Peranan Lembaga Filantropi Islam di Masyarakat untuk Membantu Sesama

Rumahinfaq.or.id – Zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf atau yang biasa disingkat dengan ZISWAF adalah lembaga yang berperan penting untuk masyarakat sebagai bagian dari peranan lembaga filantropi islam yang berbasis agama.

Lembaga filantropi adalah lembaga yang mengelola dan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh yang diperoleh dari masyarakat dan kemudian dikelolah yang selanjutnya disalurkan kepada golongan masyarakat yang berhak dan membutuhkannya.

lembaga filantropi islam
lembaga filantropi islam

Lembaga filantropi islam atau yang bisa kenal juga dengan lembaga ZISWAF memiliki peranan penting dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat, terutama dalam aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Untuk lebih mengenal seperti apa lembaga filantropi islam dan bagaimana peranannya di tengah masyarakat, maka akan kami paparkan penjelasan berikut ini;

Tentang Lembaga Filantropi Islam

Menurut Latief (2010) filantropi berasal dari 2 kosa kata bahasa Yunani philein dan anthropos. Philein dalam bahasa Yunani berarti cinta dan anthropos berarti manusia.

Sikap dan tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia serta nilai-nilai kemanusiaan, yang menyebabkan ia menyumbangkan waktu, uang dan tenag dalam menolong orang lain adalah pengertian Filantropi menurut Bawaqi (2019).

Secara luas filantropi dapat diartikan sebagai suatu kesadaran dalam bentuk memberi dan menolong dengan tujuan untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah serta membantu untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

Zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah dan kebaikan-kebaikan lainnya adalah bentuk yang realisasi untuk menunjukkan potensi dan peranan lembaga filantropi Islam di tengah masyarakat.

Lembaga filantropi islam termasuk ke dalam lembaga yang non-profit atau lembaga yang mengimplementasikan program-programnya bukan dengan tujuan mencari keuntungan.

Sebab lembaga filantropi islam berdiri dengan tujuan agara para penerima manfaatnya dapat hidup dalam kesejahteraan dalam jangka waktu yang panjang dan bersifat berkelanjutan.

Makna sifat berkelanjutan dari fungsi lembaga filantropi islam ialah penyaluran program yang diimplementasikannya tidak hanya berhenti untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bersifat sesaat saja atau dalam jangka waktu yang pendek.

Baca juga: Sepak Terjang Yayasan Rumah Infaq Dalam Program Dompet Dhuafa

Proses lembaga filantropi islam meliputi input, proses, dan output. Proses input dalam filantropi ialah berupa donasi dari para donatur. Prosesnya ialah implementasi program-program. Sedangkan outputnya merupakan bentuk program yang sudah dilakukan.

Penghimpunan dana dapat dilakukan dengan beberapa teknik, sebagai contoh penggalangan dana. Penggalangan dana dapat dilakukan di jalan atau di beberapa titik lampu lalu lintas, kotak donasi yang diletakkan di masjid-masjid atau dengan cara transfer melalui rekening yang dimiliki oleh lembaga filantroi islam.

Penghimpunan dana ini juga bisa dilakukan dengan cara penyerahan dana melalui perusahaan yang sudah bekerjsama dengannya atau partnership. Penghimpunan dana juga bisa disebut dengan istilah fundraising.

Fundraising memiliki ruang lingkup yang sangat luas dan memiliki pengaruhnya yang sangat berarti untuk eksistensi dan tumbuh kembang lembaga filantropi islam.

Walau filantropi memiliki fundaraising, lembaga filantropi islam harus lebih menyupayakan dalam melakukan sosialisasi di tengah masyarakat supaya fungsi dan keberadaannya dikenal dan diketahui oleh lebih banyak orang.

Peranan Lembaga Filantropi Islam

Kehadiran lembaga filantropi islam dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang bersifat jangka pendek yang berasal dari program pemerintah.

Namun, justru para penggerak filantopi ialah mereka yang memiliki kekayaan dan kekuatan di ranah pemerintahan, tapi mereka juga sangat peduli terhadap hubungan sosial kemasyarakatan.

Inilah yang menjadi topik dalam proses realisasi filantropi yang dilakukan dalam bentuk aksi-aksi filantropi, begitulah Abidin (2012) berpendapat.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, lembaga filantropi islam ialah lembaga filantropi yang berbasis agama atau yang biasa dikenal dengan istilah lembaga ZISWAF.

Lembaga filantropi sangat diharapakan untuk dapat dikembangkan dalam pemberdayaan masyarakat sebagai sumber dukungan dana alternatif.

ACT atau Aksi Cepat Tanggap adalah salah satu lembaga filantropi di Indonesia. ACT merupakan organisasi non-profit yang mengkhususkan untuk berfokus dengan isu-isu kemanusiaan, penanganan bencana, dan hingga pemulihan pasca-bencana.

ACT tidak hanya bersifat nasional tapi sudah merambah secara global atau internasional. Uniknya ACT memiliki rumus filantropi yaitu suatu aksi dengan narasi yang menghasilkan sebuah filantropi.

Dengan rumus filantropi tersebut, ACT juga memiliki tujuan untuk mengatasi kemiskinan. Diharapkan dengan ACT dapat mensejahterakan masyarakat secara nasional dan secara global atau internasional.

Dan sekarang, di tengah masyarakat sudah banyak lembaga filantropi yang berdiri. Ada beberapa motif yang menjadi dasar berdiri dan hadirnya filantroi-filantropi tersebut, antaranya motif agama, motif sosial, dan beberapa motif lainnya.

Namun, motif agama adalah motif yang sebagian besarnya merupakan dasar berdirinya lembaga-lembaga filantropi tersebut, seperti Dompet Dhuafa, Lazis Nahdlatul Ulama (NU), Bulan Sabit Merah Indonesia atau BSMI.

Ada juga Lazis Muhammadiyah, Rumah Zakat, PKPU, dan Dompet Sosial Madani (DSM) di Bali. Lembaga-lembaga filantropi tersebut ialah lembaga filantropi yang berbasis agama Islam atau lembaga filantopi islam.

Selain itu, ada juga lembaga filantropi yang berbasis agama Katolik, yaitu KARINAKAS (Tamim, 2016).

Ternyata budaya filantropi bukalah budaya yang baru hadir dan dikenal di zaman modern sekarang ini, melainkan sudah lahir semnejak zaman kuno. Dan filantropi juga buka hanya tumbuh dalam keagamaan Timur Tengah atau Islam.

Melainkan juga tumbuh dalam tradisi Hindu dann Budha di wilayah India, agama-agama di wilayah China dan Jepang, dan agama asli di wilayah Afrika dan Amerika, serta agama-agama lain di seluruh dunia.

Begitu pula dalam penganut agama Kristen dan kepercayaan Majusi (Saripudin, 2016).

Sehingga, diharapkan dengan populasi Muslim di Indonesia yang lebih dari dua milyar penduduk, peranan dan potensi umat Islam dalam filantropi sangat besar.

Pondok Infaq Mulia, Surabaya Peduli Ummat, dan Dana Keadilan Indonesia adalah lembaga filantropi islam yang mengambil peran dalam gerakan filantropi internasional.

Seperti dalam gerakan sosial pemulihan di Palestina dan Somalia. Begitu juga dengan organisasi besar Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Dalam gerakan melakukan filantropi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam upaya menciptakan dan melahirkan keadilan sosial dengan memadukan perspektif agama dan pemberdayaan masyarakat.

Kedua organisasi besar Islam tersebut melakukan kerjasama dengan berberapa lembaga swadaya masyarakat dalam rangka mewujudkan civil society atau masyarakat madani.

Civil society dapat dicapai dengan pendidikan dan layanan kesehatan yang bisa diakses oleh banyak atau setiap golongan (Rahmawati, 2019).

Berdasarkan World Giving Index, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan menurut Badan amal CAF atau Charities Aid Foundation. Penobatan tersebut dikeluarkan pada Senin 14 Juni 2021.

Sehingga tidak diherankan bahwa Indonesia memiliki potensi dan peranan yang sangat penting untuk menlaksanakan dan menjalankan peranan lembaga filantropi islam untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Studi filantropi dapat dipelajari melalui pendekatan dari berbagai ilmu, baik sosial, ekonomi, psikologi, maupun sejarah (Haryo Mojopahit). Seperti buku The Science of Giving yang dikaji melalui sisi psikologis.

Sedangkan dari sisi sejarah, Amelia Fauzia menghadirkan buku Filantropi Islam: Sejarah dan Kontestasi Masyarakat Sipil dan Negara di Indonesia. Buku yang mengkaji tentang penelusuran historis yang komprehensif.

Sehingga dapat dikatakan kehadiran lembaga filantropi islam di tengah masyarakat, bukan hanya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam aspek sosial saja, melainkan juga ekonomi, pendidikan dan kesehatan serta aspek lainnya.

Pernanan lembaga filantropi islam atau lembaga filantropi secara luas hanya untuk menciptakan dan melahirkan kesejahtetaan di masyarakat.

Akhirkata_Demikianlah pemaparan kami mengenai lembaga filantropi islam dan peranan serta potensinya di tengah masyarakat. Semoga bermanfaat

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?