Penjelasan Lengkap Tentang Dasar Hukum Infaq Dalam Islam yang Harus Diketahui

Rumahinfaq.or.id – Kita sudah tidak asing dengan yang namanya zakat, shodaqoh, dan infaq. Ketiga amalan tersebut memiliki dasar hukum yang sangat jelas. Baik itu dari al-Quran maupun al-Hadits, sehingga kita perlu mendalami lagi dasar hukum infaq, shadaqoh dan zakat.

Jika zakat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap umat Muslim, maka berbedda halnya dengan infaq dan shodaqoh. Sebab, infaq dan shadaqoh adalah amalan yang disunahkan oleh Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wassalam.

Dasar hukum infaq
Dasar hukum infaq

Makna amalan yang disunahkan oleh Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wassalam ialah tersebut tidaklah wajib dilaksanakan tapi dilakukan atas dasar kesukarelaan, kecuali di beberapa hal yang menjadikannya wajib, makruh, mubah bahkan haram.

Walaupun sunah, infaq dan shadaqoh memiliki dasar hukum yang jelas. Tidak hanya berasal dari hadits Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wassalam saja, tapi juga ada beberapa firman Allah yang menyinggung dua amalan sunah tersebut.

Untuk lebih jelas memahami dasar hukum infaq dan shodaqoh, berikut ini akan kami paparkan penjelasannya. Tidak hanya itu, kami juga akan membahas dasar hukum zakat. Silahkan menyimak dan semoga bermanfaat;

Dasar Hukum Zakat

Zakat adalal kewajiban yang harus dikeluarkan oleh setiap Muslim dari harta yang dimilikinya. Sebagaimana halnya kwajiban zakat fitrah yang dikeluarkan di bulan Ramadhan, maka setiap muslim juga dibebankan zakat maal.

Zakat maal ini dikeluarkan ketika sudah memenuhi beberapa syarat-syarat tertentu. Zakat memiliki dasar hukum yang jelas yang berdasarkan al-Quran dan Sunah atau sabda Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wassalam.

Hukum mengeluarkan zakat adalah fardhu ‘ain atau wajib dilaksanakan, jika tidak dilaksanakan akan mendapatkan dosa dan akan mendapatkan pahala jika dikerjakan.

Hukum zakat ini tentunya didasarkan dari dalil-dalil, baik itu dalil yang tercantum dalam kitabullah atau hadits Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wassalam. Berikut ini pemaparan dalil tersebut;

Dalil Al-Quran

1. Surah al-Baqarah ; 43

Ada 3 perintah dalam ayat tersebut, salah satunya Allah perintah untuk menunikan zakat. Perintah tersebut diserukan setelah perintah untuk mendirikan shalat. Hal ini menunjukan bahwa kewajiban zakat dalam islam memiliki kedudukan.

2. Surah at-Taubah: 103

Dalam ayat di atas, dijelaskan keutamaan yang akan di dapatkan dari mengeluarkan zakat, yaitu membersihkan jiwa muzakki dan hartanya.

Baca juga: Penjelasan Terbaru Tentang Pengertian Zakat Terlengkap Menurut Para Ulama

3. Surah at-Taubah: 35

Ayat di atas mengabarkan ancaman Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap mereka yang tidak mau mengeluarkan zakatnya dengan siksaan nerak jahanam.

4. Surah ar-Ruum: 39

Keutamaan zakat yang lain ialah untuk memperoleh keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Motivasi tersebut juga menjadi tujuan seorang muzakki dalam menunaikan kewajiban zakat.

5. Surah al-Baqarah: 276

Allah memusnahkan riba’ yang semakin merajarela pada masa dimana al-Quran diturunkan dengan kewajiban untuk membayar zakat. Begitulah penjelasan dari ayat di atas.

6. Surah al-Bayyinah: 5

Ayat di atas juga menjelaskan kewajiban setiap Muslim untuk membayar zakat.

7. Surah adz-Dzariyat: 19

Ayat terakhir yang kami sajikan ini, menjelaskan bahwa dalam harta yang dimiliki seseorang ada hak mereka yang membutuhkannya. Dan hak itu wajib kita berikan dalam bentuk zakat.

Selain dari 7 ayat di atas, kata zakat dalam al-Quran telah disebutkan sebanyak 30 kali. Sedangkan kata zakat yang disangdingkan dengan kata shalat ada 27 kali. Hal ini menunjukkan kedudukan zakat yang sangat penting dalam islam.

Baca juga: Niat Zakat Fitrah yang Benar Sesuai Dalil Menurut Hukum Islam

Dalil Hadits

Sedangkan untuk dalil mengenai zakat ini yang berasal dari hadits ialah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyyallahu ‘Anhu.

Kewajiban atau difardhukannya perintah zakat terjadi pada tahun ke-2 hijriyyah. Pada periode ini juga, Rasulullah juga menyampaikan penjelasan mengenai jenis-jenis harta yang memiliki kewajiban zakat.

Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang jumlah, haul, nishab dan segala hal yang berkaitan dengan zakat. penjelasan ini disampaikan setelah adanya ayat-ayat al-Quran yang menggunakan redaksi amr atau perintah.

Sedangkan ayat-ayat al-Quran yang diturunkan di Mekah yang berkaitan dengan zakat hanya sebatas memerintahkan untuk memberi hak kepada 3 golongan, yaitu kerabat, fakir miskim dan ibnu sabil. walau demikian, para sahabat tetap menjadikan itu sebagai bentuk kewajiban mereka atas harta mereka.

Dasar Hukum Infaq

Jika zakat memiliki hukum yang wajib untuk mengeluarkannya, maka hukum infaq adalah sunah. Walaupun demikian, dasar hukum infaq tidak hanya sebatas dari dalil al-Hadits, tapi juga berasal dari ayat-ayat al-Quran.

Apa buktinya?

Dalil al-Quran

Berikut ini ada beberapa ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan keharusan menjalankan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

1. Surat at-Taghabun : 16

Ayat ini menyampaikan anjuran untuk membelanjakan harta yang dimilikinya untuk.

2. Surat Adz-Dzariyat: 19

Ayat di atas menjelaskan ada hak mereka yang membutuhkannya dalam harta yang dimiliki oleh kita. Hak tersebut dapat dikeluarkan dengan zakat, infaq dan shodaqoh.

3. Surah Ali Imran: 134

Salah satu sifat orang-orang yang melakukan kebajikan dalam ayat di atas adalah mengeluarkan infaq dalam keadaan apapun, baik itu dalam keadaan kaya maupun dalam keadaan miskin.

4. Surah al-Baqaah: 215

Ayat di atas mengurutkan urutan yang benar dalam masalah penerimaan infaq, yaitu kedua orang tua, kerabat terdekat, anak yatim, golongan miskin dan golongan ibnu sabil.

5. Surah al-baqarah : 245

Orang yang meminjamkan hartanya kepad Allah akan diganti berkali-kali lipat. Meminjamkan dalam ayat di atas adalah membelanjakan harta untuk infaq di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalil Hadits

Banyak sabda Rasulullah yang berbicara tentang infaq, tapi kita akan mengambil satu hadits sebagai dasar hukum infaq yang berasal dari dalil hadits, yaitu keutamaan berinfaq dalam bentuk diselamatkannya dari siksaan api neraka.

Keutamaan infaq tersebut terdapat dalam hadits yang diriwayatkan dan dicantumkan dalam Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016.

Dasar Hukum Shadaqah

Sebagaimana infaq yang merupakan sunah Rasulullah, maka shodaqoh juga demikian. Akan tetapi, yang membedakan infaq dan shodaqoh terletak pada bentuk pemberiannya.

Jika infaq hanya sebatas materi saja, maka shodaqoh bisa juga selain dengan materi, seperti tersenyum. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa senyum kepada saudara seiman adalah shodaqoh.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa shodaqoh memiliki cangkupan yang lebih luas dari infaq, walau keduanya sama-sama amalan sunah atau amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

Demikian juga dengan dasar hukum shodaqoh, ada yang berasal dari al-Quran, ada juga yang bersumber dari al-Hadits. Berikut ini penjelasannya;

Dalil al-Quran

Ada beberapa ayat al-Quran yang menjadi dasar hukum shodaqoh, namun kami tidak akan membahas ayat yang juga merupakan dasar hukum infaq yang sudah di bahas di pembahasan sebelumnya.

Berikut ini beberapa ayat tersebut;

1. Surah al-Baqarah : 245
2. Surah al- Baqarah : 261
3. Surah al-Hadid :7

Keutamaan dalam bentuk pahala yang besar akan didapatkan bagi mereka yang mau mengeluarkan shodaqoh dengan sukarelanya.

Dalil Hadits

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Annas Radhiyyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda mengenai waktu shodaqoh yang lebih baik dari shodaqoh di waku yang lain.

Waktu yang dimaksud dalam hadits tersebut diriwayatkan oleh at-Timidzi tersebut ialah bulan Ramadhan.

Demikianlah pemaparan kami mengenai dasar hukum infaq, shodaqoh dan juga zakat. dasar hukum yang bersumber dari al-Quran dan al-Hadits atau sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

Semoga bermanfaat..

Wallahu ‘Alam

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?