Perbedaan Zakat Infaq dan Shodaqoh Versi Yayasan Rumah Infaq

Rumahinfaq.or.id – Perlu diketahui pada zaman ini, banyak sekali orang iman yang masih bingung dan belum memahami lebih dalam tentang perbedaan perbedaan zakat infaq dan shodaqoh. Yang mana amal perbuatan ini sering kali mereka kerjakan, namun belum memahami lebih dalam. Oleh sebab itu, kami akan memberikan penjelasan tentang perbedaan Zakat, Infaq dan Ssedekah yang akan dijabarkan lewat artikel ini.

perbedaan zakat infaq dan shodaqoh
perbedaan zakat infaq dan shodaqoh

Istilah ZIS (zakat, infak dan sedekah) sudah tak asing lagi terdengar di khalayak masyarakat umum, ketiganya memiliki pengertian dasar yakni “pemberian atau dukungan yang berbentuk uang”. Tetapi rupanya kebanyakan dari kita tak begitu mengerti bahwa sebetulnya ada perbedaan makna yang nampak spesifik dari ketiga istilah itu.

Setelah beberapa lama kami mencari solusi, walhasil kami menemukan jawaban yang sangat gampang dipahami. Perbedaan yang mendasar berada pada sifat aturan atau hukumnya, dan mengungkapkan bahwa hukumnya Zakat itu Wajib Ain; hukumnya Infaq itu Fardhu Khifayah; dan hukumnya sedekah itu sunah.

Kalau merujuk pada Al-Qur’an memang tak ada perbedaan istilah antara zakat, infaq dan sedekah. Sebab Al-Qur’an kerap memakai kata “shodaqoh” yang sebetulnya dimaksudkan yaitu “zakat” (misal: khudz min amwalihim shadaqotan. QS 9 : 103). Demikian pula penyebutan kata “infaq” kepada perintah “zakat” (Anfiquu min thayyibatin maa kasabtum. QS 2 : 267).

Tetapi dari beberapa hadits, rupanya ada makna yang menerangkan perbedaan hakekat dari ketiga istilah zakat, infak dan sedekah. Seperti zakat telah ditetapkan nishobnya, kalau untuk Infak dan sedekah tak mempunyai batas, artinya kita boleh memberikan dengan jumlah yang tidak terbatas.

Baca juga: Cara Sedekah Subuh di Rumah

Yang Berhak Menerima Zakat

Zakat ditetapkan siapa saja yang memiliki hak untuk menerimanya, untuk Infak boleh diserahkan kepada siapa saja bahkan untuk orang mampu sekalipun, seperti kita tersenyum itu adalah bagian dari shodaqoh juga. Lanjut ke pembahasan yang pertama yaitu ZAKAT, Berdasarkan Etimologi ZAKAT memiliki pengertian mensucikan diri atau membersihkan diri.

Sedangkanberdasarkan terminologi syari’ah, zakat memiliki arti beberapa harta yang harus diberikan kepada orang-orang tertentu, seperti fakir, miskin, mualaf, orang yang keberatan hutang, sabilillah, memerdekakan budak, Musafir (orang dalam perjalanan), dan amil zakat) dalam waktu tertentu. Sifat hukum dari zakat ialah Wajib Ain, yakni suatu keharusan bagi tiap-tiap orang untuk mengerjakan perintah Allah SWT sesuai ketetapan syariat.

Zakat juga terbagi menjadi dua jenis, yakni Zakat Mal dan Zakat Fitrah
  1. Zakat Fitrah merupakan zakat yang harus dibayarkan oleh tiap-tiap orang islam (entah laki laki ataupun perempuan, tua ataupun muda, kaya ataupun miskin, orang merdeka atau hamba sahaya) senilai 3,5 liter atau 2,5 kg bahan makanan pokok pada bulan suci Ramadhan.
  2. Zakat Mal yaitu harta yang harus dikeluarkan seorang muslim dari rezeki yang dapatkan, entah melalui profesi pekerjaan, usaha perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, harta temuan, hasil ternak, emas, dan perak dengan besaran (nishab) yang sudah ditetapkan dan waktu dimiliki penuh selama setahun (haul).

Berikutnya adalah INFAQ, berdasarkan etimologi berasal dari kata anfaqa yang artinya mengeluarkan atau membelanjakan harta. Berdasarkan terminologi syariat, infaq artinya mengeluarkan beberapa dari harta atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan oleh Islam (seperti : menolong anak yatim piatu, fakir miskin, donasi untuk operasional mesjid, atau membantu orang yang terkena bencana).

Baca juga: Pengertian Infaq Sedekah dan Keutamaannya Dalam Agama Islam

Hukum Infaq

Sedangkan, Sifat hukum dari infaq yaitu Wajib Kifayah, yakni suatu keharusan bagi sekelompok orang untuk mengerjakan perintah Allah SWT sesuai ketetapan syariat, tetapi jika telah dikerjakan oleh seseorang atau sebagian orang, maka kewajiban ini gugur.

Misalnya : mengisi uang ke kotak amal untuk operasional dan perawatan mesjid merupakan infaq, bukan sedekah. Perbuatan itu hukumnya wajib kifayah. Karena kalau tak ada yang donasi, maka aktivitas mesjid tidak jalan, dan hal itu menjadi tanggung jawab masyarakat sekitar mesjid, semuanya berdosa.

Disamping itu, kalau zakat bernishob, sedangkan infaq tak mengenal nishob. Allah memberikan kebebasan terhadap pemiliknya untuk memutuskan waktu dan jumlah harta yang dikeluarkannya sebagai cerminan tingkat keimanan seseorang.

Dalam Al-Qur’an perintah Infaq diperuntukkan kepada tiap-tiap orang yang bertaqwa, entah yang berpenghasilan tinggi ataupun rendah, apakah dia sedang lapang ataupun sempit (QS. 3:134).

Pengertian Sedekah

Penjelasan yang terakhir yaitu SEDEKAH, sedekah berasal dari kata “shidqoh” (bahasa Arab) yang mempunyai arti “benar”. Berdasarkan tafsir para ‘ulama, orang yang gemar beramal sedekah merupakan orang yang benar pengakuan imannya. Jadi, sedekah merupakan perwujudan sekaligus cermin dari keimanan orang Islam.

Berdasarkan terminologi, sedekah berarti pemberian sukarela terhadap orang lain (khususnya terhadap orang-orang miskin) yang tak ditetapkan macam, jumlah ataupun waktunya. Sifat hukum dari sedekah yakni sunah, yaitu suatu amalan yang jika diamalkan (dilakukan) akan menerima pahala dan jika tak diamalkan (ditinggalkan) tak akan mendapatkan dosa.

Sedekah tak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja, namun juga bisa berupa jasa yang berguna untuk orang lain. Bahkan senyum yang dikerjakan dengan tulus untuk menyenangkan orang lain termasuk golongan sedekah.

Baca juga: Keutamaan Sedekah dan Doa Malaikat untuk Orang yang Sedekah Subuh

Dari uraian amalan ZIS (Zakat, Infaq dan Sedekah) diatas, kita selaku kaum muslim yang bertaqwa dituntut untuk senantiasa mengerjakan kebaikan kapan pun dan dimana saja berada, karena segala yang kita kerjakan, baik maupun buruk semuanya akan dicatat.

Saat perbuatanmu baik, maka Allah akan memudahkan langkahmu menuju SyurgaNya dan kalau perbuatanmu jelek, maka dari sekarang mulailah bebenah untuk senantiasa mengerjakan kebaikan termasuk berzakat, berinfaq dan beramal sedekah.

Demikian penjelasan singkat tentang perbedaan zakat infaq dan shodaqoh yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa memberikan pemahaman yang jelas akan pentingnya memahami perbedaan zakat infaq dan shodaqoh.

Dan kami dari Yayasan Rumah Infaq selalu menerima dan menyalurkan berbagai macam bentuk amal jariah. Baik berupa donasi, sedekah, infaq, zakat, qurban, hibah dll. Untuk itu kami mempermudah dalam metode penyerahan amal jariyah tersebut hanya dengan cara klik tombol di bawah ini.

Donasi Sekarang



1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Sudahkan infaq hari ini?