Wasiat dan Surat Wasiat, Keduanya Sangat Penting untuk Kita Ketahui Dalam Islam!

Rumahinfaq.or.id – Pemberian seseorang yang sudah meninggal kepada orang yang masih hidup untuk dimiliki disebut dengan wasiat.

Sedangkan wasiat dalam Islam ialah pemberian orang yang sudah meninggal kepada orang lain yang masih hidup dalam bentuk suatu benda yang dilakukan atas dasar kesukarelaan dan tidak mengharapkan imbalan untuk dimiliki.

Wasiat
Wasiat

Pengertian di atas sebagaimana yang telah dijelaskan dalam al-Fiqhu al-Manhaji Ala Madzhabi al-Imam asy-Syafi’iy. Dikatakan juga bahwa wasiat secara istilah syar’i merupakan akad tabarru’.

Akad tabarru’ dalam pengertian wasiat tersebut ialah ha katas kepimilikan harta yang diserahkan setelah yang membuat wasiat sudah meninggal dunia.

Istilah lain dalam wasiat ialah surat wasiat, wasiat dan surat wasiat adalah satu kesatuan yang saling berhubungan satu sama dengan lainnya. Jika tidak ada surat wasiat, maka harta yang ditinggalkan pewaris akan menjadi milik ahli warisnya.

Sebab, ahli waris wajib menjalankan apa yang tertera atau isi daripada surat wasiat yang ditinggalkan oleh pewarisnya.

Lalu apa arti surat wasiat?

Pengertian Surat Wasiat

Surat wasiat atau testamen adalah suatu akta yang di dalamnya berisi pernyataan seseorang tentang akan apa yang diinginkannya terjadi ketika ia sudah meninggal, surat ini dapat ia cabut kembali.

Surat wasiat ialah surat yang memuat pernyataan seseorang tentang apa yang menjadi kehendak dan keinginannya terhadap harta kekayaan yang dimilikinya setelah dia meninggal dunia kelak.

Wasiat tidak boleh dalam bentuk lisan. Wasiat harus ditulis dalam bentuk surat atau akta dan surat wasiat harus ditandatangani oleh orang yang berwasiat atau pewaris.

Surat wasiat tersebut menjadi dokumen penting yang diserahkan kepada ahli warisnya yang kemudian pembagiannya dibagi sesuai dengan hukum Agama dan hukum yang berlaku.

Baca juga: Pahami Cara Menghitung Warisan dalam Islam Sesuai Dalil yang Benar

Surat wasiat itu sangat penting!!!

Surat wasiat dibuat dengan tujuan agar apa yang diinginkan dan dikhendakinya dapat dijalankan oleh ahli warisnya setelah ia meninggal dunia. Akan tetapi, dalam penulisan surat wasiat harus jelas.

Hal demikian dilakuakan untuk mencegah perpecahan antara sanak keluarga yang sudah ditinggalkannya.

Karena surat wasiat memiliki sifat mengikat, maka pewaris sebaiknya membuat surat wasiat yang pembagian hartanya jelas dan tidak ada satu pihak pun yang dapat mengajukan protesnya.

Dasar Hukum

Wasiat di atur dengan 2 dasar hukum, yaitu;

1. Kitab Undang Undang Hukum Perdata
2. Instruksi Balai Harta Peninggalan di Indonesua 1872 LN.1872 No.166 Pasal 62 dan 63.

Jenis dan Bentuk Surat Wasiat

Menurut Pasal 913 KUH Perdata pembuatan surat wasiat terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu sebagai berikut;

1. Surat Wasiat Olografis

Surat wasiat yang ditulis dan ditandatangani langsung dan sendiri oleh pewaris adalah jenis surat wasiat olografis. Kemudian, surat wasiat tersebut dibawa ke kantor notaris dan dibuatkan akta penyimpananya.

Akta tersebut ditandatangani oleh notaris beserta 2 orang saksi. Maka, surat wasiat tersebut memiliki kekuatan yang sama dengan surat wasiat umum.

Surat wasiat ini dapat dibuat dengan 2 cara, yaitu terbuka dan tertutup;

Surat wasiat jenis ini yang dibuat secara terbuka memberi arti bahwa notaris dapat mengetahui dan memahami keseluruhan isi surat wasiat dan dapat memberi keterangan dalam penyimpanan surat wasiat tersebut.

Surat wasiat jenis ini yang dibuat secara tertutup berarti notaris tidak bisa membuka surat wasiat tersebut dan mengetahui isi dari surat wasiat tersebut.

2. Surat Wasiat Openbaar Testament

Surat wasiat ini dibuat dengan 2 orang sebagai saksi dan 1 notaris. Penyimpanan surat wasiat Openbaar Testament atau umum sama dengan penyimpanan surat wasiat geheim. Namun, surat wasiat Openbaar Testament mneggunakan akta umum.

Surat wasiat yang langsung dibuat dihadapan notaris ialah surat wasiat umum. Biasanya, surat wasit ini dibuat oleh pewaris dengan inisiatif mendatangi notaris sendiri dan memberi keterangan mengenai isi dari surat wasiat yang hendak dibuatnya.

Surat wasiat umum ini adalah jenis surat ini sangat dianjurkan dengan tujuan agar isi dari surat wasiat tersebut dapat dijalankan dengan sebaiknya oleh ahli waris.

Di sini juga, notaris dapat membimbing dan memberi petujuk dalam pembuatan surat wasiat oleh pemberi wasiat.

3. Surat Wasiat Geheim

Surat wasiat geheim atau rahasia adalah bentuk surat wasiat yang paling umum. Surat wasiat ini biasanya dibuat tanpa diketahui oleh ahli waris.

Untuk membuat bentuk surat wasiat inin dibutuhkan 4 orang saksi dan 1 notaris yang akan menyimpan surat wasiat tersebut dan menggunakan akta super rahasia dengan memiliki jaminan hukum yang lebih tinggi

Jenis surat wasiat ini memiliki kemiripan dengan surat wasiat jenis olografis, akan tetapi surat wasiat jenis ini bersifat tertutup. Bentuk surat ini dapat dilihat di Pasal 940 KUH Perdata.

Surat wasiat jenis ini dibuat oleh pewaris dengan menulis dan menandatangani sendiri surat wasiatnya. Kemudian surat wasiat tersebut diserahkan kepada notaris untuk dibuatkan akta penyimpanan.

Surat wasiat ini harus menghadirkan 4 orang saksi. Surat wasiat tersebut juga harus diberi keterangan bahwa dibuat dan ditandatangani oleh pembuat surat wasiat.

4. Surat Wasiat Darurat

Sesuai dengan namanya, jenis surat wasiat ini adalah syrat wasiat yang dibuat dalam keadaan darurat. Sehingga dalam pembuatannya, tidak sempat mengundang saksi atau notaris.

Surat wasiat saat bencana, karantina penyakit menular, atau perang dapat diambils sebagi contoh dari surat wasiat ini.

Syarat Membuat Surat Wasiat

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika membuat surat wasiat, yaitu sebagai berikut;

1. Berusis dewasa; standar minimal yng digunakan yang dianggap cukup dewasa untuk membuat surat wasiat ialah 21 tahun atau bisa juga di bawah umur itu dengan syarat sudah pernah menikah.
2. Berakal sehat dan mampu seacara pemikiran; Tidak dapat membuat surat wasiat jika orang tersebut memiliki keterbelakangan mental, gangguan jiwa, atau memiliki penyakit lain yang termasuk mengurangi kapasitas berpikir.
3. Objek atau barang atau harta atau isi dalam surat wasiat harus dinyatakan secara tegas.
4. Pembuat wasiat mengetahui pihak-pihak yang akan terlibat dalam surat wasiat yang akan dibuatnya.
5. Surat wasiat yang dibuat berdasarkan hukum tertentu, baik hukum agama dan hukum Negara dan akan lebih baik jika menggunakan kedua hukum tersebut.
6. Bagi pembuat wasiat diharuskan untuk menyertakan pesan untuk pelaksana wasiat dengan kalimat yang jelas dan tidak menimbulkan ambigu bagi para pewaris yang akan menjalankan surat wasiat tersebut.
7. Dalam pembuatan surat wasiat, pembuat surat wasiat untuk membayar biaya di Notaris sebesar 1-2,5 % dari nilai kekayaan yang dimiliki oleh pembuat surat wasiat. Hal itu tergantung pada notaris dan jenis akta warisan yang dipilih.

Cara Membuat Surat Wasiat

Berikut ini, beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat surat wasiat yang baik dan benar, yaitu;

1. Memilih notaris yang terpercaya
2. Surat wasiat yang dibuat sesuai dengan kebutuhan
3. Surat wasiat yang sudah jadi diserahkan kepad Notaris
4. Memberi bayar Notaris dengan layak sekitaran 1-2,5 % dari harta kekayaan si pembuat surat wasiat.

Demikian pemaparan kami mengenai wasiat dan surat wasiat. Semoga artikel ini bermanfaat… Wallahu ‘Alam………

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?