Penjelasan Paling Lengkap Tentang Perbedaan Infaq dan Sedekah Dalam Islam

Rumahinfaq.or.id – Setiap manusia diharuskan untuk saling menolong dan membantu satu sama lain, apalagi kita juga sebagai makhluk sosial. Sehingga banyak sekali cara untuk saling membantu, kali ini Kami akan membahas tentang perbedaan infaq dan sedekah.

Dalam Islam ada banyak jenis-jenis ibadah, salah satunya adalah ibadah maaliyah. Ibadah maaliyah yaitu jenis ibadah yang menggunakan harta benda ataupun materi sebagai sarana bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Perbedaan Infaq dan Sedekah
Perbedaan Infaq dan Sedekah

Infaq dan sedekah termasuk dalam ibadah maaliyah. Lalu, apa sih perbedaan infak dan sedekah itu? Apakah keduanya memiliki perbedaan atau tidak? Sebab Masyarakat sering menganggap kedua amalan ini sama.

Meskipun infaq dan sedekah termasuk dalam ibadah yang hukumnya sunnah, tapi keduanya memiliki beberapa perbedaan yang perlu kita ketahui agar kita tidak salah mengeluarkannya ataupun menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya.

Infaq dan sedekah juga termasuk ibadah yang memiliki pahala yang besar yang akan tetap mengalir walaupun orang yang melakukannya sudah meninggal dunia. Selama infaq dan sedekah yang dilakukan masih ada dan berdampak di dunia serta masih bermanfaat untuk orang lain.

Contoh infaq dan sedekah yaitu; membelanjakan harta dalam pembangunan masjid, sekolah, atau pun mengajarkan ilmu dalam kebaikan.

Sebagaimana disabdakan Rasulullah dalam hadits Muslim ada tiga amal yang pahalanya akan terus menyalir walau pelakunya sudah meninggal dunia, yaitu amal jariyyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh yang akan mendoakan kedua orang tuanya.

Jika dalam zakat ada beberapa golongan yang berhak menerimanya, maka infaq dan sedekah memiliki jangkauan yang lebih luas dan umum bagi penerimanya, sebab keduanya tidak dibatasi hanya pada delapan golongan saja.

Dan jumlah dan waktu baik untuk berinfaq maupun bersedakah tidak ditentukan dan tidak hanya pada bulan Ramadhan saja sebagaimana waktu dan kadar zakat yang telah ditetapkan sebelumnya.

Selain itu, persamaan infaq dan sedekah yang membedakannya dari zakat ialah terletak pada tujuan keduanya yang dikeluarkan untuk kepentingan bersama atau kemaslahatan umum.

Sedangkan penamaan untuk penerima dari harta yang dikeluarkan oleh pemilik harta ialah mutashaddiq untuk penerima sedekah dan untuk penerima infaq, disebut munfiq.

Persamaan lainnya antara infaq dan sedekah ialah juga terletak pada tujuan dana infaq dan sedekah yang sama-sama digunakan untuk kemaslahatan umum.

Selain memiliki kesamaan-kesamaan tersebut, ternyata infaq dan sedekah memiliki perbedaaan dalam islam. Dan kita memiliki keharusan untuk mengetahui dan memahami perbedaan infak dan shodaqoh itu.

Apa sih perbedaan infak dan shodaqoh itu?. Masih bingung ya, untuk membedakan keduanya? Nah, daripada kita kebingungan untuk membedakan keduanya. Lebih baik kita simak penjelasannya sebagai berikut;

Perbedaan dari segi pengertian

Dilihat dari pengertiannya, perbedaan infak dan shodaqoh ialah sebagai berikut;

Infaq

Kata infaq berasal dari kata al-infaq yang bisa berarti habis, hilang/lenyap, berkurang/sedikit, pergi, keluar.

Sehingga al-infaq berarti membelanjakan sebagian harta sehingga harta yang dikeluarkan kepada orang lain mengalami pelenyapan dari pemilik harta atau terjadinya pengurangan harta dari si pemberi infaq.

Dikatakan juga bahwa Infaq ialah membelanjakan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan guna memenuhi kebutuhan umum sebagaimana yang diajarkan dalam islam.

Sedekah

Kata shadaqoh ialah kata yang diserap oleh kata sedekah yang berarti percaya atau benar, dalam hal ini berarti percaya/benar beriman kepada Allah.

Sehingga, sedekah adalah bentuk pemberian yang dilakukan oleh seseorang yang ia percayai akan mendekatkan dirinya kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Dalam pengolah zakat menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 23 Tahun 2011 dikatakan bahwa sedekah sebagai bentuk materi atau non-materi yang dibelanjakan oleh seseorang ataupun badan usaha selain daripada zakat yang bertujuan untuk memenuhi kepentingan bersama.

Dengan melihat perbedaan arti infaq dan sedekah di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa infaq ialah suatu pengeluaran yang dilakukan oleh seseorang dari rezeki yang ia peroleh dengan kadar jumlah sesuai yang dikehendakinya.

Sedangkan sedekah ialah pemberian yang dilakukan secara sukarela oleh seseorang tanpa adanya batasan waktu dan jumlah harta yang hendak dikeluarkan,

Perbedaan dari segi wujud

Nah, sekarang kita akan melihat perbedaan infak dan shodaqoh yang ditinjau dari wujudnya. Baik infaq maupun sedekah sama-sama mengeluarkan harta, tapi sedekah juga bisa dalam bentuk selain harta.

Contohnya sedekah non-harta ialah tersenyum kepada orang lain, menyingkirkan duri dari jalan atau melakukan sedekah untuk setiap sendi-sendi kita dengan solat dhuha dan macam-macam kabaikan-kebaikan lainnya.

Dengan kata lain, infaq hanya dalam bentuk harta kekayaan sedangkan bersedakah tidak harus berwujudkan harta atau materi saja tapi waktu, tenaga, dan kebaikan yang memberi manfaat untuk sesama juga termasuk dalam sedekah.

Perbedaan dari segi hukum

Jika zakat memiliki hukum wajib maka berbeda dengan infaq dan sedekah yang sama-sama memiliki hukum sunnah. Walau demikian, terdapat perbedaan infak dan shodaqoh yang perlu kita ketahui berdasarkan hukum keduanya.

Dilihat dari segi hukumnya infaq bisa dibagi menjadi wajib, haram, mubah, dan sunnah. Berikut penjelasannya:

  • Infaq bersifat wajib jika adanya penyeluaran harta yang bersifat wajin seperti nazar
  • Berinfaq dalam hal yang memiliki tujuan menghalangi dakwah atau syiar islam, maka infaq ini bersifat haram
  • Nah, infaq akan berhukum sunnah jika harta itu dibelanjakan untuk jihad, membangun masjid dan lain-lain.
  • Infaq juga bisa bersifat mubah jika ia digunakan untuk berdagang

Dan adapun hukum sedekah ialah sunnah muakkad. Akan tetapi, hukumnya bisa berubah sesuai dengan bagaimana sedekah itu dilakukan. Seperti penjelasan berikut;

  • Wajib hukumnya bersedekah jika harta yang dikeluarkan bertujuan untuk orang-orang yang sangat membutuhkannya.
  • Ia juga akan bersifat makruh, jika apa yang disedekahkan berupa sesuatu yang buruk dan tidak dapat memberi manfaat sama sekali kepada penerima sedekah itu.
  • Bahkan hukum sedekah bisa menjadi haram, jika ia dilakukan untuk hal-hal yang asal hukumnya haram.

Melihat uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan infak dan shodaqoh berdasarkan hukum masing-masing akan terlihat sesuai dengan konteks dari keduanya.

Ruang lingkup

Perbedaan infak dan shodaqoh juga bisa diamati dari ruang lingkup masing-masing. Jika infaq hanya terbatas pada harta, maka sedekah juga bisa non-harta sekaligus.

Dengan demikian, sedekah memiliki cakupan objek yang lebih luas dan lebih umum daripada ruang lingkup infaq. Bahkan dalam hal ini zakat sendiri hanya terbatas pada uang.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam ayat 26 surat al-Baqarah dan hadits Rasulullah yang berarti “segala sesuatu yang baik atau segala kebaikan ialah sedekah”. Walau demikian masih banyak masyarakat yang memahami bahwa sedekah hanya berbentuk harta saja.

Dalam hal ini, al-Raghib al-Ashfahani berkata bahwa, infaq terkadang juga bisa berbentuk al maal (harta) atau ghair al-maal (non-harta).

Artinya, persama infaq dan sedekah lebih banyak daripada perbedaan keduanya. Sehingga, masih banyak orang yang menulis, menyatakan bahkan memahami sampai pada mereka sering menyerupakan kata infaq dengan sedekah atau sebaliknya.

Bagaimana? Apakah sekarang sudah bisa membedakan antara infaq dan sedekah. Yakin sudah bisa??! Mudahkan?!! Alhamdulillah, Sekarang, tak perlu bingung lagi akan perbedaan infaq dan sedekah.

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?