Sedekah Online Bersama Yayasan Rumah Infaq Amanah Tepat Sasaran

Rumahinfaq.or.id – Pada masa-masa sulit dalam hal sedekah online seperti saat ini, kita sebagai umat islam terus di tuntut untuk mewujudkan perintah Allah agar saling tolong menolong serta meningkatkan rasa persaudaraan kita kepada sesama dalam urusan sosial.

Peraturan pemerintah tahun ini memutuskan agar masyarakat bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah saja, juga membuat banyak rakyat kecil kehilangan pekerjaannya, menjadi pengangguran, kesusahan mencari rezeki, sehingga banyak orang yang memerlukan bantuan untuk mencukupi keperluan mereka sehari-hari.

sedekah online
sedekah online

Sedekah Online di Yayasan Rumah Infaq

Bantuan dari orang yang dermawan saat ini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk ikut membantu banyak orang yang sedang membutuhkan. Melalui sedekah online di Rumah Infaq, kita bisa dengan mudah untuk menyalurkan sebagian harta kita kepada yang lebih membutuhkan.

Kefadholan sedekah di saat kondisi sedang sulit dan musibah dimana-mana serta keperluan hidup yang melilit dijelaskan pada ayat berikut ini. Inilah yang dimaksud dengan memberi sedekah makan disaat dzi mas-ghobah.

Allah SWT berfirman:

“Dengan harta itu, bukankah baik jika dia menempuh jalan yang menanjak lagi sukar? Tahukah kamu apa yang dimaksud jalan menanjak lagi sukar? Yaitu membebaskan budak untuk menjadi orang merdeka, atau sedekah makanan disaat musim kelaparan” (QS. Al-Balad: 11-14).

Seyogyanya seorang hamba memanfaatkan waktu hidupnya sebelum datang kematiannya, waktu sehatnya sebelum datang sakitnya, maka dia dapat memanfaatkannya dengan bersedekah dan berinfak.

Sebagaimana firman Allah SWT:
Atas apa yang Kami (Allah) berikan padamu, maka sedekahkanlah sebagian saja, sebelum ajal datang menjemput pada salah seorang hamba di antara kamu; kemudian dia berkata (menyesali), Ya Allah, jika Engkau berkenan, berilah Kami kesempatan lagi, maka aku akan bersedekah dan aku akan menjadi orang yang sholeh.” (Al Munaafiquun 63:10)

Dari Ibnu Jarir Ath-Thobari rahimahullah (224-310 H), menerangkan bahwa sedekah makanan di hari “dzi mas-ghobah”, artinya ialah pada masa kelaparan, dikala makanan sedang langka, dan dikala segala kebutuhan terpusat pada makanan. (Tafsir Ath-Thabari, 23:255 sampai 256).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Situasi yang dijelaskan di ayat tersebut sama dengan kondisi di situasi sulit seperti sekarang ini. Imbas dari lemahnya ekonomi dikarenakan banyaknya petaka, maka berimbas juga bagi masyarakat kelas menengah kebawah, terlebih yang ada kaitannya dengan sedekah online.

Kondisi ekonomi yang tiap harinya tidak bisa dipastikan, juga pengaruh karena dampak dari musibah yang menimpa mereka. Pendapatan juga menjadi benar-benar rentan sebab saat mereka tidak kerja, maka mereka tidak ada pendapatan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Beberapa hari ini juga, ojeg online benar-benar sepi, demikian pula dari sektor pariwisata, sektor pendidikan bahkan kampus sudah beberapa pekan diisolasi. Hal ini akan berakibat negatif untuk banyak orang yang kehidupannya bertumpu pada sektor-sektor itu.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Untuk itu, mumpung kita masih diberi peluang untuk sedekah, mumpung kita masih diberi jiwa raga yang sehat, mari kita berlomba-lomba memperbanyak infaq dan shodaqoh. Bisa dengan cara sedekah online di Yayasan Rumah Infaq, tak akan ada ruginya malah justru dengan sedekah akan memberi banyak manfaat.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Sesungguhnya shodaqoh itu dapat mencegah Su’ul Khotimah (jelek di akhir hayatnya), dapat menolak malapetaka (bala’), hingga, melindungi dari orang yang akan berbuat dzolim.

Ibrahim An Nakha’i menerangkan bahwa, “Orang-orang dahulu beranggapan bahwa sedekah itu bisa melindungi diri dari orang yang akan berlaku dzolim”. Shodaqoh juga bisa mendatangkan rizqi, bisa menjaga harta, menghapus dosa, hati yang sedih jadi gembira, serta menyebabkan hati yakin dan berbaik sangka kepada Allah.” (‘Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin, hlm. 313).

Marilah Gemar untuk Bersedekah

Dalam hadits ini, kita bisa mengamati bahwa teman-teman yang kaya suka sekali bersedekah atas kelebihan harta mereka. Untuk dapat membuat motivasi kepada kita agar banyak bersedekah, kita bisa perhatikan firman Allah Ta’ala, berikut ini:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Gambaran harta yang dikeluarkan oleh orang yang men sedekahkan sebagian kekayaannya di jalan Allah, ibarat satu butir benih yang menumbuhkan 7 bulir, pada tiap bulir berisi seratus biji. Allah pasti melipat gandakan pahala bagi siapa saja (orang iman) yang Allah kehendaki. Dan Karunia Allah itu Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2] : 261)

Inilah perumpamaan yang Allah gambarkan yang menunjukkan berlipat gandanya pahala orang yang bersedekah di jalan Allah dengan selalu mengharap ridho-Nya. Dan ketahuilah bahwa setiap kebaikan akan dibalas dengan 10 hingga 700 lipatan pahala.

Dikatakan oleh Tafsir Ibnu Katsir, “Ayat ini merupakan isyarat bahwa setiap amal sholih yang dikerjakan akan dibalas pahala yang berlimpah bagi pelakunya. Sebagaimana Allah menumbuhkan tanaman bagi siapa saja yang menanamnya di tanah yang baik (subur).”

Sedekah, Tidak Hanya Berupa Harta

Bisa kita perhatikan dalam hadits ini bahwa Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan penjelasan kepada kita bahwa sedekah bukan cuma dengan harta sehingga orang-orang kurang mampu pun bisa mengerjakannya.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa wujud sedekah yang lainnya yaitu dengan bacaan tasbih (dzikir Subhanallah), bacaan takbir (dzikir Allahu akbar), bacaan tahmid (dzikir Alhamdulillah), dan bacaan tahlil (dzikir Laa ilaha illallah).

Demikian pula termasuk sedekah adalah mengajak orang lain yang lupa menjalankan ketaatan dan melarang orang lain dari tindakan yang mungkar.

Tindakan ini semua termasuk sedekah yang bisa dikerjakan oleh orang kurang mampu dan dapat dikerjakan tiap saat. Sedangkan, orang kaya, mungkin cuma bisa beramal pada satu waktu dan bukan tiap saat.

Berhubungan Intim dengan Istri Juga Termasuk Sedekah

Rasulullah SAW juga menyebutkan dalam hadits di antara bentuk sedekah yang lain yaitu jima’ (bersenggama) dengan istri. Namun, ketika Rasulullah SAW menjelaskan tentang hal itu, para shohabat langsung timbul pertanyaan. Bagaimana bisa seorang suami mendatangi istrinya dengan syahwat termasuk sedekah?

Nabi Muhammad SAW menepis keraguan dari para shohabat ini dengan menggunakan analogi yang berkebalikan (qiyas bil’aqsi). Nabi Muhammad SAW bersabda “Apakah kamu belum tahu, bahwa bila seseorang menyalurkan syahwatnya pada yang bukan haknya (haram), maka dia berdosa. Demikian pula jika ia menyalurkan syahwatnya pada haknya (yang halal), maka dia mendapatkan pahala.”

Ada ucapan yang sangat baik sekali dari An Nawawi ketika menjelaskan makna hadits ini.

Beliau menjelaskan, “Ketahuilah bahwa syahwat jima’ adalah syahwat yang menjadi favorit para Nabi ‘alaihimush sholatu was salam dan orang-orang sholih.

Mereka mengatakan, ’Sebab di dalam syahwat itu terdapat maslahat (manfaat) diniyyah (agama) dan duniawiyyah (dunia) di antaranya yaitu dapat menahan pandangan, menjaga diri dari perbuatan zina, bisa punya anak dan memperbanyak umat ini hingga hari kiamat.

Syahwat selain jima’ akan membuat hati jadi keras, sedangkan syahwat jima’ akan mententramkan hati’.” (Ad Durotus Salafiyyah, halaman 186)

Sedekah Ada yang Wajib dan Sunnah

Jenis-jenis sedekah yang diceritakan di atas adalah bacaan dzikir dan sebagainya, ada yang wajib dan sunnah. Bacaan takbir, ada yang wajib dan ada yang sunnah. Takbiratul ihrom dalam sholat termasuk kewajiban dan bacaan takbir setelah sholat merupakan anjuran (sunnah). Demikian juga dengan bacaan tahlil, tasbih, dan tahmid.

Amar ma’ruf nahi mungkar adalah memerintahkan kepada ketaatan dan mencegah dari kemungkaran, ini juga ada yang wajib yakni fardhu ‘ain bagi yang mempunyai keahlian dan ada yang sifatnya fardhu kifayah yakni jika sebagian sudah melakukkannya dan mencukupi maka yang lain menjadi gugur kewajibannya, juga ada yang hukumnya mustahab (dianjurkan).



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?