Rutin Baca Doa Bakhil ini Agar Terhindar Dari Sifat Kikir, Pelit dan Tamak

Rumahinfaq.or.id – Doa ada salah satu cara kita lebih dekat kepada Sang Khaliq Allah Subhanahu Wa Ta’ala, doa juga dikatakan sebagai senjata seorang Mukmin. Seperti halnya doa bakhil, eitss, maksudnya doa dijauhkan dari sifat bakhil.

Iya, kebakhilan adalah salah satu sifat yang tercela apabila dimiliki oleh seorang muslim, oleh karena itu doa dijauhkan dari bakhil seharusnya menjadi doa yang wajib diserukan ketika bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

doa bakhil
doa bakhil

Sifat Bakhil juga disamakan dengan penyakit hati “Syuh” yang berarti pelit lagi tamak. Penyakit yang sangat berbahaya jika dimiliki, sebab penyakit ini akan menjadikan seseorang tidak merasa puas terhadap nikmat yang sudah Allah Ta’ala berikan.

Tidak hanya itu, penyakit bakhil atau Syuh ini juga akan mengantarkan orang tersebut kepada hal lainnya yang bersifat merusak dan berbahaya.

Hal inilah yang mnedasari Rasulullah memberi perintah untuk tidak lupa berdoa agar dijauhkan dari penyakit hati ini, bakhil.

Lalu, apa lafadz doa agar diajuhkan dari sifat bakhil itu?

Yuk, kita simak bersama dan amalkan doa-doa yang akan kami paparkan berikut ini!!!

Berikut ini 2 doa yang seharusnya dimunajarkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dijauhkan dari sifat tercela yaitu bakhil atau kikir, atau pelit;

A. Doa Pertama

Dalam salah satu buku yang disusun oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Wahf Al Qahthani Hafizhahullah yang berjudul Ad Du’aa’ min Al Kitab wa As Sunnah, ada doa yang berisi agar dijauhkan dari sifat bakhil.

اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ

“Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit lagi tamak, dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung”

Do’a ini diambil dari firman Allah Ta’ala dalam surat Ath Taghabun ayat 16,

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”

Kata “الشح” dalam doa di atas berarti bakhl atau pelit lagi hirsh atau tamak atau rakus. Arti yang disebutkan tadi merupakan sifat yang sudah menjadi tabiat manusia, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’la telah berfiman dalam surah an-Nisa ayat ke-128.

وَأُحْضِرَتِ الأنْفُسُ الشُّحَّ

“Walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir”

Sedangkan untuk kata “الفلاح” dalam doa di atas diartikan sebagai beruntung dan menggapai harapan.

Al falah yang dimaksud ialah keberuntungan di dunia dan di akhirat. Al-falah di dunia berupa memperoleh kebahagiaan dengan hidup yang menyenangkan. Sedangkan al-falah di akhirat ialah ¬al-falah yang paling tinggi, yaitu mendapat surganya Allah.

Sehingga doa di atas merupakan doa untuk meminta perlindungan dari sifat-sifat jelek yang biasa terjadi kepada manusi. Sifat-sifat tersebut tidak lain adalah penyakit “syuh”, yaitu pelit dan tamak pada dunia.

Orang yang mempunyai sifat jelek ini akan sangat bergantung pada harta, yang menjadikannya enggan dalam mengeluarkan hartanya untuk berinfak atau mengeluarkan hartanya di jalan yang wajibkan Allah atau pun di jalan yang disunnahkan Rasulullah.

Baca juga: Memahami Hadits tentang Anjuran Berinfaq Dalam Islam

Dan tidak sedikit sifat “syuh” bisa menyebabkan dan menimbulkan pertumpahan darah, menghalalkan yang haram, berbuat dzhalim, dan beberapa perbuatan maksiat lainnya.

Karena sifat “syuh” ini benar-benar akan mengantarkan pada kejelekan, bahkan kehancuran di dunia dan akhirat, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam telah memperingatkan kita akan bahayanya penyakit “syuh” ini.

Rasulullah juga menyatakan bahwa penyakit ini akan menjadi sebab kehancuran, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam dalam sebuah hadits yang dikatakan shahih oleh Syaikh Al Arnauth.

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad tersebut berbunyi;

وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ: أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخِلُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا

“Waspadalah kalian dengan sifat ‘syuh’, karena sifat ‘syuh’ telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat itu memerintahkan mereka untuk memutuskan hubungan kekerabatan, maka mereka pun memutuskan hubungan kekerabatan. Sifat itu memerintahkan mereka untuk bersifat bakhil, maka mereka pun bersifat bakhil. Dan Sifat itu memerintahkan mereka berbuat dosa, maka mereka pun berbuat dosa.”

Ternyata, doa agar dijauhkan dari sifat bakhil di atas pernah dibawakan oleh Ibnu Katsir dalam sebuah kisah untuk menafsirkan ayat ke-10 surah Al-Hasyr.

Dikatakan bahwa Sufyan ats Tsauri melihat seseorang berdoa ketika dirinya melaksanakan thawaf melihat seseorang tengah berdoa.

Orang tersebut terus mengulang doa yang sama dan tidak menambah lebih dari itu;

اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي

“Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit”

Ats Tsarui berkata mengetahui jikalau doa yang dipanjatkan oleh orang tersebut diambil dari ayat ke-16 surah Ath Taghabun. Kemudian Sufyan ats Tsauri berkata kepada lelaki tersebut, lelaki yang tak lain adalah Abdurrahman Ibnu Auf Radhiyyallahu ‘Anhu.

“Jika saja, diriku terselamatkan dari sifat syuhh, tentu aku tidak akan mencuri harta orang, aku tidak akan berzina dan aku tidak akan melakukan maksiat lainnya.”

Sebagaimana kita ketahui bahwa Abdurrahman Ibnu Auf Radhiyyallahu ‘Anhu adalah salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam yang paling kaya dan juga paling dermawan.

Kedermawaan beliau tersebut mendapatkan kabar dari Rasulullah bahwa beliau akan masuk surga dengan merangkak karena kedermawaannya.

“Masuk Surga dengan merangkak” ditafsirkan dengan kemudahan dan dekatknya surga yang akan Beliau masuki Radhiyyallhu ‘Anhu. Sehingga Beliau Radhiyyallhu ‘Anhu tidak perlu berjalan untuk memasukinya, hanya cukup dengan merangkak.

Walau demikian, salah satu dari 10 sahabat yang sudah dijamin masuk surga oleh kabar Rasulullah ini tidak menghalanginya untuk berdoa agar dijauhkan dari yang namanya sifat bakhil atau pelit atau kikir.

Hal ini menunjukkan bahwa bahaya dari sifat bakhil tidak mengenal siapapun. Karena ketika sifat tersebut dimiliki oleh seseorang, maka bencana yang ditimbulkannya juga akan terjadi.

B. Doa Kedua

Selain doa di atas, ada juga doa lain yang wajib dimunajatkan oleh seorang Muslim dan Mukmin agar terhindar dari sifat bakhil dan penyakit “Syuh”. Doa berikut ini adalah doa yang diriwayatkan oleh Bukhari.

اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ البُخْلِ، وأعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ، وأعُوذ بِكَ أنْ أُرَدَّ إِلَى أرْذَلِ العُمُرِ، وأعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيا يَعْني فِتْنَةَ الدَّجَّالِ، وأعوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ.

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sifat pelit, takut, penyakit tua, fitnah dunia yaitu fitnah Dajjal, dan azab kubur.”

Doa agar dijauhkan dari sifat bakhil di atas dianjurkan untuk dibaca setelah selesai melaksanakan shalat, terutama shalat wajib 5 waktu.

Baca juga: Keutamaan Infaq Subuh Langsung Mendapatkan Doa Mustajab Oleh Dua Malaikat

Demikianlah pemaparan kami mengenai 2 doa yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam untuk dimunajatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga dua doa di atas tidak lupa kita amalkan dan panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dijauhkan dari sifat yang akan mendatangkan banyak bencana dala kehidupan kita.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk #sahabatrumi.



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?