Rumah Infaq Meresmikan dan Menyerahkan Kunci Masjid Jami’ul Jam’ah ke DKM

Rumahinfaq.or.id – Sebelum kita membahas acara presemian dan penyerahan kunci masjid ke DKM Masjid Jami’ul Jam’ah, sebaiknya kita mengetahui sejarah dari masjid ini.

peresmian masjid Jami’ul Jam’ah
peresmian masjid Jami’ul Jam’ah

Sejarah Masjid Jami’ul Jam’ah

Pada tahun 1675 terjadi perang Praya, perang antara masyarakat Muslim yang berpusat di desa Juring, Praya Lombok Tengah dengan Hindu Karang Asem di Mayura, Cakranegara, Mataram.

Perang ini menyakibatkan kerajaaan Hindu terpojok. Karena sudah terpojok, Raja Hindu Mayura terpaksa meminta bantuan kepada Anak Agung Nengah Subagan.

Pada saat itu Anak Agung Nengah Subagan memirintah di Pemenang Kab. Lombok Utara. Anak Agung Subagan membantu Raja Hindu dan mengirim bara bantuan yang terdiri dari komponen masyarakat Muslim, Hindu dan Budha. Kompenen masyarakat ini sudah dipersaudarakan oleh Anak Agung Nengah Subagan.

Sedangkan yang menjadi pemimpin dari bara bantuan yang dikirim oleh Anak Agung Nengah Subagan tersebut adalah penduduk asli Pemenang. Dia adalah ahli dalam siasat perang, yang dikenal dengan gelar Bapuk Bayang dan beberapa tokoh lain.

Mereka berhasil memenangkan Perang Praya tersebut dan atas kemenangan tersebut, Anak Agung Nengah Subagan membangun sebuah Langgar atau Masjid untuk Bapuk Bayang dan Umat Islam di daerah Pemenang sebagai wujud penghargaannya.

Masjid Jami’ul Jam’ah sangat menarik karena dibangun oleh komponen masyarakat Muslim, Hindu dan Budha. Oleh karena itu masyarakat Pemenang menjadikan masjid ini sebagai symbol persaudaraan antara umat beragama di Pemenang.

Masjid jami’ul Jam’ah mengalami beberapa kali renovasi, yaitu 5 kali renovasi menurut bapak Masjudin Ashari sebagai salah satu panitia pembangun masjid.

Renovasi pertama terjadi pada tahun 1960 dengan pemborong bernama Haji Basuni. Pada tahun 1979, masjid ini mengalami kerusakan pada bagian atas akibat dari gempa bumi pada saat itu, sehingga pada tahun 1980 kembali direnovasi yang ditukangi oleh Amak Marsuni dan dibiayai oleh pemerintah setempat.

Renovasi ketiga dilakukan pada tahun 1985, biaya renovasinya berasal dari masyarakat setempat. Renovasi keempat dilakukan pada tahun 1988, dana pada renovasi ini berasal dari masyarakat setempat dengan ditukangi oleg Bapak Musip.

Renovasi kelima dilakukan pada tahun 2007 hingga kembali diluluhlantarkan oleh gempa bumi pada tahun 2018. Sehingga, masjid yang sebagaimana dikatakan oleh Lalu Najamudin sebagai salah satu Tokoh Agama di Dusun Karang Pangsor, bahwa masjid Jami’ul Jam’ah adalah masjid tertua di Pemenang dan menjadi pusat perkembangan agama dibangun kembali oleh Yayasan Rumah Infaq dan masyarakat setempat.

Presmian dan Penyerahan Kunci Masjid ke DKM

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada tahun 2018, Lombok secara keseluruhan diterpa oleh bencana alam gempa bumi. Lombok Utara dan khususnya Pemenang juga merasakan goncangan gempa bumi tersebut.

Banyak fasilitas umum yang mengalami kerusakan, bahkan rumah-rumah pun demikian. Wakil Bupati Danny Karter Febrianto Ridwan, ST.,M.Eng yang mewakili Bupati Lombok Utara menyatakan bahwa kerusakan tersebut mencapai 80%.

Dan masjid Jami’ul Jam’ah menjadi salah satu yang mengalami kerusakan parah. Sehingga, Yayasan Rumah Infaq yang pada saat itu sedang membuka Posko Bantuan Bencana ALam di Lombok mengajukan diri untuk membangun kembali masjid yang penuh sejarah tersebut.

Menjadi kebanggaan tersendiri untuk Yayasan Rumah Infaq atas terpilihnya untuk membangun kembali masjid tersebut di antara banyak pihak yang memiliki khendak dan ingin yang sama.

Yayasan Rumah Infaq menjaga amanat tersebut dengan bekerja keras dalam mengumpulkan dana dari para donaturnya untuk kembali membangun masjid tersebut.

Perjuangan tersebut berbuah manis, pada hari Ahad, 27 Februari 2022, Yayasan Rumah Infaq meresmikan masjid Jami’ul Jam’ah di jalur Bangsal, Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang dan menyerahkan kunci ke pihak DKM Masjid Jami’ul Jama’ah, yang diwakilkan oleh ketua DKM Bapak Anhar Ashari, M.Si.

Pada peresmian dan penyerahan kunci masjid Jami’ul Jam’ah turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Dr. Aidy Furqon, MP.D. selaku perwakilan dari Bapak Gubernur, Wakil Pupati KLU Bapak Danny Karter Febrianto Ridwan, ST.,M.Eng yang mewakili Bupati KLU, TG. KH. Muharrar Muhfuz, TG Muhtar Amin, Kapolsek Pemenang Bapak Lalu Eka Arya M.SH.MH, Bapak Koramil, Anggota DPRD Bapak Ikhwaddan, Staff ahli Bupati Bapak Kawit Sasmita, BAZNAS KLU Bapak Arbarin Sodri, DT. Peduli, YBM PLN, dan masyarakat setempat.

Ketua Yayasan Rumah Infaq, Ustad Yusman Dawolo menjelaskan program-program yang dikerjakan oleh Yayasan Rumah Infaq, salah satunya adalah membangun masjid. Beliau juga berkata;

“Kenapa masjid?” Tanya beliau untuk menegaskan maksud dari program Yayasan Rumah Infaq. “ Kami menjadikan masjid sebagai pusat pembangunan umat, masjid adalah tolak ukur, masjid adalah jatungnya masyarakat Islam”, tutur beliau.

“Kalau masjidnya makmur, masjidnya ramai ibadah di dalamnya, hidup masjidnya, maka bisa dipastikan bahwa masyarakat di sekitar masjid akan berkembang, maju dan berkah hidupnya” ucap beliau tegas.

“Tapi, kalau masjidnya sepi, tidak ada yang merawatnya, maka sudah dipastikan akan mendatangkan kehancuran untuk masyarakat di sekitarnya” Lanjut beliau.

Beliau juga menyampaikan hadits yang menjelaskan keutamaan membangun masjid;

وَمَنْ بَنَى لِلهِ مَسْجِدًا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah maka Allah akan membangunkan untuknya istana di surga”

Diketahui bahwa hadits di atas merupakan hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bazzar.

“Ada juga riwayat (HR. Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah) yang menyatakan;

مَنْ بَنَى لِلهِ مَسْجِدًا وَلَوْ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ لِبَيْضِهَا، بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah, meski seukuran lubang tempat burung qatha bertelur, maka Allah membangun untuknya rumah di surga”.

Jika merujuk kepada pernyataan Ustadz Dawolo kepada program yang dipilih, yaitu membangun masjid. Maka, TG KH Muharrar Mahfuz selaku Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat juga akan menjawab:

“Masjid adalah pusat untuk mempererat tali ukhuwah Imaniyyah atau ukhuwah Islamiyyah yang tercermin pada kebersamaan di tingkatan yang lebih luas.”

Tidak hanya itu, perwakilan Gubernur NTB Bapak Dr. Aidy Furqon, MP.D. sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB juga menyatakan;

“Ekonomi umat harus juga ditingkatkan dan itu semua melalui masjid, begitu pula dalam membangun solidaritas umat.”

Wakil bupati KLU juga menyatakan bahwa memakmurkan masjid tidak hanya secara fisik saja, melainkan juga dengan ruh masjidnya. Sebab masjid adalah pusat peradaban umat Islam, masjid sebagai pusat dakwah, masjid sebagai pusat pendidikan, masjid sebagai pusat kegiatan sosial, masjid sebagai pusat menyelesaikan masalah, masjid sebagai pusat mengambil solusi, masjid sebagai pusat mengalirkan ide dan gagasan tentang Islam sehingga menambah ekonomi masyarakat.”

Sebelum menutup acara presmian tersebut, Yayasan Rumah Infaq memberikan cinderamata yang diserahkan oleh Ustadz Yusman Dawolo kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Dr. Aidy Furqon, MP.D. selaku perwakilan dari Bapak Gubernur, Wakil Bupati KLU Bapak Danny Karter Febrianto Ridwan, ST.,M.Eng yang mewakili Bupati KLU, TG. KH. Muharrar Muhfuz, dan ketua DKM Bapak Anhar Anshari, M.Si.

Dan acara presmian dan penyerahan kunci Masjid Jami’ul Jam’ah ke DKM tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh TG KH. Muharrar Mahfuz.

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?