Penjelasan Paling Lengkap Tentang Wakaf dan Jenisnya

Rumahinfaq.or.id – Kita mengenal sedekah dan infaq yang memiliki pahala jariyyah. Selain kedua amal ibadah sunah tersebut, ada juga wakaf yang pahalanya tidak akan terputus bahkan setelah pelakunya meninggal dunia.

Pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah wakaf ini???

Sudah pasti dong, kan kita sering secara tidak sengaja menyamakan wakaf dengan sedekah sebagaimana sedekah dengan infaq.

hukum wakaf
hukum wakaf

Tapi bukan berarti keduanya tidak memiliki perbedaan ya. Yah walaupun keduanya sama-sama amal ibadah sunah sih, tapi keduanya memang beda loh.

Mau tau bedanya?

Okay, secara singkat kita memahami wakaf ketika seseorang menjadikan tanah yang dimilikinya sebagai sesuatu yang dapat di ambil manfaatnya oleh orang banyak tapi masih memiliki kepemilikannya.

Sedengkan sedekah ialah memberi seseorang sesuatu dan kepemilikannya berpindah. Sedekah juga dapat dilakukan dengan materi, maupun non-materi.

Itulah dasar perbedaan keduanya, untuk lebih memahami wakaf kita akan membahas tentang pengertian wakaf dan jenis-jenis dari wakaf yang kita kenal selama ini.

Berikut ini pemaparan tentang wakaf;

A. Pengertian Wakaf

Sebenarnya wakaf adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab, yaitu dengan kata yang sama “Wakaf” yang berarti “Menahan” atau “Berhenti”.

Sehingga istilah wakaf memberi artian akan suatu sebab untuk sesuatu itu berhenti atau tertahan.

Sedangkan dari segi istilahnya, wakaf memiliki beberapa pengertian berdasarkan pendapat para ahli fikih.

Berikut ini pengertian wakaf menurut ahli fikih, yaitu;

1. Abu Hanafiah

Wakaf menurut Abu hanifah ialah melakukan penahan atas suatu benda sesuai dengan hukum yang berlaku dan manfaatnya dipergunakan untuk hal-hal yang mendatangkan kebaikan.

Dalam artian, harta yang sudah diwakafkan dapat diambil kembali oleh pemiliknya atau si pemberi wakaf. Atau bisa dikatakan bahwa kepemilikan harta benda tersebut tetap ada pada si pemberi wakaf.

Baca juga: Mengenalkan Rukun Wakaf dan Kriteria Waqif Kepada Masyarakat

2. Madzhab Malik

Jika Madzhab hanafi menyatakan bahwa wakaf ialah masih memiliki hak atas harta yang diwakafkan dengan manfaat yang diberikan kepada pihak lain dalam waktu tertentu sesuai dengan kehendak pemilik harta.

Dan harta yang diwakafkan dapat ditarik kembali oleh pemiliknya, maka madzhab Malik berpendapat bahwa harta yang sudah diwakafkan tidak dapat ditarik kembali oleh pemiliknya.

3. Mazhab Syafi’I

Dalam madzhab Syafi’i, wakaf diartikan dengan melepas kepimilikan harta dari pemiliknya melalui prosedur yang ditentukan. Dalam hal ini si pemberi wakaf tidak boleh mengambil tindakan apapun terhadap harta tersebut.

Tidak hanya itu, dalam Mazhab syafi’i diperbolehlan juga untuk melakukan wakaf atas harta benda yang bergerak tapi memenuhi syarat harta benda wakaf yaitu harus mempunyai manfaat yang bersifat kekal.

Udang-udang no.41 tahun 2004 juga memberi pendapat tentang pengertian wakaf dengan tindakan pemberi wakaf yang memisahkan harta yang diwakafkannya untuk dimanfaatkan dalam waktu tertentu.

Pemanfaatan harta benda tersebut harus sesuai dengan kepentingan untuk kesejahteraan umum yang sesuai dengan syari’at.

Sedangkan secara umum, dalam wakaf ada beberapa hal utama yang harus dipenuhi, yaitu memberi wakaf dan pengelolaan harta wakaf tersebut harus dialokasikan untuk amal kebaikan.

Dan diharuskan juga dalam wakaf bagi pemberi wakaf untuk mewakafkan harta bendanya untuk beramal kepada penerima wakaf.

Baca juga: Wakaf 10.000 Manfaat Sampai ke Syurga

B. Jenis-jenis Wakaf

1. Wakaf berdasarkan peruntukan

Jenis wakaf berdasarkan peruntukan ada 3, yaitu sebagai berikut:

• Wakaf Ahli

Wakaf ahli atau wakaf Dzurri/wakaf ’alal aula juga disebut dengan wakaf keluarga, yaitu wakaf yang diberikan kepada keluarga atau kerabat pewakaf untuk kepentingan dan jaminan sosialnya.

Walau demikian, wakaf ahli dianggap oleh beberapa Negara melanggar hukum ahli waris, sehingga mereka menghapus wakaf ini. Di antaranya Turki, Lebanon, Syria, Mesir, Irak dan Libya.

Tidak hanya itu, negera-neger tersebut menghapus wakaf ahli dikarenakan adanya tekanan dari penjajah.

Sedangkan di Indonesia, wakaf ahli masih berlaku. Begitu juga di Singapura, Malaysia dan Kuwait. Sehingga wakaf ini di atur dalam Undang-Undang nomor 42 tahun 2006 Pasal 30.

Wakaf ahli akan berubah menjadi wakaf khairi ketika kerabat dari wakaf ahli sudah tidak ada lagi.

• Wakaf Khairi

Wakaf khairi atau wakaf untuk kebajikan. Maksudnya ialah wakaf yang diberikan oleh pewakaf dengan syarat harta wakaf tersebut digunakna untuk kepentingan yang bersifat kebaikan.

Contoh wakaf ini ialah wakaf untuk pembangunan masjid, sekolah, rumah sakit dan lainnya.

Wakaf khairi adalah wakaf yang kebalikan dari wakaf ahli, yaitu wakaf yang diberikan kepada selain keluarga dan kerabat pewakaf antara pemberi dan penerima wakaf.

• Wakaf Musytarak

Wakaf musytarak memiliki keunikan, yaitu penggunaan harta wakaf yang dilakukan secara bersama-sama dan harta wakaf tersebut akan dimiliki oleh keturunan dari pewakaf.

Sehinffa Malaysia dan Singapura masih menerapkan wakaf ini.

2. Wakaf berdasarkan jenis harta

Ada 3 jenis wakaf berdasarkan jenis harta, yaitu sebagai berikut:

• Wakaf benda tidak bergerak

Wakaf benda tidak bergerak seperti wakaf bangunan, hak tanah, tanaman dan benda-benda yang masih berhubungan dengan tanah.
• Wakaf benda bergerak selain uang

Wakaf benda bergerak dapat dilakukan dengan selain uang loh, apa saja itu?

  • Wakaf berupa benda dapat berpindah seperti kendaraan.
  • Wakaf berupa benda yang dapat dan tidak dapat dihabiskan seperti air, bahan bakar.
  • Wakaf benda bergerak yang dikarenakan memiliki sifat untuk diwakafkan. Seperti surat berharga, hak kekayaan intelektual dan lain-lainnya.

• Wakaf benda bergerak berupa uang, baik itu uang cash yang ataupun dengan uang tunai

3. Wakaf berdasarkan waktu

Ada 2 jenis wakaf berdasarkan waktu, yaitu;

• Wakaf muabbad

Wakaf muabad adalah wakaf yang diberikan dengan kurung waktu yang bersifat selamanya atau dapat dikatakan bahwa harta yang diwakafkan akan diberikan untuk selamanya.

• Wakaf mu’aqqat

Wakaf mu’aqqat adalaf wakaf yang diberikan dengan kurung waktu yang sudah ditentukan. Sehingga, setelah batas waktu yang sudah ditentukan habis, wakaf ini dapat ditarik oleh pemiliknya.

4. Wakaf berdasarkan penggunaan harta yang diwakafkan

Dalam kelompok ini, ada 2 jenis wakaf, yaitu;

o Wakaf Ubasyir

Wakaf ubasyir juga disebut dengan wakaf dzati yaitu wakaf yang diberikan dan dari harta wakaf tersebut menghasilkan dan dapat digunakan secara langsung.

Contoh dalam wakaf ini ialah Rumah Sakit, dan Madrasah.

o Wakaf mistitsmary

Wakaf ini ialah wakaf yang diberikan untuk melakukan penanaman modal untuk memlakukan produksi barang-barang dan pelayanan yang dibolehkan oleh syari’at dalam bentuk apappun.

Nah, hasil dari penanaman modal tersebut akan digunakan untuk wakaf sesuai dengan kehendak dari pewakaf.

Setelah membahas jenis-jenis wakaf di atas, kita semakin tau bahwa wakaf itu luas. sehingga wakaf tidak hanya dapat disimpulkan dengan wakaf tanah yang tidak produktif atau wakaf bangunan yang tidak berpenghuni.

Demikianlah pembahasan dan pemaparan kami mengenai arti dari wakaf dan penjelasan tentang jenis-jenis wakaf.

Dipertemuan selanjutnya, kita akan membahas tentang wakaf yang belum dibahas, seperti hukum wakaf, dalil-dalil wakaf, syarat-syarat wakaf dan lain halnya.

Ayo, berlomba dalam memberikan harta terbaik kita untuk menerpakan wakaf ini.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?