Sepak Terjang Yayasan Rumah Infaq Dalam Program Dompet Dhuafa

Rumahinfaq.or.id – Dompet Dhuafa merupakan instansi Filantropi Islam yang bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa.

Dengan pendekatan kebiasaan lewat aktivitas filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship). Dompet Dhuafa akan terus menjadikan masyarakat berdaya yang bergantung pada sumber daya lokal lewat cara yang adil.

dompet dhuafa
Kegiatan Yayasan Rumah Infaq dalam program dompet dhuafa

Mengapa Berdonasi Dompet Dhuafa di Rumah Infaq?

Kamu belum pernah menikmati mudahnya urun dana secara online? Kalau belum, coba hal baru ini, yuk! Kamu tidak perlu lagi cemas sebab urun dana secara online di Dompet Dhuafa lewat Rumah Infaq dikerjakan secara aman dan praktis, dan transfaran ke mana dana kamu akan disalurkan oleh pihak Rumah Infaq.

Sebarkan kebaikan dan manfaat ke sesama karena dengan urun dana di Rumah Infaq, secara langsung kamu sudah berpartisipasi untuk membantu masyarakat kurang mampu untuk menerima fasilitas-fasilitas yang pantas seperti layanan kesejahteraan anak Yatim, lebih tepatnya dalam program 1.000 paket lebaran untuk Anak Yatim, pembangunan Masjid, dan juga menolong masyarakat yang belum mempunyai kegiatan kembali memperoleh pemasukan untuk mencukupi keperluan sehari-harinya.

Kapan lagi kita mau menolong saudara-saudara di luar sana dengan cara semudah ini? Yuk, mulai berbagi kebahagiaan dengan sedekah online dalam program dompet dhuafa terpercaya via Rumah Infaq.

Rumah Infaq sekarang menjelma menjadi instansi filantropi yang menolong hampir seluruh keperluan masyarakat Indonesia. Negara semestinya yang bertugas untuk mencukupi kebutuhan hidup orang banyak. Seperti pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, musibah dan kebangkitan ekonomi.

Rumah Infaq hadir menemani bangsa ini sejak tahun 2014 silam, saya mengamati apa yang dijalankan Rumah Infaq dikala ini bisa jadi jauh lebih besar dari ekspektasi para wartawan muda yang cuma ingin menyalurkan dana sosial.

Rumah Infaq hadir menjadi Indonesia itu sendiri

Saat ini Rumah Infaq menggeber semboyan berdayakan umat, mungkin memang cuma Rumah Infaq yang tepat menyandang semboyan itu. Tanpa mengecilkan peran instansi lain, peran-peran besar Rumah Infaq di tiap-tiap lini kehidupan masyarakat sangat terasa. Ya, tiap-tiap lini kehidupan, percayalah, Rumah Infaq hadir di banyak medan pengabdian.

Kita tentu benar-benar hafal bagaimana pasal 33 UUD menyebut negara menjadi entitas paling bertanggung jawab kepada kehidupan fakir miskin dan anak terlantar. Negara membina kaum fakir miskin dan anak terlantar (katanya).

Sementara Rumah Infaq memberdayakannya

Filosofi infaq bukan sekedar memberikan bantuan konsumtif, memelihara saja. Tetapi infaq mesti dapat membuat para penerimanya naik kelas, memberdayakan. Dalam konteks ini, Rumah Infaq telah mengerjakan banyak hal.

Lewat acara Konfrensi International world zakat forum, Rumah Infaq berupaya memutus rantai kemiskinan. Para penerima manfaat naik kelas sebagai pengusaha, walaupun tingkatannya UMKM. Tidak jadi soal, orang yang tidak lagi mengulurkan tangannya minta-minta berarti sudah menyelamatkan iman berikut kemuliaannya.

Apa yang dapat memutus rantai kemiskinan pada sebuah generasi? Jawabannya adalah pendidikan. Semestinya ada anak-anak dari generasi ini yang berangkat sekolah di pagi hari, bersahabat dengan buku dan bergumul dengan aksara. Negara ini bahkan sangat sadar dengan pentingnya itu.

Euforia reformasi sudah memaksa anggaran APBN harus disisihkan 20% untuk kebutuhan pendidikan. Sebuah niat yang sangat bagus tentu saja, namun kita mengerti berapa persen yang memang betul-betul dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan anak bangsa. Saya tidak tahu, yang saya tahu tidak banyak perbedaan, itu saja.

Tetapi ada orang-orang yang tidak sibuk mengurusi kekeliruan negara. Salah satunya yaitu Rumah Infaq. Rumah Infaq justru mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi.

Rumah Infaq membangun Pesantren gratis, sama sekali tidak dipungut biaya. Pondok Pesantren Gaza gratis tidak dipungut biaya dengan kwalitas yang bagus. Rumah Infaq mau mendobrak isu sekolah Islam itu mahal. Sementara sekolah gratis itu jelek. Pondok Pesantren Gaza memadukan dua hal. Islami, gratis tidak dipungut biaya dan berkwalitas.

Beasiswa Yayasan Rumah Infaq

Ratusan atau mungkin bahkan ribuan beasiswa diberikan untuk anak dhuafa yang mau meraih impian diwisuda sebagai sarjana. Saya punya banyak teman yang menuntaskan kuliah melalui program beasiswa Rumah Infaq. Saya mengerti background mereka, mungkin keluarga mereka tidak ingin anaknya menjadi mercusuar keluarga di beragam perguruan tinggi negeri.

Sekarang, sahabat-sahabat saya benar-benar naik kelas. Mereka telah tumbuh menjadi wirausaha, peneliti, melanjutkan pendidikan hingga nun jauh di luar negeri, menjadi pegawai negeri sipil dengan pendapatan melebihi dari UMR, pekerja sosial yang tidak lupa asal usulnya dan masih banyak lagi.

Beasiswa organisator, bantuan pendidikan untuk anak kelas dasar, sekolah guru Indonesia menjadi komplementer program pendidikan ini.

Bidang Da’wah Rumah Infaq

Rumah infaq adalah sebuah lembaga penghimpun berikut mendayagunakan dana Infaq, Zakat, shadaqah, wakaf dan dana social individu mapun perusahaan bagi kepentingan pembangunan umat, gerakannya bernafaskan nilai-nilai Islami.

Oleh karenanya, jangan ragukan lagi apa peran Rumah Infaq bagi dakwah Islam. Rumah Infaq membuat program, sebuah kegiatan sosial yang siap membantu di daerah-daerah yang membutuhkan bantuan sosial keagamaan. Panitia Rumah Infaq siap berangkat mengemban tugas mulia itu.

Dakwah mungkin yang menjadi ruh para relawan sosial Rumah Infaq dapat bekerja dengan tenaga seperti sekarang ini. Perkembangan Rumah Infaq yang sangat cepat dan semangat melayani sepertinya lahir dari rahim motivasi bernama dakwah.

Dalam jalan ini rasanya kekecewaan sangat sulit dijumpai. Relawan sosial seperti mereka perlu pegangan yang sangat kuat supaya tetap bertahan.

Bidang Penanggulangan Bencana

Sering kali kita mendengar lantunan lagu dari Ebiet G Ade di TV diiringi gambar-gambar duka dari korban musibah. Negeri kita diberkahi dengan potensi gempa bumi. Kita betul-betul akrab dengan erupsi bermacam-macam jenis gunung berapi yang masih aktif.

Kita berkawan dengan banjir, kita mesti membiasakan diri dengan bermacam-macam musibah. Longsor sampai tsunami menjadi peringatan besar bangsa ini.

Lalu apa peran Rumah Infaq dalam musibah? Saya kira saya tidak perlu menjelaskan. Siapa pertama kali yang datang ke kawasan musibah? Bukan pak pejabat negara, melainkan para relawan. Siapakah para relawan di luar relawan pemerintah sekelas Basarnas dan Tagana?.

Percayalah kalau saya bilang relawan instansi infaq yang paling pertama dan siap datang menolong tugas-tugas kemanusiaan itu. Rumah Infaq? Percaya sama saya mereka menjadi salah satu komponen yang paling depan hingga di lokasi musibah.

Relawan Rumah Infaq menjelajahi negeri dari Aceh, Padang, Yogyakarta, Pangandaran, Wasior, Kebumen, Purworejo, Bandung Selatan, Banjarnegara, Jakarta. Kemudian mereka melintas sampai batas-batas geografis negara untuk mengantarkan amanah ke Gaza, Suriah, Mesir, Somalia.

Yuk, sama-sama kita menjadi bagian dari relawan Rumah Infaq dengan cara klik tombol donasi pada bagian widget. Tombol donasi ada di bagian kanan jika diakses lewat Laptop atau komputer desktop, dan klik tulisan program di bagian bawah jika diakses via Smartphone.



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?