Rukun dan Syarat yang Harus Dipenuhi Dalam Melakukan Infaq Serta Sedekah

Rumahinfaq.or.id – Dalam Islam, kita sudah tidak asing dengan istilah rukun dan syarat. Terutama ketika akan melakukan suatu amalan, kita wajib untuk mengetahui rukun dan syarat amalan tersebut. Begitu pula rukun dan syarat infaq sebelum melakukan infaq.

Rukun dan syarat suatu amalan yang akan menentukan sah dan tidaknya amalan tersebut. Demikian pula dalam berinfaq, rukun dan syarat infaq berperan sebagai penentu sah dan tidak sahanya infaq yang dikerjakan oleh seseorang.

rukun dan syarat infaq
rukun dan syarat infaq

Rukun dan syarat adalah bagian dari suatu ibadah, seperti halnya dalam berinfaq. Berarti, rukun dan syarat infaq adalah satu kesatuan dengan infaq itu sendiri. Setidaknya ada 4 syarat infaq yang harus dipenuhi dalam berinfaq.

Sehingga ketika tidak terpenuhinya rukun dan syarat yang ditentukan, maka amalan tersebut batal atau tidak sah. Begitu pula sebaliknya, jika rukun dan syarat amalan tersebut terpenuhi, maka amalan tersebut pun diterima atau sah.

Hal demikian berlaku pada infaq. Tidak terpenuhinya satu atau salah satu dari rukun dan syarat infaq, maka infaq tersebut tidaklah sah. Sehingga semua rukun dan syarat dalam infaq harus terpenuhi, tidak hanya berlaku pada satu atau salah satunya.

Sebelum kita membahas lebih lanjut rukun dan syarat infaq, kita akan memahami dulu apa pengertian rukun dan syarat itu sendiri beserta sah dan batalnya suatu amalan.

Baca juga: Penjelasan Paling Lengkap Tentang Perbedaan Infaq dan Sedekah Dalam Islam

Berikut ini pemaparannya

Pengertian Rukun, Syarat, Sah dan Batal

Rukun

Rukun adalah suatu bagian dasar atau pokok dari suatu amalan yang wajib untuk dilakukan. Dalam mengerjakan suatu amalan, ada suatu hal atau bagian yang wajib dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan.

Seperti halnya membaca surah al-Fatihah dalam shalat. Membaca surah al-Fatihah dalam shalat adalah rukun shalat atau bagian penting dari shalat, sehingga wajib dikerjakan dan tidak boleh tidak dilakukan.

Syarat

Segala sesuatu atau hal yang harus dibutuhkan dan diharuskan sebelum melakukan atau mengerjakan suatu amalan. Ketika syarat yang dibutuhkan dalam sesuatu tidak terpenuhi, maka amalan yang dikerjakan tersebut tidaklah sah.

Seperti syarat-syarat dalam shalat, syarat tersebut harus terpenuhi untuk mencapai kesahan dalam shalat dan shalat yang dikerjakan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sah

Istilah sah biasa kita dapatin pada hasil dari amalan yang sudah dilakukan atau dikerjakan. Suatu amalan atau apa yang dikerjakan dapat dikatakan sah apabila sudah memenuhi syarat rukun amalan tersebut.

Dapat dikatakan bahwa syarat rukun sangatlah penting dalam penentuan sah atau tidaknya amalan yang dikerjakan atau dilakukannya.

Baca juga: Pengelolaan Infaq Zakat dan Sedekah Oleh Lembaga Terpercaya Yayasan Rumah Infaq

Walaupun demikian amalan tetap tidak akan sah ketika memenuhi syarat dari rukun amalan tersebut tapi tidak dengan rukunya, maka amalan tersbeut tetap dianggap tidak sah atau batal.

Batal

Istilah batal adalah kebalikan dari istilah sah dalam suatu amalan. Jika sah mensyaratkan terpenuhinya syarat dari rukun suatu amalan, maka batal tidak terpenuhinya syarat dari rukun amalan tersebut.

Sebab, sah atau tidak amalan tergantung pada terpenuhinya syarat dari rukun amalan yang dikerjakan atau dilakukan.

Catatan_perlu diingat bahwa sangatlah penting untuk mempelajari dan mengetahui rukun dan syarat rukun dari suatu amalan yang dikerjakan atau dilakukan, agar amalan yang dikerjakan tersebut tidak bernilai sia-sia saja.

Rukun dan Syarat Infaq

Rukun Infaq

Dalam berinfaq, ada 4 rukun infaq yang harus dipenuhi ketika melakukan atau mengerjakan infaq. Keempat rukun tersebut dituliskan Abd Al-Rahman Al-Jazairi dalam buku Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-‘Arba’ah, yaitu;

1. Penginfaq atau orang yang melakukan infaq atau disebut dengan munfiq.
2. Orang yang diberi infaq atau orang yang berhak dan menerima manfaat infaq atau biasa disebut dengan munfiq lahu.
3. Materi yang diinfaqkan; sebab dalam infaq hanya sebatas pada materi, tidak seperti sedekah yang mencakup selain materi atau non-materi.
4. Ijab dan Qabul atau serah terima atau proses penyerahan.

Syarat Rukun Infaq

Keempat rukun akan terpenuhi ketika memenuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan dan ditentukan untuk mendapatkan kesahan amalan yang dikerjakan atau dilakukan.

Apa saja syarat-syarat dari rukun infaq itu?

Berikut akan kami paparkan syarat-syarat yang harus dipenuhi dari suatu rukun amalan yang dikerjakan dan dilakukan, yaitu;

Syarat-syarat munfiq

Untuk menjadi seorang munfiq, seseorang harus memenuhi beberapa syarat, yaitu sebagai berikut;

• Memiliki harta yang akan diinfaqkan; dianjurkan dari kelebihan harta yang dimiliki.
• Seorang munfiq ialah orang yang tidak dibatasi hak atas dirinya dan hartanya yang dikarenakan suatu alasan.
• Dalam berimfaq, dianjurkan untuk dilakukan oleh orang yang dewasa. Hal demikian disebabkan oleh matang akal mereka dan pemahaman mereka akan infaq itu sendiri.

Tapi tidak menjadikan halangan untuk anak-anak dalam berinfaq. Di sinilag orang dewasa beerperan dalam membimbing dan memberi pemahaman serta memberikan role model kepada mereka mengenai amalan sunah infaq.

• Orang yang mengerjakan infaq atau penginfaq harus didasari oleh kesukarelaan mereka tanpa adanya pakasaan dari orang lain, bahkan paksaan dari keluarga terdekat.

Syarat-Syarat munfiq lahu

Orang yang berhak dan menerima manfaat infaq atau orang yang diberi infaq atau munfiq lahu juga harus memenuhi beberapa syarat, yaitu sebagai berikut;

• Orang yang menerima manfaqt infaq haruslah benar ada wujudnya ketika infaq diberikan
• Orang yang diberi infaq ialah orang yang sudah dewasa atau biasa dikenal dengan istilah baligh. Bukan berarti anak kecil tidak bisa mendapatkan manfaat infaq atau tidak berhak atas infaq.

Infaq berhak dan dapat diambil manfaatnya oleh anak-anak selama anak-anak itu termasuk mereka yang berhak menerima infaq tersebut. Akan tetapi, penerimaannya diwakilkan oleh walinya atau orang bertanggung jawab atasnya.

Harta yang akan diinfaqkan

Syarat-syarat dari rukun infaq tidak hanya berlaku pada pemberi atau penerima infaq, tapi juga berlaku pada benda atau harta yang diinfaqkan. Beirkut ini beberapa syarat harta yang diinfaqkan;

• Harta atau benda tersebut haruslah benar-benar ada wujudnya.
• Harta atau materi yang diinfaqkkan haruslah berasal dari harta yang memiliki nilia guna dan pakai.
• Materi atau barang atau harta yang akan diinfaqkan dapat dimiliki wujudnya dan keberadaannya.
• Harta atau benda yang dinfaqkan bukanlah harta atau benda yang masih memiliki hubungannya dengan tempat yang dimilik oleh penginfaqkannya.

Ijab dan Qabul

Ijab dan qabul atau serah terima atau penyerahan adalah rukun yang mensyaratkan adanya ijab dan qabul untuk mencapai kesahan dalam suatu amalan. Tapi, mengenai hal ini 4 madzhab memiliki pendapat mereka masing-masing.

Menurut Imam Malik dan asy-Syafi’i berpendapat bahwa infaq berpegang pada qabul, maka infaq tersebut sah. Sedangkan Madzhab Hanafi mengatakan bahwa ijab saja sudah memenuhi syarat infaq dan pendapat inilah yang shahih.

Adapun Imam hambali mengemukkan kesahan infaq hanya ketika infaq yang dilakukan tersebut bertujuan untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pernyataan tersebut dikutip dari Fikih Sunnah 14 yang ditulis oleh Sayyid Sabiq (Bandung: PT Alma’arif, 1987).

Ada beberapa syarat dari rukun infaq yang ditulis dalam buku fikih kelas 5 Madrasah Ibtidaiyyah, yaitu sebagai berikut;

1. Syarat-syarat untuk munfiq

– Seorang munfiq harus melakukan infaq dengan niat yang ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata.
– Orang yang berinfaq memiliki harta yang lebih dari kebutuhan pokoknya dan keluarganya yang harus dipenuhinya.
– Satelah melakukan infaq seorang munfiq tidak boleh menyakiti orang-orang yang menerima manfaat infaq.
– Selain dari tidak menyakiti mereka yang menerima infaq setelah infaq dikeluarkan, seorang munfiq tidak boleh menyebut-nyebutkan sebagian harta yang ia gunakan untuk infaq .

2. Syarat-syarat untuk harta yang akan diinfaqkan

– Harta yang dikeluarkan untuk infaq ialag harta yang dapat dibelanjaka atau ditasarufkan.
– Harta tersebut merupakan harta yang terbaik dan terpilih
– Harta tersebut ialah harta yang diperjualberlikan
– Kepemiliki harta tersebut ialah harus dimiliki oleh pemilihnya yang sah untuk mensahkan infaq yang dikerjakannya
– Harta tersebut haruslah sah untuk diterima dalam pernikahan infaq ini.
– Jika harta yang diinfaqkan sudah dipastikan sebelumnya, maka tidak ada penggantimu dalam berkerja.

Demikianlah pemaparan kami mengenai rukun dan syarat infaq, semoga bermanfaat. Wallahun ’Alam

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?