Program Zakat Mal Bersama Yayasan Rumah Infaq Amanah Tepat Guna

Rumahinfaq.or.id – Zakat merupakan bagian dari rukun islam yang ketiga setelah sholat. Zakat memiliki makna mensucikan. Artinya mensucikan harta yang kita miliki. Ada beberapa zakat dalam ajaran agama Islam. Yaitu zakat fitrah, zakat mal, zakat tijaroh, dll. Semua memiliki ketentuan masing-masing.

zakat mal
zakat mal

Zakat sendiri hukumnya wajib bagi yang terkena kewajiban zakat sesuai ketentuannya. Zakat merupakan harta orang yang terkena kewajiban zakat ( muzakki ) baik berupa bahan makanan pokok, emas, pertanian, dll yang diberikan kepada orang yang berhaq menerima (mustahiq).

Untuk golongan yang berhaq menerima zakat telah diterangkan dengan jelas oleh Alloh SWT dalam QS. At-taubah ayat 60 yaitu fakir merupakan orang yang tidak punya pekerjaan dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baca juga: Penjelasan Zakat Fitrah Sesuai Hukum Menurut Islam

Kemudian miskin merupakan golongan orang yang punya pekerjaan tetapi masih kekurangan. Hamba sahaya atau budak mukatab yang berarti seorang dalam keadaan menjadi budak tetapi dia berusaha mencicil untuk memerdekakan dirinya.

Mualaf adalah golongan orang yang baru masuk islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan kehidupan barunya. Termasuk lagi amil yaitu orang-orang yang bertugas mengurusi zakat dan membagikannya. Selanjutnya fi sabilillah atau orang-orang yang memang selalu mengurusi agama Alloh.

Yang terakhir adalah ibnu sabil merupakan orang yang sedang dalam perjalanan atau musafir yang kehabisan bekal makanan. Itulah golongon yang memang berhaq menerima zakat sesuai ketentuan dari Alloh SWT. Adapun yang prioritas adalah untuk golongan fakir dan miskin.

Karena memang kedua golongan inilah yang paling membutuhkan bantuan. Dengan ketentuan dari Alloh ini menjadikan kita lebih terarah dan benar dalam pembagian zakat. Sehingga harusnya tidak ada lagi yang namanya salah atau tidak tepat sasaran dalam membagi zakat.

Untuk jenis zakat yang wajib ditunaikan bagi setiap orang islam baik yang kecil sampai tua yaitu zakat fitrah. Zakat yang kita lakukan setiap tahun sebelum mengerjakan sholat hari raya idul fitri. Zakat fitrah ini berupa bahan makanan pokok. Menyesuaikan dari setiap daerah masing-masing.

Mungkin kalau di Indonesia di dominasi memang berupa beras. Karena rata-rata makanan pokok masyarakat kita adalah nasi. Tetapi umpama setor berupa sagu untuk daerah Indonesia Timur, atau jagung, gandum juga bisa.

Yang jelas zakat fitrah ini untuk mensucikan diri kita, dan juga untuk mengesahkan pahala puasa romadhon kita. Zakat fitrah ini disetorkan sebelum sholat hari raya idul fitri. Bila menyetorkan setelah sholat hari raya maka di hukumi seperti sodaqoh biasa. Ini perlu diperhatikan, Zakat fitrah per orang menyetorkan satu shoq atau sekitar 2,7 kg bahan makanan pokok.

Baca juga: Hukum Zakat Fitrah Sesuai Dalil Menurut Agama yang Benar

Adapun jenis zakat yang lain yaitu berupa zakat mal atau zakat harta. Zakat mal ini tidak semua umat muslim terkena kewajiban menunaikannya. Karena zakat mal wajib ditunaikan hanya bagi seorang muslim yang hartanya telah melebihi nisob zakat.

Syarat Zakat Mal

Nisob zakat merupakan batas minimal harta yang dimiliki untuk nantinya wajib mengeluarkan zakatnya sesuai ketentuan. Adapun syarat harta yang kita miliki terkena kewajiban zakat terutama yaitu :

  • Harta yang kita miliki tersebut memang harta kepemilikan kita. Dalam artian harta tersebut dalam kekuasaan kita bukan pinjaman, titipan, atau hutang. Murni milik kita sendiri.
  • Harta yang akan dikeluarkan zakat mal nya memang telah mencapai nisab sesuai ketentuan masing-masing. Baik emas, ternak, perdagangan, pertanian, dll.
  • Harta yang dikeluarkan zakat mal nya adalah harta yang memang berkembang atau berpotensi untuk berkembang. Seperti perdagangan, bukan berupa rumah pribadi, tanah, atau kendaraan yang memang bukan diperjual belikan.
  • Selain itu zakat mal dilakukan bila memang harta tersebut telah berputar atau disimpan selama satu tahun lamanya.
  • Dan juga perlu diperhatikan bahwa orang yang mengeluarkan zakat mal memang telah melebihi kebutuhan pokoknya, dan memang tidak keberatan hutang. Dalam artian harta kita dikurangi hutang bila masih diatas nisob maka baru berkewajiban zakat mal.

Itulah beberapa syarat orang yang berkewajiban untuk mengeluarkan zakat mal. Adapun orang yang tidak memenuhi kriteria tersebut berarti tidak punya kewajiban mengeluarkan zakat mal. Tapi jangan sampai kita memanipulasi dengan tujuan biar tidak berzakat, ini dosa besar.

Jenis dan Perhitungan Zakat Mal

Untuk jenis zakat mal yang kita keluarkan ada beberapa macamnya. Berikut ini adalah macam zakat mal dan juga cara perhitungannya :

  • Zakat emas dan perak, zakat mal jenis emas dan perak ini bisa menjadi acuan nisab zakat mal jenis lainnya. Karena emas dan perak merupakan mata uang yang asli menurut islam atau sebagai harta. Nisab zakat emas adalah sebesar 85 gram emas murni atau 24 karat. Berati bila kita memiliki simpanan baik berupa emas, saham, deposit, uang, dll bila ditotal seharga emas 85 gram maka kita berkewajiban mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari total harta.
  • Zakat perdagangan atau sering disebut istilahnya zakat tijarah, merupakan zakat bisa kita hitung ( modal yang diputar + laba / keuntungan + piutang ) – hutang yang dimiliki bila hasilnya melebihi nisob (seharga emas 85 gram) maka berkewajiban mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.
  • Zakat hewan ternak, khususnya kambing dan sapi. Memiliki ketentuan yang terperinci. Bila memiliki kambing 40 sampai 120 zakat 1 ekor usia 1 tahun. Jika punya 120 sampai 200 ekor zakat 2 kambing. Tiap kelipatan 100 zakat tambah 1 ekor usia 1 tahun. Adapun zakat sapi bila memiliki 30 zakat 1 sapi uisa 1 tahun bila 40 maka zakat 1 sapi usia 2 tahun begitupun kelipatannya.
  • Zakat pertanian juga memiliki ketentuannya sendiri yaitu bila hasil pertanian kita telah mencapai 5 wasaq atau setara 750kg maka wajib mengeluarkan zakat. Bila selama menanam tanpa irigasi murni karena hujan maka 10%. Bila harus dialiri dengan irigasi atau diesel maka 5%.

Itulah jenis zakat mal dengan nisobnya masing-masing. Dan memiliki perhitungan yang berbeda ketentuannya. Sesuai jenis harta yang akan di zakati. Termasuk ada zakat hasil laut dan zakat rikaz atau sering disebut dengan sebutan harta karun. Yang juga perlu kita zakati.

Sebenarnya semua harta kita memiliki kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya bila telah mencapai nisobnya. Adapun harta kita bila belum mencapai nisob pun juga perlu untuk kita keluarkan untuk sodaqoh, atau bisa untuk infak.

Baca juga: Keutamaan Sedekah dan Doa Malaikat untuk Orang yang Sedekah Subuh

Yang intinya di dalam harta kita itu sebenarnya tersimpan hartanya atau haq nya orang lain yang membutuhkan. Apalagi harta yang kita miliki sebenarnya hanyalah titipan dari Alloh SWT semata. Makanya tidak pantas bila kita klaim seratus persen harta yang kita miliki adalah milik kita.

Kita juga perlu tahu haq-haq orang lain yang tersimpan dalam harta kita. Apalagi bila kita di dunia ini di qodar oleh Alloh menjadi orang yang kaya raya. Sepantasnya kekayaan tersebut kita pergunakan untuk membantu sesama.

Baik itu memang kita berkewajiban mengeluarkan zakat atau memang untuk infak dan sodaqoh kepada yang membutuhkan itu lebih baik. Dan pastinya dengan zakat atau sodaqoh itu tidak akan pernah mengurangi harta kita. Justru menjadikan barokah dan berpahala besar.

Demikian artikel tentang zakat mal. Semoga bisa bermanfaat dan semoga kita bisa selalu bersodaqoh serta membantu orang yang membutuhkan. Aamiin.

Donasi
Donasi sekarang


Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?