Pahala Infaq yang Melimpah Dari 700 Kali Lipat Hingga Tak Terbatas

Rumahinfaq.or.id – Infaq adalah amalan yang sangat dicintai dan dianjurkan oleh Rasulullah. Amalan sunah yang mudah dikerjakan, tapi memiliki balasan yang besar. Seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits bahwa pahala infaq akan dilipatgandakan hingga 700 kali.

Tentu semua itu bukan hanya sebatas janji saja, karena janji Allah itu Haq, pasti. Walaupun amalan sunah, amalan infaq ini sangat diperhatikan oleh Rasulullah. Sehingga tidak sedikit beliau berbicara tentang infaq.

Pahala infaq
Pahala infaq

Bahkan beliau mengajak para sahabatnya untuk berlomba dalam berinfaq, yang tentunya disambut baik oleh para sahabat. Buktinya, ada beberapa sahabat yang sangat dikenal dengan kedermawaan mereka.

Seruan tersebut disampaikan dimanapun beliau bersama para sahabatnya, begitu pula di masjid. Hal demikian juga langsung disambung oleh mereka.

Sehingga ada ganjaran pahala infaq di masjid sebab sahabat yang mendengar ajakan beliau di masjid langsung dikerjakan pada saat itu dengan memberi harta yang ia miliki. Begitu pula dengan ajakan dan seruan Rasulullah di tempat yang lainnya.

Mereka itulah Utsman Ibnu Affan dan Abdurrahman Ibnu Auf. Bukan berarti sahabat-sahabat yang lainnya tidak suka menyambut ajakan beliau, akan tetapi kedua sahabat tadi yang lebih menonjol kederwaaannya di antara para sahabat Rasulullah.

Baca juga: Pengelolaan Infaq Zakat dan Sedekah Oleh Lembaga Terpercaya Yayasan Rumah Infaq

Apa sih, yang membuat mereka menyambut seruan Rasulullah dengan segera dan semangat?

Tiada pacuan semangat yang lebih dahsyat selain daripada janji Allah yang disampaikan melalui lisan as-sidhiq Muhummad Rasulullah. Janji akan balasan pada apa yang mereka keluarkan dengan ganjaran di dunia dan akhirat.

Balasan atau pahala infaq itulah yang selalu mereka kejar selain dari segera menyambut seruan Rasulullah sebagai bentuk ketaatan mereka kepada Beliau. Pahala yang lebih mereka cintai daripada harta yang mereka miliki.

Tidak hanya balasan berupa pahala infaq saja melainkan banyak sekali balasan yang didapatkan oleh seseorang yang berinfaq. Seperti dijauhkannya dari siksaan api neraka dan murka Allah atas infaq yang dikeluarkan.

Pernyataan tersebut adalah kabar yang disampaikan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits yang tercantum dalam al- Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016.

Sebiji kurma dalam hadits dapat dimaknai dengan jumlah infaq yang dikeluarkan tidaklah harus dalam jumlah yang besar dan banyak, melainkan dengan sesuatu dari harta yang kita miliki dan didapatkan dengan cara yang baik.

Sebagaimana yang nasehat Rasulullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari no. 1410 dan Muslim no. 1014. Dan tentu saja infaq tersebut disertai dengan keikhlasan dari pemberi infaq atau munfiq.

Seseorang pula dapat diantarkkan untuk memasuki syurga-Nya Allah hanya dengan infaq yang dikeluarkannya. Perkara demikian telah Allah sampaikan dalam surah ar-Ra’ad ayat 22-23 dan Ali Imran ayat 133-134.

Jikalau begitu besar keutamaan yang akan didapatkan bagi mereka yang mengeluarkan sebagian hartanya untuk berinfaq. Maka, bagaimana dengan pahala infaq itu sendiri.

Baca juga: Ini Dia Penjelasan Paling Lengkap Tentang Keutamaan Sedekah Subuh Setiap Hari

Pahala Infaq

Janji Allah adalah janji yang haq atau janji yang pasti ditepati, maka tidaklah ragu untuk berinfaq demi meraih pahala infaq itu sendiri. Bukankah itu adalah tujuan dari infaq yang kita keluarkan karen Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Tentu untuk mendapatkan semua balasan dari infaq yang dikeluarkan, Allah meminta selain dari harta tersebut halal dan didapatkan dengan cara yang halal kepada hamba-Nya untuk mengeluarkan infaq dari harta yang dicintainya.

Harta yang dicintai dan dapat memberi manfaat kepada penerima infaq sebab hal demikian akan mendatangkan pahala infaq yang dijanjikan Allah tersebut. Sebagaimana kalamullah dalam ayat 92 surah Ali Imran.

Keikhlasan dan kesukarelaan yang jika disertai harta tersebut juga adalah harta yang baik dan dicintai. Apalagi jika infaq itu dikeluarkan di jalan Allah atau untuk berjihad fi sabilillah yang disertai dengan niat yang tulus Lillahi Ta’ala.

Demikianlah yang mendapatkan balasan berupa pahala infaq yang berkalilipat, seperti yang digambarkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Mas’ud Al-Anshari.

Hadits yang menyampaikan berita dilipatgandakannya pahala seorang laki-laki yang menginfaqkan hartanya berupa seekor unta di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Rasulullah juga memberitahukan bahwa 700 unta dengan tali kekangnya yang akan didapatkan oleh laki-laki tersebut di hari kiamat kelak.

Dia mendapatkan pahala infaq sebagaimana harta yang ia infaqkan, namun jumlahnya dilipatgandakan menjadi 700 kali. Bukankah janji Allah itu haq, bahkan jumlahnya dilipatgandakan lebih dari apa yang kita keluarkan dalam berinfaq.

Demikianlah bukti kepastian janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tercantum dalam hadits no. 3508 yang diriwayatkan oleh Muslim.

Dalam pembahasan tentang hadits di atas, Ustadz Rikza Maulan yang menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah Rumah Zakat menyebutkan bahwa pahala infaq di jalan Allah memiliki keutamaan yang sangat besar.

Setiap ‘sen’ yang dikeluarkan untuk infaq akan dibalas oleh Allah. Balasan Allah tidaklah tanggung-tanggung, balasan tersebut mencapai 700 kali lipat dari apa yang telah diinfaqkan. Sebagaimana telah Rasulullah sampaikan dalam hadits di atas.

Hadits tersebut ternyata menpertegas firman yang telah Allah cantumkan dan sampaikan dalam surah al-Baqarah ayat 261, yang mengambarkan balasan berupa pahala infaq yang dilipat gandakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Beliau juga menyatakan hawa infaq bukan mengurangi harta, tapi menambah harta yang telah dikeluarkan infaq darinya dan harta tersebut juga akan penuh berkah dan manfaat. Itulah pahala dari infaq yang diriwayatkan oleh Muslim.

Ustadz Rikza juga menyatakan bahwa infaq merupakan salah satu dasar pokok dalam sistem ekonomi syariah. Begitu pula dengan sedekah dan zakat. jika ketiga pilar tersebut berkembangg, maka berkembang pulalah eknomi syariah tersebut.

Bahkan perkembangan ekonomi syariah yang disebabkan oleh pertumbuhan ketiga pilar tersebut dapat mengalahkan ekonomi ribawi. Begitulah tutur Ustaz Rikza yang dilansir di halam resmi Rumah Zakat.com.

Tokoh Inspirasi dalam Mengejar Pahala Infaq

Berbicara tentang tokoh yang mampu memberi semangat dan inspirasi dalam berlomba kebaikan banyak sekali dari kalangan para sahabat, dan sholihin lainnya. Akan tetapi, Rasulullah sering menginggung sahabat yang lainnya untuk mencontohi kedermawaan beberapa sahabat yang sangat dikenal dengan kedermawaannya.

Siapa sajakah mereka tersebut? Mereka adalah Abu Bakar, Umar ibnu al-Khattab, Utsman ibnu Affan, Thalhah, Abdurrahman bin Auf, al-Abbas Said bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah, Ashim bin Adi dan para sahabat yang lainnya.

Tentu saja mereka ini adalah orang-orang pilihan dan layak menjadi contoh dalam kedermawaan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. Banyak kisah dan sabda Rasulullah yang membicaraka kedermawaan mereka.

Termasuk di antaranya Utsman ibnu Affan yang menginfaqkan sumur berserta kebunnya yang pahalanya masih mengalir sampai sekarang. Iya, karena sumur dan kebun tersebut masih ada sampai sekarang dan didayagunakan.

Hasilnya digunakan untuk membantu mereka yang berhak menerima uluran tangan kita. Bukankah janji Allah tentang pahal infaq sudah sangat terbukti. Apalagi untuk balasan di akhirat kelak, pasti akan terjadi, biidznillah….

Demikianlah pemaparan kami mengenai pahala infaq yang Allah janjikan untuk mereka yang denga sukarelanya mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan bersama.

Kepentingan yang membawa keberkahan juga untuk harta dan jiwanya. Serta dosa-dosa selain dari syirik akan diampuni dengan infaq yang dilakukannya. Semoga kita termasuk dari mereka yang berinfaq Lillahi Ta’ala.

Wallahu ‘Alam,,,,,,

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?