Program Rumah Zakat Bersama Yayasan Rumah Infaq – Bayar Zakat Online

Rumahinfaq.or.id – Lembaga masyarakat sekarang ada bermacam-macam, dengan tujuan dan yang berbeda-beda. Ada lembaga panti asuhan, rumah anak yatim, rumah zakat dan masih banyak lagi. Yang mana mereka ingin memberikan pelayanan ke masyarakat untuk menghubungkan antara orang yang memberi kepada orang yang membutuhkan.

rumah zakat
rumah zakat

Seperti contohnya rumah anak yatim, biasanya mereka melayani para donatur untuk menerima semua bentuk donasi yang di tujukan pada lembaga yang meramut anak-anak yatim piyatu. Atau juga sama rumah zakat pun bertujuan menerima semua bentuk infak, sodaqoh, zakat tijaroh, zakat fitrah, dll yang nantinya akan disalurkan oleh rumah zakat tersebut kepada penerimanya.

Dengan adanya lembaga-lembaga masyarakat seperti ini akan memudahkan kita sebagai masyarakat umum untuk menjalankan kewajiban maupun sunah  sesuai dengan porsinya pada orang-orang yang tepat. Kita ingin memberi pada anak yatim bisa kita titipkan pada rumah yatim.

Cara Zakat Online

Kita ingin berzakat atau infak bisa kita titipkan pada rumah zakat. Yang mana lembaga-lembaga ini biasanya di setiap kota ada. Bahkan untuk zaman sekarang kita bisa titipkan melalui donasi online atau transfer. Yang nantinya donasi ataupun zakat kita tersebut akan diterima dan disalurkan pada orang-orang yang tepat.

Asalkan lembaga yang kita berikan amanah untuk mengelola tersebut memang resmi dan amanah, tentunya kita akan merasa tenang dan senang bisa memberi atau menunaikan kewajiban kita. Tanpa kita harus mencari orang-orang yang menerima.

Baca juga: Legalitas Yayasan Rumah Infaq

Karena kalau hanya kita sendiri yang mencari calon penerima zakat atau donasi bisa jadi salah sasaran atau tidak tepat sesuai dengan aturan. Berbeda bila kita serahkan pada pengelola yang terpercaya pastinya mereka telah mempunyai data-data calon penerima zakat ataupun lainnya. Sehingga kemungkinan salah sasarannya lebih minim.

Belum lagi kita terbantu dari segi waktu dan biaya, bayangkan saja bila kita mau zakat harus mencari-cari dulu calon penerimanya. Pasti lebih repot dan membutuhkan waktu. Makanya kita patut mensyukuri dengan adanya lembaga masyarakat yang membantu memudahkan kita.

Adapun rumah infaq sendiri seperti namanya merupakan lembaga masyarakat yang tugasnya menerima dan mengelola infak, sodaqoh, zakat, dll dari para muzakki atau orang yang memberi yang nantinya akan disalurkan pada orqng yang membutuhkan.

Orang yang Berhaq Menerima Zakat (Mustahiq)

Agar lebih mengetahui siapa saja orang-orang yang berhak menerima zakat adalah seperti telah di jelaskan dalam Al-qur’an surat At-taubah ayat 60, ayat 71, dan ayat 103 yaitu sebagai berikut:

  • Yang berhak menerima zakat adalah orang fakir yaitu memiliki arti orang yang tidak mempunyai harta atau kekurangan harta dan dalam keadaan tidak mempunyai tenaga untuk bekerja.
  • Yang berhak menerima zakat juga adalah orang miskin yaitu orang yang memiliki tenaga untuk bekerja tetapi hasil kerjanya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari nya.
  • Termasuk ibnu sabil yaitu orang yang sedang dalam perjalanan dan dalam keadaan kekurangan bekal saat di perjalanan tersebut.
  • Termasuk lagi para mualaf yaitu orang yang baru masuk ke dalam agama islam.
  • Orang-orang yang keberatan hutang di sini dijelaskan adalah orang yang memiliki hutang banyak tetapi hutangnya karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bukan orang yang hutang banyak karena bisnis, foya-foya, dll itu tidak termasuk.
  • Termasuk lagi adalah orang yang dalam sabilillah atau orang yang hidupnya untuk mengurusi agama Alloh.
  • Yang menerima zakat berikutnya adalah para amil zakat yaitu orang yang mereka mengurusi zakat tersebut.
  • Yang terakhir adalah hamba sahaya atau budak, tetapi untuk zaman sekarang sudah tidak ada lagi budak.

Jenis-Jenis Zakat dan Ketentuannya

Itulah orang-orang yang berhak untuk menerima zakat dari kita, baik itu zakat fitrah maupun zakat mal atau zakat harta. Menyinggung jenis zakat sendiri ada dua macam, seperti disebutkan tadi yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Dalam hal ini zakat fitrah sendiri merupakan zakat nerupa bahan makanan pokok yang kita setorkan tiap tahun di bulan ramadhan sebelum sholat idul fitri.

Zakat fitrah ini hukumnya wajib bagi setiap muslim baik yang baru lahir sampai sang sudah tua. Adapun besarnya adalah 2,5kg atau satu shoq berupa bahan makanan pokok. Untuk zakat mal sendiri merupakan zakat harta kita apabila telah mencapai nisob zakat.

Nisob zakat adalah batas minimum nilai harta yang mewajibkan kita untuk menyetorkan zakat mal ini. Harta yang wajib dizakati adalah hasil pertanian, perdagangan, peternakan, emas, perak. Yang mana tiap harta tersebut mempunyai nisobnya masing-masing.

Bisa kita pelajari terlebih dahulu nisob harta yang kita miliki. Seperti contohnya harta emas memiliki nisob bila sudah mencapai 20 dinar atau setara emas 24 karat seberat 85 gram, ini bisa sebagai patokan harta yang kita miliki pun bila sebesar nisob emas, maka juga berkewajiban zakat mal.

Termasuk juga zakat bahan makanan pokok seperti beras, gandum, dll maka nisob nya apabila telah mencapai 5 wasaq atau seberat 635kg maka berkewajiban zakat sebesar 10% bila hasil pertanian tersebut diperoleh tanpa harus menyirami dengan mesin atau disel. Tapi bila harus disirami dengan mesin atau disel maka besar zakat nya sebesar 5% dari hasil pertanian kita.

Untuk perak pun nisob nya sebesar 200 dirham atau 595 gram perak. Masih ada lagi zakat peternakan baik onta, sapi dan kambing dengan ketentuannya masing-masing. Itulah beberapa nisob zakat yang perlu kita ketahui agar kita tahu bahwa harta yang kita miliki telah mencapai kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya sesuai dengan ketentuan masing-masing.

Menyetorkan Zakat di Rumah Zakat yang Resmi

Harta yang wajib kita zakati tersebut pun memiliki beberapa syaratnya yaitu harta tersebut memang harta yang halal dan cara mencarinya pun juga halal. Selain itu harta yang kita miliki telah mencapai nisob bahkan lebih dari nisob. Termasuk harta tersebut merupakan harta yang bisa berkembang bukan aset seperti rumah, dll. Dan juga harta tersebut harus sepenuhnya milik kita bukan pinjaman.

Selain itu kita juga tidak mempunyai hutang jangka pendek yang harus dilunasi. Atau bisa dihitung harta kita dikurangi hutang sebagai hitungan untuk nisob. Zakat fitrah maupun zakat mal ini bisa kita serahkan ke rumah zakat resmi yang ada di kota kita. Seperti rumah zakat, baznas, dan masih banyak lagi.

Kita tidak perlu ragu lagi untuk menyerahkan zakat kita ke badan resmi pengelola zakat, asalkan lembaga tersebut betul-betul resmi memiliki surat izin resmi untuk beroperasi. Selain itu lembaga tersebut memang memiliki kejelasan laporan pertanggung jawaban. Dan juga telah beroperasi lama atau memiliki sumber daya manusia yang memang ahli di bidangnya.

Sehingga dengan adanya kejelasan lembaga zakat yang kita titipi tersebut membuat kita semakin tenang dan yakin tanpa keraguan bahwa harta kita berupa zakat fitrah maupun zakat mal bisa tersalurkan sesuai dengan mustahiq nya yang telah di jelaskan dalam Al-quran.

Sehingga akhirnya harta kita menjadi bersih karena telah di datangkan hak nya untuk yang membutuhkan, kita mendapatkan pahala yang besar, dan mendapatkan ampunan dari Alloh SWT. Selain itu harta kita juga akhirnya menjadi manfaat untuk sesama.

Demikian tadi artikel tentang rumah zakat bersama Rumah Infaq, semoga kita bisa menuanaikan semua kewajiban terutama zakat, diberi kelancaran rezeki. Aamiin. Terimakasih.



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?