Penjelasan Terbaru Tentang Pengertian Zakat Terlengkap Menurut Para Ulama

Rumahinfaq.or.id – Untuk mengendalikan masalah kesenjangan tingkatan ekonomi, islam dengan gagahnya mengenalkannya, bahkan ia termasuk dari salah satu rukun islam. Apa itu? Adalah rukun islam yang ke-empat? Iya, betul itu adalah zakat. Zakat? Apa pengertian zakat?

John (Russel) menyatakan bahwa zakat itu termasuk dari prinsip islam takaful, yaitu adanya timbal balik dari kewajiban social. Jika demikian, lalu bagaimana pengertian zakat itu sendiri?

pengertian zakat
pengertian zakat

Pengertian Zakat secara Etimologi dan Termology

Zakat sendiri berasal dari kata bahasa arab ‘zaka’ yang berarti baik (khoir), suci (thahir), tumbuh dan berkembang (an-namaa wa az-ziyadah), serta berkah (barokah).

Dari pengertian zakat di atas kita dapat mengambil makna bahwasanya harta yang baik berguna untuk menyucikan jiwa pemilik harta, sehingga hartanya tumbuh/berkembang dengan baik dan dengan harapan harta itu dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Taa’la.

Pengertian zakat secara bahasa dirinci oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan pengkajian Masyarakat) Universitas Islam Bandung (1991) sebagai berikut;

1. Tumbuh

Tumbuh dalam pengertian zakat berarti harta/benda yang diwajibkan zakat atasnya akan mengalami pertumbuhan atau perkembangan biakkan baik itu dengan sendirinya maupun karena adanya usaha dari pemiliknya.

Tidak hanya sebatas pada hartanya saja, tapi juga mental kemanusiaan dan keagamaan dari pemilik (muzakki) dan penerima (mustahiq) akan mengalami penumbuhan juga.

2. Baik

Baik diartikan sebagai harta yang akan diwajibkan zakat ialah yang memiliki mutu yang baik, sehingga setelah dizakatkan maka harta itu akan meningkat kualitas harta itu serta kualitas muzakki dan mustahiqnya.

3. Berkah

Adapun berkah dalam pengertian zakat adalah pontesial harta yang akan dizakati harus mengandung keberkahan sehingga akan membawa keberkahan kepada semua orang yang terlibat setelah harta itu sendiri setelah dizakatkan.

4. Suci

Dan suci dalam pengertian zakat ialah benda itu harus suci, baik zatnya maupun cara mendapatkannya sehingga setelah dizakatkan akan menyucikan muzzakki dan juga si mustahiq.

5. Kelebihan

Kelebihan dalam pengertian zakat secara bahasa menurut Akuntansi Zakat Kontempore, Mursyidi ialah harta yang lebih dari kebutuhan pokok si muzakki sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok mustahiq.

Dalam lisanul ‘arobi Ibnu manzhur menyatakan pengertian zakat secara bahasa yang berarti tumbuh suci, berkah. Dan dalam Mu’jam al-wasith zakat ialah kata masdar zakatan yang memberi arti tumbuh, berkah, bersih dan baik.

Pengertian zakat secara bahasa menurut Abu luwis al-ma’lufi ialah tumbuh, kebaikan, sedekah, kesucian dan bertambah. Sedangkan Abdurrahman al-jaziri menyatakan zakat secara bahasa itu berarti mensucikan dan tumbuh.

Tidak mau ketinggalan. ahli fikih kontemporer Yusuf al-Qordhawi juga memberi pengertian zakat dari segi bahasa sebagai sesuatu yang berarti berkah, tumbuh, bersih dan baik.

Adapun pengertian zakat dari segi terminology ialah keharusan dalam harta yang sudah ditentukan jumlah dan perhitungannya untuk diberikan kepada golongan orang yang sudah semestinya menerima harta tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah Allah tetapkan.

Allah telah memerintahkan kepada orang yang memiliki harta untuk memberikan sebagian hartanya kepada mereka yang memerlurkannya, itu juga termasuk dari pengertian zakat.

Pengertian zakat menurut istilah ialah harta yang harus dikeluarkan oleh seseorang kepada mereka yang membutuhkannya. Sehingga diharapkan dalam zakat itu ada kebaikan dan tumbuh subur serta suci.

Zakat dari segi istilah fiqih ialah harta dengan jumlah tertentu yana harus diberikan kepada mereka yang berhak atasnya yang telah diwajibkan oleh Allah.

Para fuqoha menyatakan bahwa Allah memiliki hak Allah atas setiap individu muslim yang mampu yang harus dikeluarkan kepada mereka yang membutuhkannya, yaitu delapan golongan yang telah ditentukan (Fakir, miskin, amil zakat, hamba sahaya, gharim, mualaf, fisabilillah dan ibnu sabil) dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan pula.

Dinamakan zakat juga karena di dalam harta itu diharapkan adanya perolehan berupa keberkahan, membersihkan jiwa, dan menumbuhkan kebajikan-kebajikan.

Dalam ayat 103 surah at-Taubah dikumpukan pengertian zakat secara etimologis, ialah harta yang dihukumi wajib zakat atasnya akan menyucikan orang yang mengeluarkan zat dan menumbuhkan pahala baginya.

Pengertian Zakat Menurut 4 Madzhab

Berbicara tentang zakat, para imam madzhab juga mendefinisikan arti zakat, bagaimana pengertian zakat menurut empat madzhab;

  1. Dalam Mazhab Maliki pengertian zakat dikatakan sebagai bentuk pengeluaran sebagian harta kepada mereka yang berhak menerimanya dengan jumlah yang telah ditentukan dan telah mencapai batas minimal harta itu yang mewajibkan zakat atau biasa disebut nisab.
  2. Ialah sebagian harta yang wajib dikeluarkan yang sudah mencapai nisab dan haul sesuai yang tekah ditentukan oleh syariat yaitu 2,5% dari nisabnya dan haul nya mencapai satu tahun, dan itu semua dilakukan karena Allah dalam mengharapkan ridho Allah Subhanahu Wa Taa’la.
  3. Merupakan istilah yang digunakan ketika harta itu keluar, inilah pengertian zakat dalam Madzhab Syafi’I, atau ialah harta yang berkembang dengan cara yang khusus.
  4. Dalam pengertian zakat, Madzhab Hambali berpendapat bahwasanya zakat ialah suatu hak yang harus dikeluarkan dari harta yang khusus yang akan diberikan kepada kelompok yang sudah ditentukan/khusus, yaitu kelompok yang telah disyariatkan dalam al-Quran.

Pengertian Zakat Menurut Para Ahli

Muhammad Daud Ali berpendapat bahwasanya zakat merupakan bagian dari harta dengan syarat yang sudah ditetapkan yang harus diberikan kepada orang-orang tertentu oleh setiap muslim yang sudah memenuhi syarat.

Sedangkan sebuah bentuk keadilan internal yang sudah terlembaga, bukan bentuk kebaikan dari pihak yang memberi, sesuatu yang sudah diharuskan, dan suatu rasa simpatik, sehingga keegoisme dan kerusakan diri dapat ditaklukkan oleh keimanan yang melahirkan rasa solidaritas merupakan pengertian zakat menurut Garaudy.

Pengertian zakat menurut Sayyid Qurtbh ialah kewajiban individu yang harus dibayarkan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhannya, sehingga harta tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja.

Adapun Sayyid Sabiq menyuarakan zakat sebagai suatu nama untuk harta yang seseorang keluarkan sebagai hak Allah yang harus diserahkan kepada orang-orang fakir guna memperoleh jiwa yang bersih serta kabjikan dan keberkahan.

Yusuf al-Qordhawi dalam fiqih zakat mengemukan penjelasan tentang zakat secara istilah sebagai sejumlah harta yang sudah ditentukan yang harus diberikan kepada mereka yang berhak dan membutuhkan.

Menurut Ibnu Qudamah ada tiga hal yang perlu dilihat dari penjelasan tentang zakat, yaitu; pertama, suatu bentuk ujian dalam rupa mengeluarkan apa yang paling dicintai terhadap mereka yang mengakui mencintai Allah. Kedua menyucikan diri dari tercelannya sifat kikir. Dan yang ketiga merupakan bentuk syukur akan nikmat harta.

Bentuk pemberian sesuatu dari sebagian harta tertentu kepada golongan orang-orang yang berhak mendapatkannya merupakan penjelasan tentang zakat menurut Syaikh Mawardi, dan harta itu harus yang sudah ditentukan ukuran dan sifat-sifatnya.

Jika Ibnu Rusyd mengatakan bahwa zakat ialah jumlah harta yang dikeluarkan, sehingga apa yang dikeluarkan itu menambah banyak kekayaan, memberi keberkahan serta dapat melindungi harta dari kehancuran.

Maka penjelasan tentang zakat dari Ibrahim ‘Usman asy-Sya’lan dimaknai secara khusus adalah memberikan hak dari harta yang dimiliki kepada fakir yang Muslim karena Allah dengan mengharapkan manfaat dari harta itu mengenai semua aspek.

Merupakan penjelasan tentang zakat menurut Ash Shiddiqy (1999) ialah mengambil harta dalam jumlah tertentu dari harta yang telah ditentukan sesuai sifat-sifat tertentu untuk diserahkan kepada golongan yang sudah ditetapkan.

Baca juga: Pengelolaan Infaq Zakat dan Sedekah Oleh Lembaga Terpercaya Yayasan Rumah Infaq

Pengertian Lain dari Zakat

Departemen agama RI dalam Buku Pedoman Zakat menulis zakat sebagai sesuatu yang seseorang berikan kepada mereka yang pantas menerimanya sebagai wujud akan hak Allah Subhanahu Wa Taa’la.

Sedangkan dalam Undang-Undang Dasar No.23 Tahun 2011, menyatakan pengertian tentang zakat ialah seorang muslim wajib mengeluarkan harta baik secara invidu maupun melalui badan usaha yang akan diberikan kepada golongan yang berhak atasnya sesuai dengan ketentuan syariat.

Setelah kita pahami semua penjelasan tentang zakat di atas, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa zakat ialah memberikan atau mengeluarkan sebagian bahan makanan atau harta kekayaan kepada kelompok yang berhak memperolehnya dengan memenuhi syarat-syaratnya.

Dari sini juga kita akan memahami bahwa tujuan daripada zakat ialah merealisir tatanan ekonomi dan menghidupkan keadilan di semua aspek terutama aspek social, menyucikan jiwa, menumbuhkan dan mengembangkan harta serta melaksanakan kewajiban yang ditetapkan oleh Allah dalam ajaran islam.

Dan yang paling penting dari itu semua ialah mendekatkan diri individu kepada Allah dan mengharapkan pahala, dan pengampunan serta ridho Allah.

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?