintu syurga bagi mereka yang suka bersedekah atau infaq

Berita gembira yang disampaikan oleh Rasulullah tersebut tercantum dalam al-Bukhari no.3666 dan Muslim no. 1027.

6. Infaq atau sedekah adalah bukti keimanan

Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam an-Nawawi dalam penuturannya mengenai hadits Muslim no.223, bahwa infaq atau sedekah adalah sebuah bukti atas keimanan seseorang atau Shidqu Imanihi kepada Allah.

7. Harta yang berkah

Tentu saja harta yang dikeluarkan infaq atau sedekah darinya akan Allah Subhanahu Wa Ta’la berkahi sebagaimana hal tersebut merupakan bagian dari keutamaan infaq atau sedekah yang dikabarkan dalam hadits Muslim, no. 2588.

8. Mencegah prilaku maksiat pedagang dalam jual beli

Peringatan sekaligus kabar baik tersebut disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dalam sebuah haditd shahih yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no,1208.

9. Melapangkan dada dan membahagiakan hati

Siapa yang tidak mau meraih keutamaan infaq yang tercantum dalam al- Bukhari no. 1443 tersebut. Ya, infaq yang dikeluarkan seseorang akan memberikan kelapangan dada dan kebahagian pada hati.

10. Pahala yang terus berkembang

Sesuatu yang berkembang pasti disukai dan menjadi dorongan tersendiri untuk seseorang untuk meraih sesuatu itu.

Lalu bagaimana dengan janji pahala yang akan terus berkembang?

Untuk mendapatkan janji akan pahala yang terus berkembang yang tetulis dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no 662, maka keluarkan infaq di jalan Allah karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata.

11. Menjauhkan dari api neraka

Kembali Allah mendorong hamba-Nya untuk berinfaq dengan janji dijauhkannya dari api neraka sebagaimana tersampaikan dari Rasulullah yang tercantum dalam sebuah hadits al Bukhari no. 6539 dan Muslim no. 1016.

12. Iri kepada yang dermawan

Iri adalah salah satu sifat yang sangat tercela dan tidak disukai oleh Allah, namun berbeda halnya jika itu dalam kebaikan atau terkhususnya dalam berinfaq atau sedekah.

Maksudnya adanya rasa iri atau rasa ingin bersaing dengan mereka yang mengeluarkan infaq atau berdermawan. Maka sifat itu akan menjadi akhlak yang terpuji.

Demikian sudah dinasehatkan oleh Rasulullah sebagaimana terekam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816.

Demikianlah pemaparan kami mengenai motivasi infaq berdasarkan dalil al-Quran dan al-Hadits. Dengan motivasi tersebut akan memberi dorongan kepada seseorang untuk mengeluarkan infaq.

Semoga kita termasuk dari mereka yang dipengaruhi oleh motivasi infaq atau sedekah di atas dalam kerelaan mengeluarkan sebagian harta untuk beinfaq.

Mari kita sisihkan bagian Allah dengan berinfaq atas harta yang kita miliki. Semoga kita dapat terdorong oleh motivasi infaq atau sedekah dan meraih keutamaan-keutamaan infaq atau sedekah yang dijanjikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga artikelnya bermanfaat

Wallahu ‘Alam

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?