Pengertian Infaq Sedekah dan Keutamaannya Dalam Agama Islam

Rumahinfaq.or.id – Secara umum, pengertian infaq ini sering sekali tertukar-tukar penyebutannya di tengah-tengah masyarakat yang awam. Kendati memang mempunyai kemiripan yang hampir sama sedekah, dua istilah ini mempunyai beberapa perbedaan tertentu.

Pengertian Infaq
Pengertian Infaq

Pada dasarnya, infaq dan sodaqoh adalah termasuk ibadah sosial yang diperintahkan didalam Islam. Dan orang-orang yang berinfaq yang bersedekah itu dijanjikan pahala yang sangat besar di sisi Allah Subhnahu Wa Ta’ala.

Baca juga: Sedekah Online Bersama Yayasan Rumah Infaq Amanah

Secara istilah, infaq ialah suatu ibadah sosial yang dikerjakan dengan suka rela, serta diserahkan dalam wujud harta demi kemaslahatan ummat. Sebagai ibadah sosial, infaq mempunyai cakupan yang sangat luas.

Contohnya, sedekah dan zakat termasuk komponen dari infaq. Di sudut lain, sedekah didalam bahasa Arab yang artinya adalah benar. Maksudnya ialah, sedekah dikerjakan oleh seseorang yang merupakan bentuk dari kebenaran dan kejujurannya dalam beriman terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kata infaq dalam dalil-dalil dari Alquran, hadis dan juga dalam budaya ulama mempunyai arti yang cukup luas, sebab hal ini meliputi segala jenis pembelanjaan harta kekayaan. Sebagaimana yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala Firmankan dalam (QS.Al-furqon :67).

Hal yang serupa juga terlihat dengan jelas dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:
“…harta benda kekayaannya bagaimana cara dia mendapatkannya dan dibelanjakan untuk apa (infaqkan).” (HR. at-Tirmidzi).

Kemanapun dan untuk tujuan apapun itu, baik itu dalam tujuan yang dibenarkan secara syariat maupun yang diharamkan, seluruhnya disebut dengan sebutan infaq. Orang kafir pun mereka menginfaqkan harta mereka guna untuk menghalangi manusia dari jalan Allah dan akhirnya pun mereka juga akan dikalahkan, mereka menyesal atas perbuatan mereka senidiri.

Kisah ini diceritakan dalam Al-quran yaitu: (QS. Al-Anfal: 36) Maka dari itu dari sekian banyaknya dalil perintah untuk berinfaq diikuti dengan keterangan berinfaq di jalan Allah, sebagaimana yang terdapat pada ayat berikut ini, yang artinya:

“Infaqkanlah harta bendamu di jalan Allah.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Pengertian Infaq dan Pembagiannya didalam Islam

Infaq adalah merupakan salah satu ibadah yang dapat kita kerjakan untuk menyempurnakan amalan kita. Selain dari menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, mengerjakan ibadah seperti hal-nya infaq, shadaqah, maupun zakat pun menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan.

Infaq, shadaqah, dan zakat itu tidaklah sama walaupun ketiga istilah tersebut sering dipakai secara beriringan. Berikut adalah merupakan keterangan lebih detail tentang infaq dan juga macam-macam infaq.

Baca juga: Niat Zakat yang Benar

Infaq Artinya Adalah Berbagi

Pengertian infaq itu ialah asal mula dari kata anfaqa–yunfiqu yang memiliki arti membelanjakan, membiayai atau juga menafkahkan yang berkaitan dengan bentuk usaha pengaplikasian perintah-perintah Allah.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau yang sering disingkat dengan(KBBI) edisi yang kelima, infaq ialah suatu pemberian atau (sumbangan) harta dan lain sebagainya (selain dari zakat wajib) untuk kemaslahatan.

Dan adapun berdasarkan istilah, pengertian infaq memiliki arti yaitu mengeluarkan beberapa dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk sebuah kepentingan yang diperintahkan didalam syariat Islam.

Maka dari itu, infaq beda halnya dengan zakat, infaq tidak mengenal nisab atau juga jumlah harta yang sudah ditetapkan secara hukum. Infaq pun tidak harus diserahkan kepada mustahik tertentu, melainkan bisa diserahkan terhadap siapa saja seperti halnya keluarga, kerabat dekat, anak yatim, orang miskin, atau juga orang-orang yang sedang berada dalam perjalanan jauh.

Maka dari itu infaq ialah membayar menggunakan harta, mengeluarkan menggunakan harta dan membelanjakan dengan harta. Maka dari itu Infaq berbeda dari zakat, infaq itu tidak terbatas pada nisab atau juga jumlah harta yang ditetapkan secara hukum. Dan Infaq juga tidak harus diserahkan terhadap mustahik tertentu.

Akan tetapi infaq ini boleh diberikan kepada siapapun misalnya seperti orang tua, kerabat dekat, anak-anak yatim, orang yang miskin, atau juga orang-orang yang sedang berada didalam perjalanan.

Perintah Infaq Adalah untuk Kebaikan dan Kemaslahatan

Tujuannya adalah bisa untuk kebaikan dan kemaslahatan seperti berdonasi atau sesuatu yang bersifat untuk diri sendiri. Perintah agar seseorang membelanjakan hartanya tersebut untuk dirinya sendiri ada di dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai berikut:

Artinya:
“Dan bertaqwalah kamu kepada Allah semampu kamu, dengar serta taatlah dan nafkahkan sebaian hartamu dengan nafkah yang baik untuk dirimu.” (QS. At-Tagabun: 16).

Dan adapun perintah untuk memberikan nafkah kepada istri dan keluarga berdasarkan kemampuan pun sudah diterangkan didalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala didalam Al-quran ” (QS. At-Thalaq: 7).

Dan adapun dalam menginfaqkan harta-harta itu haruslah yang diinfaqkan itu merupakan dari harta yang baik dan bukan dari yang buruk, terkhususnya dalam menunaikan infaq menurut firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam surat Al-Baqarah ayat 267.

Isi kandungan nya berisi tentang perintah kepada orang-orang yang beriman agar mereka jika berinfaq itu harus dari harta yang baik-baik dan bukan dari harta yang buruk-buruk.

Pembagian Macam-macam Infaq

Infaq menurut secara hukum ialah terbagi dalam 4 macam, diantaranya ialah sebagai berikut;

  1. Infaq Yang Mubah: Tipe Infaq mubah adalah merupakan suatu tindakan yang mengeluarkan harta untuk kepentingan mubah seperti berdagang dan bercocok tanam.
  2. Infaq Yang Wajib: Adapun Bentuk Infaq yang wajib ialah merupakan sebuah pengeluaran harta untuk kepentingan yang wajib seperti halnya membayarkan mahar atau (maskawin), dan menafkahi istri, juga untuk menafkahi istri yang ditalak dan masih berada dalam keadaan iddahnya.
  3. Infaq Yang Haram: Ialah jenis Infaq haram merupakan suatu tindakan mengeluarkan harta dengan bertujuan untuk suatu kepentingan yang diharamkan oleh Allah, misalnya:
    a. Infaqnya kepada orang kafir untuk menghalang-halangi syiar agama Islam
    Seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Al-Anfal ayat (QS. Al-Anfal [8]: 36).
    b. Infaqnya orang Islam terhadap fakir miskin akan tetapi niat nya orang itu tidak karena Allah.
    Menurut dari yang telah difirmankan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam (QS.AnNisa[4]:38)
  4. Infaq Yang Sunnah: Infaq yang sunnah ini yaitu menginfaqkan harta dengan niat untuk shadaqah. Macam ini terbagi kedalam 2 kategori, yakni; infaq untuk jihad dan infaq terhadap yang memerlukan.

Simpulannya ialah, infaq adalah merupakan suatu kegiatan membelanjakan atau mengeluarkan harta kita tanpa adanya nisab atau batasan seberapa banyaknya harta yang mesti kita keluarkan seperti zakat.

Kamu bisa melengkapi dan menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan, caranya dengan menyisihkan sebagian dari harta kamu untuk berinfaq.

Baca juga: Pengertian Infaq dan Shodaqoh

Hikmah Ibadah infaq

Diberi ganjaran pahala yang sangat besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan juga dihitung sebagai amal baik yang dikerjakan seorang muslim. Tidak cuma ganjaran di akhirat saja, infaq juga mempunyai sejumlah hikmah yang bisa dirasakan di dunia ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Mempererat tali Silaturahmi dan Persaudaraan Islam
2. Salah satu kebaikan yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala
3. Menebarkan kasih sayang sesama manusia di dunia

Donasi Sekarang



3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?